
mengapa aku begitu mencintai senja ? tak pernah bisa aku temukan jawabannya. mengapa sebuah senja selalu menjadi awal sebuah kisah, yang menerus tak berkesudahan. apakah senja jingga memang sudah ditakdirkan berpasangan dengan aku, seperti saat ini ...
aku, senja jingga dan waktu yang berjalan...bersama menjelma cerita tentang suatu hari bersamamu. begitu banyak yang ingin aku ceritakan kepadamu. tentang musim yang tak lagi bisa menunggumu, tentang hari-hari yang kini selalu kau pandangi dengan hati yang nanar dan penuh sesal, tentang hujan disenja jingga yang sepertinya hanya ada dalam imaji kita.
kita ?
selalu ada dalil untuk menggenapkan pelaku hati disenja jingga begini, tak ada kamu bila aku tak ada, tak ada kita bila senja jingga menjelma...aku, kamu ...kemudian kita.
senja jingga menggenapi warna, kendati tak pernah sempurna, tapi kita akan menyambutnya dengan segenap cinta.
cinta ?
ahhh...mengapa aku tak pernah yakin bila cinta itu pernah ada ? ayolah, berikan aku satu alasan untuk menerima dalil itu...bahwa cinta itu pernah ada disuatu senja jingga saat kita masih bersama. aku tak percaya, cinta disuatu senja jingga pernah ada. pernah ada ?
yang masih aku ingat, kau pernah berkata ' jatuh cinta kepadamu lebih seperti menebak musim...hujan - tidak - hujan - tidak...'
mungkin benar katamu, aku terlalu angkuh untuk mengakui bahwa...aku jatuh cinta kepadamu sejak senja itu
*
tulisan ini didedikasikan untuk Sikka
Sikka, jangan tunggu sampai Fajar bosan menanti jawabanmu
keangkuhan itu akan membunuhmu
percaya padaku
*
pict taken from here
0 komentar:
Poskan Komentar