Senin, 11 Agustus 2008

Kesaksian tuwuhaN

Aku memang sekedar setundun pisang raja, hari ini tugasku adalah menjadi tuwuhan yang mengawal sebuah gapura dalam suatu hajatan
Aku memang sekedar setundun pisang raja, yang mempercantik dan memperindah area hajatan. Yang menyaksikan sebuah prosesi adat yang sakral.
Yang menyaksikan bagaimana beragam orang dari berbagai kalangan datang berhias cantik untuk ke pesta
Yang menyaksikan para Ibu yang mempunyai putra-putri dengan gemas memetik buah sembari berharap dalam doa semoga anak2 nya segera bertemu jodohnya....
Yang menyaksikan para undangan dengan aneka ekspresi mengikuti jalannya pesta

Dan, hari ini lihatlah aku, telanjang tak lagi bergelantungan buah...
Tak ada pesta yang tak usai, namun aku bangga,usai sudah tugasku mengawal pesta hari ini...

Tante Iseh's partY #3, mengakhiri tugas hari ini



Tanggungjwabku hari itu tak sebatas mengawal para tetamu istimewa (baca VIP) di area saji tamu VIP saja, tapi juga menyelesaikan pengawalan sisa hidangan dari catering yang dipesan. So, jadilah aku sebagai orang yang terakhir keluar dari gedung hajatan ini bersama satu mobil box penuh berisi hidangan sisa pesta hari itu.
Sembari meununggu sisa hidangan hajatan dipersiapkan untuk dibawa pulang aku sempat melihat riuh rendah para crew catering membereskan area hajatan.Mereka bekerja dengan profesional dan sistematis, tidak banyak bicara dan pekerjaan diakhiri dengan rapih dan bersih. Bravo untuk catering Happy Tuti.
Sempat ngobrol-ngobrol dengan ibu Tri pemilik catering ini ternyata diantara crew pelayan yang tergabung dalam tim nya ini banyak yang berpendidikan S1. Mereka tak sungkan2 dan tak malu2 menjadi pelayan pesta meskipun berstatus sarjana....dua jempol buat mereka!

Tante Iseh's partY #2, Jadi Panitia seksi Segala






Hampir sepanjang minggu kemaren si ibu ini rajin datang kerumah keluarga Bp/Ibu H Suwarno untuk membantu keperluan hajatan putri bungsu beliau, Mbak Hermin Prihdyastutiningsih yang oleh anak2 akrab dipanggil Tante Iseh. Buat apa lagi kalau bukan bantu-bantu (rencangan) segala yang bisa dikerjakan dalam rangka event kawinan ini. Sebagai warga masyarakat yang baik, seperti kebiasaan selama ini, kembali aku dan Bapak dipercaya untuk mempersiapkan uba rampe dan property berkaitan dengan acara-acara yang diselenggarakan.Menjadi among rawuh pada malem midodareni juga menjadi penerima srah-srahan pada acara tukar cincin.Dan disaat resepsi di gedung, si Ibu manis ini ketiban sampur sebagai pengawas hidangan party. Sengaja tidak mengsekpose ragam hidangan yang disajikan, soalnya standar aja hidangan yang dihadirkan, tak ada yang istimewa.

Kali ini, para ibu yang bertugas bersama ku tidak berseragam layaknya penerima tamu hajatan dengan kain dan kebaya, tapi kami diseragamkan dalam busana batik yang manis....

Tak hanya ayah, ibu dan mbak Karin yang tampak hadir di pesta kali ini, tapi juga Aizs yang nampak happy bersama sahabatnya Wulan yang sama2 imutnya....

Tante Iseh's partY #1, metamorfosis Karina






Dalam rangka hajatan pernikahan putri bungsu Bapak H. Kolonel Purnawirawan Suwarno, salah seorang warga yang dituakan di RT kami, maka kami sekeluarga kembali terlibat menjadi para parogo untuk mensukseskan acara ini. Kalau aku dan Bapak mah sudah terbiasa dicasting sebagai among rawuh dan pelaksana tugas lain macam mempersiapkan ruangan & property siraman-srah-srahan-ijab sampai dengan panggih. Namun kali ini, si pembarep Karin pun mendapatkan tugas sebagai penunggu souvenir bersama beberapa teman-teman gadisnya.
Melihat penampakan Karin yang ubrag-ubrug sehari2nya, aku sudah mulai membayangkan akan seperti apa Karin dalam pakaian tugasnya nanti.Dan beberapa gambar diatas adalah awal dari metamorfosis Karin, di make over para mbak2 perias, Karin nampak seneng-seneng saja.


Dan ini adalah dandanan setengah jadinya Karin yang menyempatkan sarapan bersama Mbak Wikan, tetangga sebelah yang sekarang sudah mahasiswa tahun kedua di UMS. Lihatlah Karin, nampak beda ya.....Dan inilah Karin setelah mengenakan seragam nya bergambar bersama Ibu yang juga memakai kostum batik seragam panitia seksi pengawas hidangan....Sama manisnya kan ? (awas kalau bilang tidak)
Dan ini adalah full team souvenir girls yang siap bertugas siang itu: Annisa, Dina, Puput, si moleg Karin dan Mbak Wikan.Karin tampil beda niii...............

Si Karin, biar penampakan nyata berbeda, tapi dia tetaplah Karina yang ubrag-ubrugh he...he, diawali dengan insiden selop, yang ternyata dari 8 stel selop yang disediakan periasnya tak satupun muat dipakainya, alhasil, si Ibu yang baik hati ini harus merelakan selop barunya dipakai oleh Karina. Dan yang lebih lucu lagi, biar sudah dandan bak putri solo, teuteup ajah cara berjalannya Karina ini tampak gagah prakosa bak sorodadu mangkat perang, tuk wak..tuk wak...wakakak..kok gak ada anggun-anggun nya yak ?
Gadisku yang aneh....

MbahUti Gerah






(ayik's post)
Hari itu Jumat, 8 Agustus 2008 jam 15.30, tiba2 Hp berdering, diseberang sana seseorang yang ternyata Pakdhe Wid mengabarkan bahwa MbahUti tiba2 merasa dada sesak, lemes dan kedua kakinya susah diangkat. What ? aku langsung ngabur ke Nglano, yang jaraknya cuma 5 menit ditempuh dengan bronpit berkecepatan 80 km/jam.
Sampai di dalemNGlano, tampak MbahUti sudah susahpayah menahan sesak napas didada, segera aku putuskan untuk membawanya ke PKU MUhammadiyah Karanganyar.
Alhamdulillah, MbahUti segera mendapat pertolongan pertamanya di IGD oleh dokter jaga.
Dari pemeriksaan awal gula darah terdeteksi 418 dengan tensi 150. MbahUti ini memang menderita Dm sejak lama, hanya saja kadang terontrol kadang tidak. Namanya juga menungsa, kadang pengin juga makan sesuatu yang menimbulkan selera kepingin...jadilah seperti saat ini, gula darah nya naik....mungkin karena makanan yang tak terjaga, mungkin juga karena kecapekan.
Jadilah kami semua anak cucu berkumpul di ruang Shofa I/7, menemani MbahUti yang tergolek sakit. Jam 23.00 kembali dilakukan cek gula darah, lha kok malah naik menjadi 428. Wahh, hati kami kebat-kebit menunggu visite Dokter Bambang Wuri, internist. Ketika dokter datang dan melihat kondisinya, dokter memberikan beberapa alternatif obat dan suntikan.



