Jumat, 13 Agustus 2010

jangan ambil nyawaku




aku seperti masuk di sebuah lorong putih panjang
tak berujung, kecuali sinar itu...
Gusti,
sudah sampaikah saat ku ?
aku tak berdaya dalam diam,
kepala, tangan dan kakiku serasa diikat erat
aku tak berakal
tapi aku bisa merasakan
betapa sepi-dingin dan sendiri
aku tak lagi bisa menyentuh orang-orang yang aku cinta
aku tak lagi bisa mendengar doa yang mereka lantunkan
aku hanya bisa melihat mereka dalam gumam doa dan resah
aku hanya ingin merasakan keikhlasan seperti yang telah kita sepakati
aku pasrah...
aku menyerah...
betapa aku tak berdaya, kerdil dan kecil dalam kuasaMu , Gusti
betapa kesombonganku selama ini menjadi tak berarti lagi
sudah terlambatkah untuk memohonkan maaf, ampunan dan tobatku, Gusti
beri aku kesempatan sekali lagi,
untuk memperbaiki diri
ijinkan aku menjadi diri yang baru yang lebih baik
mohon berikan lagi waktu untuk hamba
bersiap memenuhi panggilan takdirMu, nanti

tapi jangan sekarang, Gusti
aku belum siap
aku mohon,

jangan ambil nyawaku...

jangan sekarang



***

dialog imajiner di sebuah ruang putih
RSDW, Kamis, 12 Agustus 2010, 13.48 WIB


pict by : AJP


Kamis, 12 Agustus 2010

sudah agustus


sudah agustus,
dan aku masih sibuk dengan pikiranku tentangmu
tentang hari-hari yang pernah kita lewati bersama
hitunglah mundur 14 bulan yang lalu
saat kita pertama saling menyapa

ini sudah agustus,
betapa waktu mendekatkan dan kemudian menjauhkan
waktu yang mengajak kita bicara
ketika kita sedang tak mau berpikir
akan sebuah kata sepakat
aaaarrrggghhh.......

sudah agustus kan ?
saat kita kembali mundur
mengenang sedikit cerita kita
tentang jemari hati yang menyatu
tentang buku yang sama-sama kita baca
tentang musik yang sama-sama kita dengar
tentang film yang sama-sama kita lihat
tentang segala hal yang sama-sama kita bicarakan
dan mendapati,
kita sungguh berbeda
tapi bukankah perbedaan itu yang menyatukan kita ?
dan fakta,
bahwa kita bukan lagi milik kita
menyadarkan bahwa kita tak sedang bicara
apa mungkin kita dipersatukan
pertanyaan besar itu,
terjawab sudah
pada agustus ini...

ini sudah agustus...


***

pict by : AJP

Minggu, 08 Agustus 2010

satu tahun terakhir



September 2009,

suatu sore di teras sebuah cafe. aku , kau, kita duduk berhadapan....begitu banyak yang ingin kita ucap, namun lidah kelu membuat kita tergugu.....
' yeah sist, begitulah vonisnya....,' begitu ucapmu
'......second opinion, kita masih punya kesempatan bukan...', tanyaku penuh harap
' no sist, dokterku bilang ini sudah stadium tak tertolong,' jawabmu tanpa kau tinggalkan senyum manismu seperti biasanya
'tidak....jangan menyerah, sista....masih ada banyak hal yang bisa kita lakukan...'
'whatever.....aku masih punya harapan, jangan hentikan aku...'
'ya sista, jangan berhenti...persetan dengan vonis itu,' ...ingin aku sobek-sobek kertas bertuliskan maut itu...


April 2010,

aku melihatmu masih bertahan dalam gelombang sakit berkepanjangan....radiasi, kemoterapi...menjadi hal terindah buatmu setelah operasi pertama sejak itu. bahkan Tuhanpun tak bisa menghentikan senyummu, sist....bara semangat masih bersahabat denganmu, denganku...dengan kita
kita habiskan malam-malam sembari berpegangan tangan dalam hangat dan gemetar....wajahmu tirus, pucat tak berdarah...tapi aku yakin, didalam sana masih menyala semangat dan harapan kesembuhan....

sista...ketika luka ditinggalkan tertoreh oleh sakit ragamu....adakah yang bisa merasakan nyerinya lebih dari yang kau duga...?
ayo, kita urai satu-satu....lepaskan dia pergi , mungkin memang ini jalannya, menjauh darimu agar dia tak menambah lagi beban sakitmu...


