Senin, 26 Desember 2011

diari liburan


: 05.30
hari ini resminya masih hari libur. libur resmi wong hari ini ditahbiskan oleh negara sebagai hari cuti bersama. bonus satu hari libur bersama untuk menggenapi libur natalan. so what ? gak apa-apa sih...karena memang tak ada yang istimewa dihari ini. bagi saya semua berjalan seperti biasa, seperti hari-hari saya yang selalu mengalir begitu rupa...
pagi-pagi saya sudah bangun seperti biasanya...sebenarnya ini semacam accident, saya lupa kalau hari ini hari libur nasional dan si Bapak sedang menikmati 2 hari touringnya, aizs dan karin sedang libur sekolahnya....jadiiii...buat apa saya bangun pagi-pagi..? halaaah.....jujur, saya agak nyesel kok sepagi itu saya sudah bangun...harusnya, karena tak harus meladeni ini itu seisi rumah yang harus ke kantor atau ke sekolah saya bisa agak santai bangun agak siang atau siang sekalian...ahihihi.
tapi begitulah...nampaknya memang saya harus menjalani hari ini seperti hari-hari biasanya, bukankah untuk seorang FTM tak ada istilah cuti atau hari libur nasional ? :)

:06.30
pekerjaan domestik, bebenah dan bersih-bersih rumah dipastikan kelar tepat pada waktunya. disambung merendam cucian dari blackbox di KM :)

:07.00
so, beginilah saya...pergi ke pasar dengan sederet catatan belanjaan...hari ini mau masak ayam ungkep, sayur asem bandung, oseng tempe dan sambel ijo kesukaan karin. lalu merealisasikan rencana kemaren yang gagal gara-gara stock bahan kue menipis...hari ini agendanya adalah bikin chocolate cheese cake, yang saya programkan menjadi kejutan hari senin buat d'angels...haiyaaah...dan, satu lagi, kroket ayaaaaaaam.....hwaaaa...sudah lama banget rasanya ga bikin kroket ayam camilan favorit seisi rumah....hari ini harus, harus, harus...:)
dari pasar tak lupa mampir ke penjahit langganan yang durasi jahitannya naudzubile lamanya....seingat saya, terakhir memasukkan bahan batik untuk abaya itu sudah 2 bulan yang lalu, dan saya ini paling males nanya-nanya, secara memang bajunya juga ga buru-buru pengin dipakai...jadi, ya wis, gambling saja saya mampir ke mbak wiwik...dan taraaaaaa......baju abaya saya sudah tergantung manis di lemari displaynya...mantab deh, Mbak...meski penantian panjang yang 2 bulan ini sering jadi bunga mimpi....ah, abaya desain mbak wiwik kali ini manis manja banget...hyaaaaaaaa......unyu-unyu banget deh, semoga orang rumah ga pada protes lihat modelnya yang kata mbak wiwik akan membuat saya kelihatan 5 tahun lebih muda, yang kemudian saya tawar..." keliatan 10 tahun lebih muda nape, mbak ? "...wkwkwkwk....

:08.00
selanjutnya....eyalaah....hampir lupa kalau hari ini saya harus sowan MbahKung, Bapak mertua saya, untuk cek dan ricek hal ikhwal stock obat-obatan dan seperti biasanya, menemani Beliau ngobrol sebelum Beliau pergi ke kebon. paling asyik memang ngobrol sama MbahKung ini kalau topiknya campur bawur, melompat dari satu topik ke topik lain , dari poleksusbudhankam sampai olah raga, sambil menemani Beliau memandikan burung piaraan dan mengereknya di tiang kandang depan rumah. ok. selesai.

:09.00
sudah di rumah kembali, dan mendapati aizs belum bangun juga dari tidurnya....Ok, it's no problem, suka-suka dia saja, wong memang sudah diniati liburan boleh bangun tidurnya suka-suka, asal tidak kelewatan shalat Subuh. itu saja.
lalu kutak katik di dapur dimulai, dari meracik bumbu ayam ungkep , masak sayur asem dan oseng tempe cabe hijau sampai membuat sambel hijau. semua berjalan lancar. selanjutnya, mulailah dengan membuat cake...yuhuiiii......setelah adonan masuk ke oven, saya bisa menyelesaikan cuci cuci...lancar jaya....