Malam itu, MbahUti bisa sare dengan angler meskipun diseling beberapa kali buang air. Kami semua ronda dirumah sakit sampai pagi.
Dan paginya, hati ini terasa agak lega ketika hasil cek darah menunjukkan penurunan kadar gula menjadi hanya 126. Segera aku konsultasikan kepada dokter, dan dokter memperbolehkan MbahUti kundur untuk rawat jalan dengan banyak sekali advisnya....
Leganya kami semua, sungguh hari yang melelahkan, bukan hanya secara fisik tapi juga mental....Semoga, yang seperti ini tidak terulang lagi. Semoga MbahUti selalu diparingi bagas waras, sehat walafiat.....Amin

Kamis, 07 Agustus 2008

Kursus Gratis


Kemaren akuiseng2 ikut kursus membuat aksesoris di Petra, toko langganan yang jual aneka bahan aksesoris dan peralatan jahit. Disana diselenngarakan kursus membuat aneka aksesoris gratis, begitu katanya. Secara sejak 2005 aku sudah membuat sendiri aksesori dari beads, maka aku iseng2 berhadiah saja mengikuti kursus ini. Bukan sombong karena merasa sudah pinter, tapi memang kursus singkat ini diperuntukkan bagi pemula yang belum pernah nyoba bikin sendiri. Oleh Petra kami peserta disediakan 1 set bahan dan alat, lalu diajarkan cara merangkainya menjadi satu set aksesori berupa gelang-kalung dan anting2. Dan, 30 menit kemudian...tara....inilah hasil karyaku. Set hasil karya ini boleh dibawa pulang.

Yang aku suka dari sesi kursus singkat ini adalah spirit sosial dari sisi komersial sebuah toko Petra, aku salut pada penyelenggaranya, bagi-bagi ilmu kepada khalayak. Terima kasih ya, Petra.Thanks juga buat Mbak Ugi yang telah mengajari...
Karena pesertanya kali ini cuma 2 orang yang hadir (dari 8 orang yang mendaftar), maka aku tambah satu orang kenalan, namanya Mbak Puji, yang konon adalah pengusaha mebel import dari Pajang sana. Sempat juga ngobrol2 sambil uthek bikin kalung, dan kita sepakat untuk saling berkabar, sukur2 ada sesuatu yang bisa dikerjakan bareng, mengingat hobi kita hampir sama, suka uthek-uthek apa saja.....

KooR



Menjelang peringatan HUT RI ke 63, seperti biasanya selain tirakatan juga akan ada pensi di RT kami. Maka kami para ibu sepakat kembali menggelar atraksi koor alias nyanyi bareng dipanggung. Maka sekarang ini kami lagi nyengkut berlatih biar tak malu-maluin kalau harus manggung nanti.Jangan sampai dilempar sandal oleh anak dan suami.....wakakak
Jadilah kami sepakat berlatih setiap 2 hari sekali dirumah Ibu Fahrudin. Yang namanya emak-emak, kalau sudah ngumpul, adaa saja yang dikerjakan, meskipun judulnya latihan koor, ya teuteup selingannya gak jauh dari gegojekan, yon guyonan, sip nggosipan dan ....thol-thotholan...alias menikmati sekedar snack yang terkadang dibawa oleh para anngota tim, tak lupa menyruput wedang jahe made in bu Udin. Thanks ya, Mbak Lis....

Tapi yang namanya sudah kodrati, namanya juga ibu-ibu, supaya aktivitas ini tidak mengundang komplain para Bapak maka ada saja ibu yang tak lupa membawa putra-putrinya ke arena koor. Sekali tepuk dapat dua nyamuk, sambil latihan masih bisa momong anak. Hebat kan para ibu ini ?
Lagu pilihan kami yang telah disepakati adalah Selendang Sutera, Terajana dan Munajat Cinta. Tadinya aku usul lagunya Kucing Garong saja atau mahkluk Tuhan Paling Seksi lengkap dengan koreografi nya yang megal-megol sexy and hot itu....tapi ibu2 yang lain gak setuju. Takut, kalau-kalau disuruh turun panggung para suami, maksudnya abis turun panggung lalu diajak pulang , lalu....... (kedip 4x) Wakakak.......