Agustus 2010,

aku melepasmu pergi kesebuah ruang putih untuk kedua kali....aku mengumpamakan sebagai surga yang tertinggal di bumi....melepasmu dengan senyum dari hati,jiwa dan bibirku....mengikhlaskanmu menjemput cahaya surga yang engkau yakini tengah dijanjikan oleh Tuhanmu....

sista,
jangan berhenti berharap, seperti halnya aku....cahaya itu akan memandumu, selalu...

***

aku memenuhi janjiku, sist
petikan catatan harianmu baru saja aku buka....agar aku bisa mengenangmu dengan indah bila satu saat engkau pergi. sebuah cerita tentang seorang perempuan yang tiba-tiba membenci mentari tembaga... tapi hatimu mencetak birukan sebuah senyum ikhlas penuh maaf untuk lelaki yang sudah membunuhmu sebelum engkau mati....( maafkan aku, sista....mungkin ini kata paling kasar untuk aku menggambarkan lelakimu itu)

aku harus tersenyum menyambut satu hari ketika sebuah dunia berbentuk kotak putih membawamu pergi jauh dariku, begitu pesanmu.....aku tidak bisa berjanji untuk tidak menangis dihari itu, sista.....

***

dan bila aku melepasmu pergi suatu hari nanti, aku pastikan catatan harianmu berada ditangan yang tepat....titipan warisan yang sangat berharga untuk Naomi dan Rayhan.

terima kasih untuk kepercayaan itu, sista


***
bumi sukowati awal Agt'2010


marhaban ya ramadhan


Tahun lalu ketika ramadhan baru saja berlalu, saya tertunduk dalam harap tanya dan kekhawatiran...masih bisakan hamba menemui bulan suci penuh hikmah ini lagi tahun depan, Ya Allah ?
Bulan yang Kau janjikan penuh dengan ampunan, maghfiroh, barokah dan hidayah...Bulan saat mana Engkau menaburkan hadiah bagi umatMu yang bisa menghargai dan menjalani ibadahnya.
Dan tahun ini, Alhamdulillah Engkau perkenankan saya bertemu kembali dengan bulan suci yang sangat kami nanti-nantikan hadirnya....
Marhaban Ya Ramadhan, bulan penuh ampunan. Akan saya gunakan sebaik-baiknya amalan untuk menangguk barokahMu, Ya Allah... Bulan penuh ampunan dariMu dan maaf dari sesama, bulan terindah...

Kepada sahabat dan kerabat, mohon dimaafkan segala kesalahan kami sekeluarga, baik yang disengaja maupun tidak disengaja....

Maafkan kami, lahir dan bathin

Selamat datang Ramadhan 1431 H


Salam hangat,


Ayik-Karyadi-Karin & Aizs

pict by:
AJP

Sabtu, 07 Agustus 2010

terlalu lama berselingkuh


Sekian lama saya merasa tidak adil kepada momongan saya, pendamping saya yang bernama Sekar Lawu ini...sembari mengurus beberapa episode kehidupan terkadang saya lupa kalau saya punya momongan yang bernama Sekar Lawu.... Dulu, sejak pertama ngeblog ( Apri 2007) blog ini adalah satu-satunya ajang eksistensi saya, tempat saya curhat baik yang curbe (curhat beneran) ataupun curcol (curhat colongan). Blog ini sudah menjadi ajang dan media saya bercerita sejak hampir 4 tahun berjalan....

Ceritanya bermula ketika dipenghujung 2008 sohib tombol saya bernama Tatit menarik saya masuk kesalah satu situs gaul yang bernama facebook....saya yang tadinya asing masih ogah-ogahan....males ngeladeni dan tak begitu tertarik terhadap begitu banyak ikon dan fasilitas yang ada disana...sampai pada suatu hari saya mulai menemukan teman-teman lama dari komunitas saya dulu.....surprise demi surprise yang diberikan Mas Marck Zuckenberg ini membuai hati saya dan kemudian sukses menyedot segenap energi dan perhatian saya untuk terjun penuh mengakrabi Fesbuk....(siyi siki tirsinyim sinyim sindiri kili ingit iti...). Tiada hari tanpa facebook, tiada saat tanpa status, tiada jeda untuk mengirimkan sekedar koment dan jempol untuk status teman-teman.... Pada gilirannya saya sampai-sampai di juluki 'ratu fesbuk' oleh sohib ernut...hihihi.... Saya bahkan tidak sadar bahwa saya tengah berselingkuh dengan situs yang membuat saya jatuh cinta ini.....Pliss deeeh....

Sejalan dengan aktifitas di fesbuk yang makin hari makin menggebu, berbanding terbalik dengan aktifitas saya dengan blog cinta saya ini....lama kelamaan saya jadi tidak lagi produktif nulis....hihihi...saya sudah mengingkari janji saya sendiri untuk selalu setia kepada si Sekar Lawu...banyak teman-teman blogger yang akhirnya mengirimkan pesan bernada komplain...katanya, dan ngakunya...mereka kangen sama tulisan saya yang kadang lucu tapi tak pernah bermutu itu...dan ujung-ujungnya mereka meminta saya untuk segera sadar dari 'selingkuh' saya dengan facebook...duuuuuuuhhhhh.....

Suatu malam saya merenung, mengingat-ingat kapan terakhir kali saya blogwalking berkunjung ke blog tetangga, menyapa sahabat blogger, meninggalkan pesan cinta untuk mereka....saya bahkan tak ingat lagi...sementara hari-hari saya sudah dipenuhi dengan jadwal ngubeg2 fesbuk...Olala....jempol saya keriting karena saya terlalu eksis di ranah fesbuk ini, kepala pusing kalau tidak menjelajah little screen Hp saya untuk melihat status teman dan menengok ada notifikasi apa saat itu....betulkah saya sudah addicted ? orang bilang saya sudah menjadi FB freak...Tidaaaaakkk...!!!

Hari ini tadi saya menyambangi lagi Sekar Lawu, dan sedikit sedih melihat rumah maya ini agak berdebu...tulisan terbaru naik posting lebih seminggu yang lalu, itupun reupload dari postingan lama karena saya lagi nggak ada ide ( dan tak mau membiarkan Sekar Lawu sepi tanpa posting...maksa banget deh saya yaaa...). Terharu hati saya menelusuri kembali catatan hati yang pernah saya buat disini...begitu banyak cerita telah tersimpan, betapa Sekar Lawu adalah satu-satunya saksi hati saya, ketika saya baca-baca lagi postingan lawas, saya kemudian mengingat ada kisah apa dibalik posting2 itu....ada yang menyimpan tangis hati saya atau kawan2, ada yang menerbitkan rindu kepada sesuatu, ada yang membuat saya tertawa lepas mengingat behind the scene nya......tiba-tiba ini menerbitkan sesal , betapa saya sudah sangat keterlaluan membiarkan si Sekar Lawu ini saya duakan dengan si fesbuk... ( uuhh..muufkun suyu yu sukurluwu...uku tuk burmuksud mumbuutmu kucuwu...)

dan hari ini saya berada disini seharian, bermain-main di rumah cinta saya ini....membersihkan yang berdebu-debu, menaruh beberapa aplikasi untuk mempercantiknya agar saya kerasan tinggal dirumah sendiri. Tapi saya belum bisa berjanji untuk sepenuhnya kembali kesini, maklum...belum bisa sepenuhnya meninggalkan si fesbuk ituh...qiqiqi...lhah, apa saya ini pelaku poliandri ya....mendobel dua hati...si Sekar Lawu dan si fesbuk yg smart itu...duuuhhh...

Saya cuma berani berjanji dalam hati, untuk bisa bersikap seadil2nya kepada dua hal yang sudah kadung membuat saya jatuh hati ini....saya akan lebih adil membagi waktu dan kesempatan untuk keduanya...tidak ada lagi yang akan menerima jatah kasing sayang yg lebih besar dari yang lainnya...halaaahhh...(seye ngemeng epe teh...)

ya sudah, buat Sekar Lawu..kalau jatah waktu kamu tersita banyak oleh si fesbuk...jangan sungkan-sungkan ingatkan saya ya , Yang.....