:12.00
dan selesailah proyek pembuatan chocolate cheese cake, bersamaan dengan munculnya aizs dari dalam kamar...langsung colak colek kue yang fresh from the oven, masih panas-panas nekat diirisnya...senangnya kalau hasil masakan kita diapresiasi dengan baik....terima kasih ya , Nak..:)

:13.00
what, kenapa mata jadi ngantuk begini ya ? boleh dunk ibu yang manis ini tidur barang sejenak...sejenak itu berapa jam ?...tahu deh, yang jelas pas adzan ashar pas kebangun lagi dan kaget mendapati seseorang sudah berada disamping saya, sahabat saya yang rupanya kangen banget sama saya sampai nyusul tidur siang saya.....i miss u too, am :)
lalu kami kangen-kangenan cerita ngalor ngidul sampai ga terasa sudah hampir se jam...lalu dia pamitan...thx ya , am...sudah menyambangiku hari ini dengan 3 butir durian oleh-olehmu...kurang kaliii, am...:p
sepulangnya sohib saya, saya berusaha mengingat-ingat programa apa lagi yang belum saya kerjakan hari ini....mungkin karena saya lagi dong-dong, saya kok bener-bener lupa apa yang harusnya saya kerjakan lagi sesuai rencana hari ini...tuluuuung

:17.33
ampuuuuuuuuuunnn......setelah berjalan menuju dapur untuk persiapan buka puasa, barulah teringat seharusnya aku ngerjain apa.....iya....bikin kroket ayam...huwaaaa....yah, nggak keburu deh...sudah jam segini. yang jelas sudah males mulai ngoprek dapur lagi. ya wis, ini jadi pending planning deh. semoga besok pagi masih ada mood buat ngerjainnya. mohon doa restunya ya...ahihihi...

hai, tumben-tumbenan banget ya saya curhat begini. begitulah, kata seseorang, saya ini memang suka susah ditebak he he ... ah setidaknya, meskipun hari ini tak semua berjalan sesuai rencana tapi so far so good lah.
hari ini menyenangkan, seperti hari-hari saya selama ini. thx God, terima kasih untuk sudah selalu membuat saya bahagia dengan apapun rencanamu. dan Kau tahu, saya selalu mensyukuri apapun nikmat yang Engkau berikan. that's all :)

*

Jumat, 23 Desember 2011

dia dan soulmate :)




di gazebo belakang rumah sore itu, sambil menikmati angin sore dan suara kelonengan bambu , aku berdua dia masih bercerita. cerita panjang yang sambung menyambung ...cerita curcol dia yang sudah seperti cerita berseri saja. aku menjadi saksi ceritanya, meski tak sekalipun aku pernah melihat apakah cerita itu nyata atau tidak. ah, bagiku sudah tak penting lagi, yang aku rasakan sekarang adalah saatnya menemukan surprise ketika membayangkan ending ceritanya...ehhhhmmmm....
begitulah, dia makin tenggelam dalam alur cerita yang (jujur) kadang aku ragukan keabsahannya...aaaarrrggghhhh.... * maafkan aku, kawan *
menurutnya, dia sudah menemukan apa yang selama ini dia cari...dari berbagai pertanda yang dikirimkan oleh Tuhan kepadanya...tentang banyaknya persamaan, tentang kebetulan-kebetulan yang mengikutinya.....intinya dia sudah merasa klik banget dengan someone yang selalu dia ceritakan dengan hati yang berbunga-bunga...:)
meski kemudian cerita itu mengerucut menjadi sesuatu yang dia sebut 'kesalahan yang terindah'...hal ini mungkin hanya dia dan aku saja yang bisa merasakannya...
katanya, dia begitu percaya setelah pengembaraan yang panjang ini ketika akhirnya dia menemukan seseorang yang dirasakan sebagai soulmatenya...

soulmate ? hhhmmmm.....

dan akhir cerita panjangnya adalah ketika sore ini dia menyimpulkannya begini, ...soulmate itu ada dan aku percaya, meski akhirnya tidak berjodoh. di sebuah tempat dan waktu yang tepat aku yakin ada soulmate yang membuat kita tumbuh seimbang dan saling menggenapi...karena aku percaya , Tuhan menciptakan semuanya dalam sebuah keseimbangan yang sempurna. ada baik ada buruk, ada kiri ada kanan, yin dan yang...seperti aku dengan dia...

hhhhmmmm....dan sepertinya, kali ini aku setuju denganmu, kawan...:)

*
ctt:
cerita sore dari seorang sahabat

thx to H.. :)


If grass can grow through cement, love can find you at every time in your life.
~Cher


*

Kamis, 22 Desember 2011

ibu




pagi tadi ketika terbangun dan mendapati pelukan hangat dari orang2 tercinta yang mengucapkan selamat hari Ibu , aku juga menerima pesan singkat ini, " mbak, terima kasih untuk sudah menjadi ibu aku...meski mbak bukan ibuku, tapi energi yang mbak biaskan selalu menjadikan aku sadar bahwa aku menjadi seperti sekarang karena ada seseorang yang layak aku panggil IBU.... selamat hari Ibu, mbak...bagiku , you are an angel without wings ..."
pesan ini dikirimkan oleh seseorang yang memang bukan anak biologisku, tapi sepertinya aku sudah menganggap dia sebagai bagian dari hidupku, seperti kedua putriku. sebaliknya, meski aku bukan ibunya, dia juga sudah mengklaim dirinya sebagai anakku,lebih jauh dia mengatakan bahwa kehadiranku membawa arti besar untuk hidupnya...it's so sweet...