Wajah baru teraskU



(ayik's post)
Waktu kemaren jalan-jalan, aku temukan sepasang kendi raksasa ini di sebuah art shop. Otak ku berputar, kira-kira kalau aku beli ini kendi, mau aku letakkan dimana ya ? akhirnya aku pikir, cucok juga nih kendi raksasa jadi penghias teras ku.
Lumayan juga besar dan tingginya ini kendi, nampak cantik sekaligus gagah mengawal sebuah resban besar berbantal batik klasik di teras dalemBadran. Keren kan ?
Akhirnya, aku putuskan untuk membeli ini kendi. Welcome to DalemBadran kendiku....
Sesaat benda ini nangkring diteras rumah, aku tinggal keluar rumah karena suatu keperluan, sejurus kemudian aku pulang, ehhh...si kendi sudah makin cantik karena oleh YangTi dihias dengan aneka pohon dolar2an yang menggantung indah. Terima kasih YangTi.

Senin, 04 Agustus 2008

Hari keluarga

Minggu pagi tanggal 3 Agustus dicanangkan sebagai hari keluarga di Rt kami. Aneka kegiatan digelar untuk memeriahkan HUT RI ke 63 kali ini. Diawali dengan kerjabakti dan sarapan pagi bersama warga se RT tak terkecuali, dari para cindil sampai biangnya. Menu andalan dari tahuin ke tahun adalah nasi gudangan komplit yang disajikan dalam pincuk bersahaja.


Dinikmati sambil bercanda bersama para tetangga yang berbeda latar belakang tetapi tetap satu juga...wakakak....tak ada lagi perbedaan , secara semua sama-sama belum mandi maksudku...

Kemudian digelarlah aneka lomba: tarik tambang, aqua thung (memukul air dalam plastik), bakiak racing terkencing-kencing, voli bola plastik mak bug-bug dan masih banyak lagi




Buat anak-anak makin banyak ragam lombanya. Mewarnai, menjepit bola...semua heboh, semua seneng. Tak sabar menunggu agustusan lageee.... Si kencur Aizs tak ketinggalan antusias ikutan, meskipun bukan anak2 lagi, bukankah sudah ABG....
Hari yang meneyangkan, saat para warga berbaur dalam kebersamaan, tumplek bleg dari para eyang, bapak,ibu, anak dan cucu, bahkan pasukan Ijah ya Nyah tak mau ketinggalan
Para pedagang tak melwatkan kesempatan untuk menangguk untung di arena lomba, separti yu wiji bakul jamu ini yang sedang meladeni Tante Iseh ( yang 10 Agustus ini akan naik pelaminan) minum jamu sambil menggendong si kecil Kiki.

Sabtu, 02 Agustus 2008

Garis pinesthI


Bahwa pinesthi memang harus dijalani, apapun yang terjadi. Ketika tak hanya tuntutan perut, tapi juga tunutan nurani.
Bahwa nasib dan takdir telah tertulisi, ketika kita hanya bisa menjalani, walau tak selalu sehati.
Bukankah kita tak berhak meminta garis pinesthi ini ? bahwa Dia lebih tahu apa yang terbaik buat kita, pastinya itu adalah rencana yang terindah. Bahkan ketika kita tak lagi bisa mengelak dari yang ginaris ini, terkadang kita ingin melawan takdir ini....
Ketika garis takdir menelikung nasib, kita tak pernah lagi bisa berkelit, walau seribu hujatan-rasanan-keterpurukan-nasib tak beruntung. Kita bisa apa, coba ?
Kodrat dan iradatNya adalah kuasaNya
Kita tak bisa mengindari bila sudah menjadi garis pinesthi

(seperti halnya perempuan semu diatas, berhak kah dia complain pada takdir Nya ? kodrat yang harus dijalaninya, walau tak selalu membuat hidupnya nyaman....
Tapi toh, hidup tetap harus dijalankan, sesuai rencanaNya.
Ketika takdir dan garis nasib tak lagi bisa dilawan,yang bisa dilakukan oleh kita manusia adalah berserah, tawakal dan berusaha menjadi yang terbaik dari garis pinesthi nya...)

Kamis, 31 Juli 2008

AbG goes to school




Setiap pagi mengantar kepergian dua putri tercinta kesekolahnya, membuat aku tak pernah lupa memanjatkan puji syukurku pada Sang Pencipta. Yang telah mengkaruniakan kepadaku dua putri yang Insya Allah sholehah, manis budi dan akhlaknya. Tak henti-hentinya kupanjatkan doa, semoga keduanya bisa menjadi kebanggaan keluarga, jauh dari halangan, dan selalu bernasib baik. Amin

Gulali Sutra lah.....







(ayik's post)
Lha ini dia yang sudah lama aku cari-cari, sudah jadi jajanan langka di kota solo, jajanan khas yang dulu selelu kita temui waktu masih di bangku SD. Nemunya juga kebetulan, instinkku yang tajam membaui ( wuikkk...) ada embok2 menggendong tenggok lengkap dengan kaleng krupuk opak dan menenteng anglo. Aku sudah yakin bahwa inilah bakul glali sutra yang sudah aku buru sekian lama.Thanks God !
Si mbok tua ini segera menggelar dagangannya di emperan toko, dan aku order dibuatkan gulali sutra. Begini cara bikinnya : dicukillah sejumput adonan gulali (dibuatnya dari gula pasir yang dicairkan dengan air ynag dijerang dibumbui perasan air jeruk nipis) lalu diulet2 dengan jemari tuanya kedalam semangkuk tepung terigu sangrai. Dan...tara....! jadilah sejumput gulali sutra yang kini penampakannya bak benang sutra yang alus tanpa mbundhet dengan rasanya yang manis abiis nyummm...nyummm...nyummm. Diemut di mulut mak klunyuummmmm...langsung lumer. Nambah lagi doong...!
Pelengkap bakulan gulali ini adalah sebentuk kerupuk opak angin yang diproses dengan dibakar diatas arang. Rasanya krupuknya standar saja, agak bangka dan tidak renyah. Tapi masih ada lagi benda yang dijual si mbok ini, yaitu anerka aksesoris cincin-gelang dan mainan model lama yang harganya pasti murce, tapi aku gak yakin apa masih ada anak jaman sekarang yang masih meminatinya ?
Sempat terlintas dalam pikiranku, berapa ya omzet dari penjualan sebakul dagangan simbok tua ini ? cukupkah buat menghidupi keluarganya ? kasihan ya, kawan ?
Ada cerita unik dari sekedar mencicipi kembali gulai sutra ini, yaitu sebuah kenangan tentang kisah ngidam ku waktu hamil si pembarep, Karin. Waktu itu ditahun 1993, aku setengah mati ngidam pengiiin banget gulali sutera ini. Sumprit ! sudah hampir tiap hari aku ngider mencarinya tapi tak juga kunjung ketemu, sampai akhirnya suatu hari nemu juga di sebuah SD dipinggiran kota solo sana. Duh, senengnya....baby ku gak jadi ngiler.

( sambil makan ini gulali aku gak berani liat tangan si mbok yang kujamin tidak hyginis ketika memulai aktivitasnya mengulet2 gulali sutra ku..., biar gak hilang selera..wakakak)

'Ga liwet






(ayik's post)
Sesungguhnya sudah lama ber cita2 posting sega liwet ini buat kawan Ernut, tapi baru sekarang keampaian. Bukan karena lama nggak ketemu ragam kuliner khas solo satu ini, tapi gara2nya adalah begitu sudah ketemu, sudah menyantap dan merasakan nikmatnya maka yang terjadi adalah...lupa memotretnya. Masak cuma narasi doang tanpa gambar sega liwet nan nyamm nyamm ini, kan jadi nggak afdol..
Jadilah pagi itu aku bela-belain cari bakul sega liwet di warung tenda yang kebetulan banyak bertebaran di seputar klewer market, sambil menikmati sarapan pagiku maka inilah posting sega liwet untukmu, Nut
Yang ngangeni dari sega liwet solo ini adalah rasa gurih favoritku yang ditimbulkan oleh nasi liwet plus sambel goreng jepan (labu siem) dengan guyuran areh dan kumut serta sejumput ayam suwir. Jangan lupa mintalah lombok (cabe rawit) utuhan yang bertebaran di sambel gorengt jepannya, makin mak cepluus....makin nyusss........