Halah

tentang perempuan yang tiba-tiba membenci mentari tembaga




***

hari ini aku ingin bercerita tentang seorang perempuan yang tak menyukai senja, tiba-tiba. ia berjalan terus tanpa menolehmu, menepiskan bayangan senja yang hinggap dihelai rambutnya yang mengurai. ia berjalan terus tak peduli betapa engkau berlairain mengikuti langkahnya...ia hanya diam dan diam tak berkata


hari ini aku ingin bercerita tentang perempuan yang tengah ingin mejauh dari rumahnya, bisa jadi ia sedang tak menyukai aroma rumah, sebuah tempat yang membuatnya kembali kepada kenangan-kenangan buruk yang tertorehkan...

perempuan yang dulu kita kenal begitu mencintai langit tembaga senja yang tercipta, tiba-tiba membencinya, entah kenapa....mari kita cari tahu jawabannya.


mungkin saja karena seorang lelaki yang dulu selalu bersama-sama melewati senja tembaga bersamanya kini tak lagi bersamanya...lalu kemana perginya ? bukankah langit tembaga itu masih tetap ditempatnya...mengapa tiba-tiba dia membencinya ? ayo, kita cari tahu jawabannya...

perempuan dengan hati lampus menjelma duka, ia ingin membuang luka dan melupakan sebuah senja ketika bayangan matahari tembaga menghiasi lazuardi....ia sedang mempelajari hatinya yang tergores...karenamu, lelaki itu.

apakah terpikirkan olehmu untuk membujuknya tinggal barang satu senja, menunggu lenyapnya mentari berwarna tembaga dan pelan-pelan membimbingnya menyambut gelap malam dengan sebentuk bulan bulat pucat.


perempuan yang tiba-tiba membenci mentari tembaga tak bergeming, ia hanya mau menunggu lelaki itu...

sekedar berucap ...selamat tinggal, kinasih...
sebuah panggilan hangat diantara dua hati yang terlibat.


tapi, hingga terbit bulan bulat pucat, tak pernah sepatah katapun ia dengar dari mulut lelaki yang pergi bersama mentari tembaga


sudahlah....


***

sebuah kisah ketika pemfitnahan dan pembunuhan karakter itu dilakukan...

dan perempuan yang tiba-tiba membenci matahari tembaga masih tetap bergeming disana, dalam senyum dan ikhlasnya


ia yakin, suatu saat kebenaran akan terungkap


sudahlah

***


mengenang sebuah cerita : 27 Juni 2009


pict by :
AJP

Rabu, 28 Juli 2010

rasakan saja



kau datang
disatu pagi (ku)
tawarkan satu hati
seperti datangnya fajar
indah begitu rupa
seperti siang
ketika hawanya menghangati
seperti malam
ketika sinar bintang menerangi

kau hadir
tawarkan satu hati
menjadi wadah cerita hidupku
menjadi peneman sepi

dan ketika aku tanya
apa lagi ini ?
jawabmu bijak,
sudah...
jangan pikirkan lagi
rasakan saja apa yang ( musti ) kau rasa
ambil sisi hatiku dalam genggaman jemarimu
pegang dan rasakan hangatnya
karena cintaku mengalir begitu rupa
bersamanya

inikah,
sebentuk cinta sumir yang kau tawarkan
gamang aku
menerima atau menghapusnya
dari catatan hidupku

salahkah aku
menyimpannya jauh ditubir hati
menggenggamnya erat
mencoba berharap
meski aku tahu
ini ( tak ) benar

cinta sumir
cinta tak berwujud
cinta kita
cuma cinta tak berbayang


pict : by AJP

suatu siang bersama dua sahabat .


siang yang redup, ketika aku ku memarkir motor didekat BTC. dari ekor mataku aku seperti merasa sedang diperhatikan oleh seseorang. aku lepaskan atribut koboiku, helm, kaos tangan, lalu jaketku...sejenak aku tarik nafas legaku....sejurus kemudian seorang laki-laki datang menghampiriku...seorang abang becak yang parkir tak jauh dari motorku...lelaki itu kemudian menegurku dengan sopan..."...panjenengan Ayik ya...? ". sontak aku pandang wajahnya, aku seperti melihat seseorang yang tak asing...siapa ya...memoriku berputar-putar menuju dimensi waktu yang lalu....ahhhh....aku tak ingat siapa orang ini. si lelaki masih berdiri disana, menunggu responku...lalu katanya, " Ayik. aku Parno...temanmu di SD ....."....what...? Parno ? yayayaya....aku ingat banget...parno teman SD ku dulu...lalu kami berjabatan tangan, tak lama kemudian kami terlibat dalam obrolan yang seru.... Belum hilang keterkejutan karena ketemu teman lama, dari sebuah mobil mewah yang diparkir tak jauh dari kami berdiri, seorang Bapak keluar dan menghampiri aku...." maaf...ini Mbak Ayik ya...maaf kalau saya salah..." ....apa lagi ini ? pikiran jahat saya sempat menyeruak, jangan2 Bapak ini bagian dari gerombolan mafia gendam hahaha...." saya Darto... , teman sekelas di SD ..."...saya dan Parno seketika kaget...." lho, darto...aku parno..." keduanya sama-sama kaget, keduanya lantas berpelukan erat...saya yang masih terkaget-kaget cuma bisa berdiri terdiam, tak menyangka akan ada pertemuan dramatis di pinggir jalan di depan BTC.... usut punya usut, mobil Mas Darto sudah terparkir didekat TKp sejak 1 jam yang lalu, bahkan mas Parno dan mas Darto duduk di kendaraan masing2 yang jaraknya tak lebih dari 2 meter tanpa saling menyadari bahwa ada sahabat lama berada didekatnya....ketika mas Parno menyapa dan bersalaman dengan saya, mas Darto memperhatikan sosok saya dan menyadari bahwa saya adalah teman lamanya...ketika beliau memutuskan turun dari mobilnya dan menyapa saya, tak terbersit dalam pikirannya bahwa lawan bicara saya adalah mas Parno sahabat kecilnya.....Subhanallah....Allah telah mempertemukan kami dalam suatu melodrama yang dramatis, ini adalah pertemuan semenjak perpisahan SD tahun 70an..hehehe....kalau bukan ditempat umum ingin rasanya saya berteriak...eureka....!!!...hehehe ....kemudian, kami menyisih, masuk kesebuah warung makan terdekat, melanjutkan obrolan nostalgik ini...cerita mengenang hari-hari kami di SD dulu, masa kecil yang sungguh indah...Mas Darto dan mas Parno adalah dua sahabat lama, mereka punya simpanan cerita seru jaman itu, sehingga obrolan kami tak terasa menjadi begitu cair... Mas Darto kini adalah seorang petinggi dijajarannya, sedangkan Mas Parno saat ini berprofesi sebagai penarik becak sewaan...... Kami bertiga terlibat dalam pembicaraan tentang cerita lama dan terkini...

satu jam obrolan tak terasa ketika mas Darto menanyakan keadaan keluarga mas Parno, mas Parno lantas bercerita bahwa dia punya dua orang anak yang masih duduk di bangku SMA, entah seperti apa ceritanya kemudian, saya merinding ketika mendengar mas Darto menawarkan diri untuk mengangkat putra-putri Mas Parno sebagai anak asuhnya dan berjanji untuk membiayai pendidikan mereka sampai sarjana....saya lihat mata mas Parno berkabut seperti menahan tangis....saya pun tak pelak turut merasakan haru dalam dada saya....tak hentinya saya sebut nama Tuhan dalam hati saya...Alllahu Akbar...Subhanallah...Alhamdulillah...hari ini Allah telah membuka sebuah hati, sebuah jalan kebaikan diantara dua sahabat lama saya....saya tak pernah menyangka bahwa kehadiran saya turut menjembatani pertemuan yang indah ini...
Terima kasih ya Allah....terima kasih untuk kesempurnaan rencanaMu...
semoga tali silaturahim diantara kami tak pernah terputus lagi....amin

Solo, 27 Juli 2010

***
pict taken from here,

based on true story, nama tokoh sengaja disamarkan atas permintaan ybs...


Senin, 26 Juli 2010

Patemon iki ora nate jangkep



***

kaya sakwijining wengi,

nalika sumurup ing kasmaran,

tanpa suara, tanpa suwala

pasuryanmu dak aras kanthi alus

astamu tak gegem kenceng

sidep premanen

anteng

ing ati rinenggan kapang

ana ngendi papanmu, kinasih

aku kapang

patemon iki ora nate jangkep



***


gambar dening : kangMas AJP



kalo gaptek dilarang ngoprek...


Alkisah, suatu sore saya sok-sokan pengin makeover blog ini...saya klak-klik alternatif template yang ditawarkan new blogger...huwaaaa...ternyata jadinya malah blog saya amburadul tidak seperti yang saya inginkan...maka malam itu setengah paniklah saya karena tampilan blog saya sangat jauh dari yang saya mau..
saya lantas mengkontak sohib gemblung soulmate saya Ernut, saya lapurkan kondisi terkini blog sekar lawu kepadanya...dalam keadaan mengantuk dia bertanya , " kembalikan ke layout lawas, kamu sudah simpan kan html nya...? "...huwaaaaa...pertanyaan aneh apa ini kok penuh dengan rumus ilmiah yang otak saya tidak nyandhak...., lalu saya teruskan dengan jawaban, " aku lali......aku lupa, Nut...trus gimana dunk...? ". alih-alih menghibur saya yang dalam ambang batas panik si Ernut malah menjawab sms saya begini, " waduh...pasti abis ini pertanyaanmu makin angel (sulit)...mending aku cepet2 tidur aja ahhh..."...gubrakkkk...ditinggalkan Ernut di jam 23.00 tengah malam saya makin panik...lalu melalui sinyal Fb yang kebetulan sedang bersambung dengan seorang sahabat, saya kemudian melapor perihal yang sama, " Mas, blog ku rusak :(( "...dijawabnya, " lha kok ndadak diubah2 layoutnya..." sayapun sempat muntab, jawab saya , " aja nyalahne...aku butuh solusi, bukan disalahin :(( kalau tahu diubah bakal rusak ya ra tak ubah...hikhik"...hahaha...mendadak saya jadi high tempered...padahal biasanya nggak begini... ( Ernut & sahabat yang satu itu pasti ketawa2 baca kalimat terakhir ini, mereka sudah kenal banget sifatku yang satu itu hihihi...)...begitulah...malam itu dengan setengah putus asa saya mencoba mengoprek format blog saya yang amburadul...hal yang sebenarnya mudah dan sangat 'kecil' buat orang yang tak gaptek segaptek saya....hihihi...

hari berganti...halah....saya masih berusaha mengoprek blog tercinta ini...tapi saya akhirnya menyerah karena format blog tak bisa kembali ke format yang dulu yang saya sudah merasa cucok...sampai akhirnya sang juru selamat datang....malaikat cantik saya, Aizs...dengan coolnya memberikan arahan ini itu dengan sabarnya....mengajari saya cara mengubah format sesuai yang saya inginkan...dan meski dengan cenunak cenunuk...akhirnya...tarrrraaa....untuk sementara...jadilah blog Sekar Lawu seperti yang Anda sedang saksikan sekarang ini...sekilas memang tak berbeda ya...tapi tentu saja berbeda banget dengan yang dulu...yang kemaren kan foto headernya full penuh...yang ini cuma maksimal segitu...hikz...nggak apa-apa...yang penting sudah tampil manis lagi dahhh...trus layoutnya juga berbeda , tapi so far, tetep manislah...halaaaahhh...Hanya saja saya coba pasangin lagi efek hujan salju kok malah jadi lola ketika dibuka ya...ya wis...nggak pake hujan2 saljuan aja dulu....
Dari pengalaman kecut ini saya mengambil banyak pelajaran untuk tidak sembarangan mengoprek sesuatu dengan dasar pemikiran dan kemampuanj yang pas-pasan....kalau sohib yg satu itu menuturi saya dengan bijak dan bersahaja, " setiap keputusan itu pasti ada harganya. itu ongkosnya merubah format..." thx ya Mas , thx to Ernut yang sudah mensupport saya sehingga saya tidak buru-buru patah arang dan memutuskan menghapus blog saya karena keburu emosi...hahaha....childish banget yak...

Ngluwari ujar saya siang tadi, kalau saya berhasil mengembalikan layout Sekar Lawu menjadi hampir mirip dengan yang dulu, saya mau bancakan...maka inilah dia bancakan inthuk2 kiriman dari teman saya Iyoenk....

walaaah...telaaat...bancakannya sudah habis dikeroyok tetangga....

dan ini adalah reaksi Ernut setelah melihat tampilan terkini blog Sekar Lawu..." lumayaaannn....daripada yang semalem...medeniiii...wkwkwkwk..."
tak sawat sandal tenan kok.... :))



Sabtu, 24 Juli 2010

janji sang pecinta hujan


***

bukankah kita pernah sepakat cerita kita akan berakhir pada saat hujan berhenti, sampai ketika jemari hujan menepuk lembut kaca jendela kamar, dan wajah senja yang merona makin menggelap. saat itulah cerita kita sudahi…
ketika kita memandang dari kejauhan anak-anak bertelanjang dada berlari riang menjemput hujan, menggoyang pucuk dedaunan, menggetarkan pasir dan tanah…berlari menjemput pelukan mesra para Ibunda…indahnya suatu senja bersamamu ketika hujan menjelang berhenti, kinasih

