Sabtu, 03 September 2011

rahasia hatimu



***
ini hari terakhir bulan keempat, tanpamu.aku masih sibuk dengan pikiranku tentang hutan hujan dan mahkota bunga mengering yang kau tebar saat itu. ia berterbangan begitu rupa dan kembali seumpama angin kosong meniup kaca jendela. menghajarnya dengan jemari hujan tak berkesudahan.
'sosok itu telah pergi, hampir empat bulan yang lalu', katamu
'aku tahu, aku merasakan kekosongan itu,' jawabku pelan
'lalu apa lagi yang kau tunggu, .... ?,' sergahmu
'tidak...tak ada yang aku tunggu...aku sudah melepaskannya jauh sebelum kalian menyadari aku telah kehilangan.'
'aku tak habis pikir, mengapa harus ada hati terluka berlama-lama...

'kau tahu, ia pernah berjanji untuk suatu saat kembali, tapi janji itu mengikis habis.cuma ada satu hati yang tersisa kala itu. ia pun membenci dirinya. akhirnya, diam-diam, ia pergi, berjalan dengan sekarung beban di pundaknya, yang ia pikir akan cukup sebagai bekal di perjalanan. sayang, sekarung janji hati itu telah tercecer di sepanjang jalan dalam pelariannya.tak menyisakan satu pun. ia semakin membenci dirinya. .bahkan, setiap helai daun yang ia raih menjelma tangis.....' begitulah engkau tiba-tiba ingin bercerita panjang

'kenapa kau kabarkan itu padaku?” begitu kataku dengan kepala penuh tanya, meski mungkin saja terdengar menarik, aku tak berminat pada cerita itu.aku sedang sibuk dengan pikiranku ini ,dan itu sedang tidak berada tepat di benakku. ada banyak hal lebih penting dalam otakku, bukan berarti kau tak lebih penting, kawan.


aku mendengus dalam diam, kukerjapkan mataku seketika...aku tak percaya kau pernah ada dan bercerita.bahkan tumpukan ceritamu masih utuh aku simpan lama dalam diamku...bukankah aku keranjang sampahmu...

kini, aku masih bersama selembar cerita lamamu, setelah empat bulan berlalu. tak hendak aku buka tak hendak aku lihat isinya, karena aku tahu...ini adalah hal terpenting dalam hidupmu

rahasia hatimu....

***
and U know you're my little secret, If you don't tell, I won't tell and that's how we gotta keep it :p

pict by : ajp

*

0 komentar: