
digaris bibirmu, aku melihat selarik puisi yang aku baca dengan hati yang berdebar
dibinar matamu, aku melihat serupa arsir pelangi melukis teduh senyummu
selebihnya kita yang sama-sama keras kepala merasakan rindu yang diam-diam membuat hati menghangat
kita selalu menentang jarak, membuatnya seolah-olah begitu dekat
nyatanya kita jauh tak tersentuh...
nyatanya terasa, hati kecil kita terlalu sempit untuk disesaki rindu berkali-kali
lalu kita berdiri, berbicara meski hanya dalam diam
engkau mengajak aku menatap senja tembaga itu...
menatap senja bersamamu ? tentu saja aku mau...
memangnya ada yang lebih membahagiakan daripada itu ?
memastikan jemariku dalam genggamanmu yang hangat,
merasakan kecupan hangat pada jemariku yang memucat
merasakan pelukanmu penuh cinta namun bersahaja
mendengarkan bisikanmu menengarakan rindu
meski itu cuma imajiku
tapi aku percaya,
engkau ada dan selalu bisa aku rindukan
i miss u d...
0 komentar:
Poskan Komentar