dan senja ini, hujan telah berhenti menyisakan bau tanah basah dan aroma khas pedesaan, racikan tembakau, cengkih dan aroma daun jagung dalam bakaran …betapa kita tergugu oleh waktu, diam berkepanjangan, hanya mata kita saling bicara…melihat rinai hujan makin menipis dan langit yang berwarna tembaga…sudah sampai waktunya

diteras kedai kopi ini, hati kita berkejaran dalam pinta…hujan…jangan pernah berhenti, biarkan kami terus tetap bersama seperti ini, saling memandang dalam kagum, berpagut hati dalam bisu, bergenggaman jemari seperti senja yang sudah-sudah, saling menyebut kata ‘kinasih’ untuk menguraikan rindu yang membuhul…hujan, tolong..jangan hentikan kami…

dan, senja ini hujan telah berhenti. jemari hujan telah kembali kerahim langit yang membiru dicumbui horizon senja…memecah segala rasa yang kita punya.
namun, mengapa kita masih duduk disini, kinasih ?
apalagi yang kita tunggu ? bukankah telah sampai janji kita untuk mengakhiri ini ketika hujan berhenti ?

hujan sudah berhenti dari tadi, tapi kita masih disini…lalu apalagi yang kita cari. bukankah hujan sudah menjawab dengan pertanda…
dan aku sadar, bahwa aku yang harus memulai bukan kamu…maka biarkan aku berdiri, menyalamimu dalam diam dan selaksa rindu yang kutabung…
aku pulang dulu, kinasih
kau diam, hanya matamu yang bicara…
membiarkanku membawa cinta kecilmu pergi bersamaku

***
ah, aku ingin ingkar janji bila tak ingat ada tiga hati menanti jawabku sore ini, ketika hujan berhenti sejak tadi
aku, kamu, kita adalah pecinta hujan yang tengah kehilangan…

***

pict taken from here

Jumat, 23 Juli 2010

jika langit meminangmu



***

jika langit meminangmu
biru dan putih kapasnya
seperti saat pertama kau menyentuhku
ingatlah ketika kita bercinta suatu senja
dibawah langit tembaga,
dan udara malam yang merona
kau dan aku pernah bersama
akui itu

jika langit meminangmu
katakan kau akan ingat
suatu malam kebersamaan
mematahkan segala hipotesa
tentang cinta yang datang
diwaktu yang tak tepat

jika langit meminangmu
diam dan perhatikan
mungkin kau temukan aku
diantara belantara awan
membelah langit
mengenangmu..

jika langit meminangmu
kenanglah aku
sebagaimana aku
menyimpanmu...


***

pict by : AJP

Kamis, 22 Juli 2010

selamat datang Naura...