semoga aku bisa menjadi ibu yang dicintai oleh anak2ku, oleh orang2 tercintaku...kendati aku menyadari, sebagai manusia, sebagai perempuan, sebagai seorang ibu ...aku masih jauh dari sempurna...
seperti aku mencintai Ibuku sebagaimana adanya, meski aku tahu dia bukan ibu yang sempurna...tapi aku percaya, cintanya kepada aku adalah cinta yang sempurna...

selamat hari Ibu...

Rabu, 14 Desember 2011

tanyamu selalu...



lalu kau undang bulan untuk menemani malamku
juga tanah basah menguarkan aroma hujan
seperti itulah engkau kemudian memelukku dalam diammu
menemaniku duduk dipinggir jendela,
menikmati jemari hujan yang membelai rambutku
lalu kau angsurkan secangkir teh tawar kesukaanku
kau pandangi mataku dalam diammu
entah mengapa,
aku sangat bisa merasakan rasamu
lalu aku seperti terbangun, tiba-tiba
ketika kau ucap tanya
tak rindukah aku padamu ?
ah, my dearest...
tatap mataku, sekarang
barangkali engkau temukan jawabnya
aku rindu pelukan yang utuh tanpa jeda
bukankah, pelukan itu hanya engkau yang punya ?

*

pict taken from here

Senin, 12 Desember 2011

doa malam ini




Tuhan,
terimakasih untuk sudah menghadirkan dia untuk menggenapi hidupku
untuk rasa cinta yang indah meski aku tak pernah (benar-benar) bisa memilikinya
untuk sudah memberiku kesempatan membalasnya...
dan,
bila ini hanya mimpi, mohon jangan bangunkan aku
aku tak akan pernah siap kehilangannya

***

pict by crayon

Rabu, 07 Desember 2011

cerita suatu siang






Siang yang sejuk itu saya duduk berdua dengan seorang Ibu 65 tahun. Ibunda dari Wita, satu diantara sekian sahabat dekat saya. Bukan tak sengaja saya bersama si Ibu siang ini, Beliaulah yang memanggil saya untuk datang bertandang kerumahnya, untuk mendengar curhatannya.
Begitulah, cerita mengalir dengan rancak. Cerita tentang galau hati seorang Ibu ketika menemui kisah hidup putri keduanya. Tentu saja, seperti setiap sesi curhat yang saya lewati, tak pernah ketinggalan yang namanya derai airmata mewarnainya :(
Sang Ibu berkisah tentang bagaimana sedih hatinya kala mendapati kisah drama rumah tangga si Wita. Yang saat ini seperti digantung oleh suaminya yang mendua. Bagaimana sang Ibu menyesali nasib sang putri yang pernah digadang-gadangnya nya hidup berbahagia seperti dalam dongeng2 kerajaan. Namun ternyata nasib dan takdir tak pernah benar-benar berpihak padanya. Nasib yang membawa Wita saat ini berada dibibir jurang kehancuran rumah tangganya.
Saya merasaakn betapa sang Ibu begitu menyesali nasib sang puteri, dan berbalik menjadi menyalahkan pilihan Wita. Wita dinilai salah memilih Andri sebagai pasangan hidupnya, Andri yang memang sejak pertama tak pernah benar-benar diterima dan direstuinya sebagai menantu. Tak ayal meluncur dari bibir sang Ibu segala kata dan bentuk penyesalan itu, sang Ibu seperti tak bisa menerima suratan takdir dan jodoh yang telah disediakan Allah untuk anaknya. Beliau mulai membanding-bandingkan kehidupan rumah tangga Wita dengan kakak dan ketiga adiknya. Sang Ibu menyayangkan keputusan sang puteri untuk tetap setia kepada suaminya dengan keyakinan bahwa suatu saat Andri akan kembali kepelukannya suatu hari kelak. Menurut sang Ibu, mumpung Wita masih cukup available untuk membuka hati dan cerita hidup yang baru, Beliau ingin Wita segera memutuskan untuk mengakhiri drama rumah tangganya itu saja...FYI, usia Wita saat ini memang belum genap 40 tahun, dengan dua jagoan kecilnya... Masalah menjadi makin rumit karena Wita merasa sang Ibu tak pernah bisa menerima keadaannya dan merasa hidupnya makin ruwet karena digerecoki sang ibu, alih-alih mendukung Wita untuk menyelesaikan secara baik2 masalahnya, sang Ibu selalu mendesak Wita untuk mengambil keputusan berpisah dengan Andri... Yang terjadi sekarang adalah hubungan yang memburuk antara Wita dengan suami dan Wita dengan sang Ibu. Tak kalah runyam buruknya hubungan sang Ibu dengan Andri, menantunya... Wita merasa dimusihi Ibunya, dan Ibunya merasa tak dihargai lagi oleh putrinya, hal ini menjadi sebuah lingkaran setan tak bertepi. Disaat seharusnya Wita disupport oleh keluarganya, dia malah merasa dijauhi dan dimusuhi dan tak mendapat dukungan untuk keputusan yang tengah ia ambil...aaaarrrghhhh....

Well, begitulah....saya bisa dan sangat bisa merasakan galau hati sang Ibu. Namun sebagai sahabat Wita, saya juga sangat bisa mengerti dan berempati terhadap lelakon yang dialaminya. Bahkan dengan akal sehat dan logika saya juga bisa menerima keputusan apa yang telah diambil oleh Wita. Sebagai sahabat, tak satu kalimat ceritapun terlewatkan olehnya untuk tak dibaginya kepada saya. Saya sangat bisa mengerti dan merasakan apa yang saat ini sedang dia rasakan.
Tapi jangan salah, saya adalah seorang Ibu dari kedua putri saya sekaligus seorang putri tunggal dari Ibu saya. Posisi saya seperti berada pada satu buah garis tengah dimana saya harus bisa menyikapi ini dengan cara seobyektif mungkin. Please jangan salahkan saya kalau saya terbawa galau oleh curhatan kali ini. Saya sangat bisa memposisikan diri saya sebagai sang Ibu dan sebagai Wita. Sangat bisa :(

Saya memang tak harus bersikap dihadapan sang Ibu maupun Wita. Posisi saya saat ini hanyalah keranjang sampah curhatan mereka. Saya merasa tak harus menyampaikan wacana atau apa, karena jujur saya sendiri seperti speechless dihadapan sang Ibu. Sepertinya sang Ibu sudah cukup puas mendapati saya siap sedia dengan kuping dan hati saya mendengarkan curhat habis2annya, sampai saya beranjak pulang siang itu.
Begitulah, ada beberapa pelajaran dan hikmah yang bisa saya ambil dari pertemuan saya dengan sang Ibu hari ini. Bahwa manusia tak pernah terlepas dari masalah, besar ataupun kecil. Bahwa benar Allah selalu menjanjikan solusi sebagai satu paket hemat dengan ujian yang diberikanNya. Meski itu adalah rahasia, adalah misteri... Kedepannya aku ingin ini bisa menjadi referensi saat aku menyikapi kedua putriku, juga ketika aku harus menerima sikap Ibuku saat aku terbelit masalah, apapun itu....seorang Ibu, siapapun itu selalu ingin memberikan dan menemukan hal baik dan terbaik untuk anak-anaknya.
Satu lagi pelajaran yang aku dapatkan, bahwa sebagai seorang Ibu hendaknya kita berpikir dan berucap baik untuk anak2 kita...hindarkan semacam menyumpahi anak-anak dengan kalimat buruk, karena kalimat yang terucap dan tersimpan dihati seorang Ibu adalah doa untuk anak-anaknya...
Tuhan, ingatkan saya untuk itu...

*

Thx to Wita, Andri dan Ibu R yang telah menginspirasi tulisan ini

note : nama tokoh disamarkan :)

Selasa, 06 Desember 2011

aku membaca hatimu




***

suatu masa, disuatu tempat yang asing aku mengenangmu dalam lautan langit yang kemudian menyeret aku dalam pusaran rindu dan menenggelamkan hatiku pada biru hatimu.
bagaimana aku bisa lupa ketika kita bergandengan tangan, tubuh kita berdekapan dan bibir kita berpagutan...hati kita begitu dekat, bukan ?
ingatkah janji kecil kita, saat hati kita bersama melukis pelangi dan jantungku yang selalu membutuhkan debar jantungmu. itu tak lagi absurd...
kinasih, aku akan selalu mengenang ini sebagai saat paling indah saat kau menjawab rinduku dengan pelukan dan menjawab tanda tanya yang bergumul dihati, bahwa kita saling mencinta.
lalu aku biarkan mataku terpejam untuk kau kecup, ah...hanya dengan itu jalan satu-satunya aku bisa membaca hatimu.
kau benar, Tuhan punya banyak cara untuk menjawab pertanyaan kita, salah satunya adalah dengan mempertemukan kita, seperti saat ini yang kita rasakan

***
candi ijo
pict by crayon