suatu pagi dalam balutan mendung, aku duduk menghadap taman depan, berteman sepi.. hanya sesekali kendaraan melintas meninggalkan debu yang beterbangan dan melekati kulitku.tiba-tiba aku teringat kepada sesosok anak muda, sepertinya dia lebih tepat menjadi anakku, meski dia memanggilku dengan takzim...Mbak...
sedang aku serius memikirkannya, Tuhan seperti melihat isi hatiku...sejurus kemudian aku melihatnya datang bersama seorang perempuan muda yang aku kenal sebagai kekasihnya...
wajah keduanya begitu pias, seperti tak berdarah, bahu keduanya lunglai dan sorot matanya tak berani memandang bola mataku....ahhh...ada apa ini ?
lalu sipemuda berkata, "..mmmm...begini Mbak...saya...saya...ehhhh..."
siperempuan muda tak kalah gugup, dirapatkannya duduknya melekat kepada kekasihnya, seperti ingin berbagi kekuatan...
hatiku berkata, ada yang tak biasa...meluncur tanyaku bijak, " ada apa, nak ? "
kemudian sipemuda mulai bercerita...lebih tepatnya menjelaskan...ahhhh...lebih tepatnya lagi berargumen...." mbak, kiki (nama disamarkan) sudah dua bulan telat...."
wajahku seketika pias, bohong kalau aku tidak syok mendengar ini....tapi aku masih bisa mengendalikan diri...masih berusaha berpikir jernih...." So ? "
keduanya menghambur keharibaanku, seperti hendak bersujud....inikah bentuk permohonan maafmu, setelah kalian langgar komitmen itu, pranata sosial, pranata agama...bahkan hukum negara....ahukah kalau tkalian belum punya hak untuk melakukan itu....aaaargggh....
begitu susahnya hati ini menerima ini sebagai suratan....begitu berat rasanya membujuk hatiku untuk bisa menerima mereka kembali....setelah perdebatan panjang dan melelahkan akhirnya akupun berdamai dengan hatiku dan suratan itu...meyakini bahwa ini adalah takdir...tulisan tangan yang Maha Adil...aku menerimanya sebagai ujianku, Tuhan...maka mudahkanlah segala urusanku, hingga aku selesaikan semuanya dengan baik dan indah...karena aku percaya, dibalik kejadian selalu ada hikmahnya...
kedepannya, aku dan pasangan muda itu bersama menanti hari penting...hari akan kehadiran sesosok nyawa bermakna....hari yang kami tunggu 7-8 bulan kedepan...
ketika musim telah berkali-kali berganti. tentu saja tak sama seperti dulu. sejak aku menerima takdir itu kalaku melihat saat mereka melangkah ketika malam berubah menjadi begitu panjang-panjang. daun-daun begitu cepat mengering dan tak sempat memekarkan bunga. sesekali bila mengenang akan cita-cita dan rencana lama, masih selalu membuat air mataku jatuh. dan lagi-lagi, yang tertinggal, hanya aku dan ruang.aku tak bisa lagi surut, aku tak mungkin menyesali itu...
aku berjalan bersama cita-citamu yang kandas...sekaligus suatu perjalanan panjang menjemput harapan baru...akan dia, anggota keluarga baru.
dan hari ini, ketika malam bergeser menuju pagi, saatnya aku terbangun untuk menjalankan ibadah tengah malam, aku rasakan suatu anugerah datang....sesosok mahluk mungil tak berdosa, dia adalah cerminan cinta kedua orang tuanya, pasangan muda itu....tangisnya menghapus semua gundah dan menumbuhkan asa sejak penantian 7-8 bulan berjalan....selamat datang, cucunda....Naura Salsabila Madyaratri...bunga hati, air mata surga yang hadir ditengah malam yang indah...
kehadiranya semula diterima sebagai musibah....namun karena kebesaran hati kami, maka kehadirannya malam ini adalah anugerah terbesar untuk sepasang remaja yang aku cinta....
apapun itu, aku tak hendak menyesali....aku biarkan semua berlalu bersama waktu, aku menerima mereka sebagai bagian dari hidupku....betapa indah dunia keltika kita bisa menerima segala ujian..maka, menapaklah jalan kedepan dengan tegakkan dada....aku bersama kalian....Danang, Widya dan Naura...


***

dedicated to : Danang & Widya
special posting to baby Naura

pict by : AJP

Sabtu, 17 Juli 2010

dan aku mengertimu


 ***
 
dan kini aku bisa mengerti.
ketika cinta tak lagi sempurna
mengambang senyum pahit tak senada
diam tak berkata
beribu sepi menghanyut hati,
ketika tak lagi bersapa
tak lagi satu...

maka, aku tak hendak
mengumpan kata
itu salahmu...

ketika cinta yang datang kemudian
menghanyut birukan hatimu
membuatmu lupa akan takdirmu
akan komitmen itu

cinta tak pernah salah
cinta hanya tak kenal waktu,
cinta tak berhitung
cinta tak membaca
tak kenal siapa aku
tak tahu siapa kamu
tak tahu musti kau letakkan dimana ia
dalam kumparan cinta yang satu
dan kini aku bisa mengerti,
mengapa cinta begitu mudah menguap
tak berbekas
tak lagi mewujud
kehilangan makna
menjadi absurd
karena aku merasakan
apa yang tengah kau rasa
sehingga aku bisa mengerti ketika cinta itu
tidak lagi ada untukku

inikah

endingnya ?

***
pict by : AJP

Minggu, 04 Juli 2010

tragedi minyak tanah


 

Alkisah ketika saya SD, ibu saya punya warung kelontong yang diantaranya menjual minyak tanah. Setiap pagi tugas saya adalah menyedot (iya...menyedot) selang minyak tanah untuk memindahkan sebagian isinya dari drum besar ke tong yang lebih kecil... Sejauh ini saya nyaman dan merasa tak keberatan dengan kewajiban itu, sampai pada suatu hari karena kurang konsentrasi, mungkin, terminumlah oleh saya cairan sialan itu...cleguk...cleguk...rasa minyak tanah yang jauh dari enak apalagi segar....dan tragedi itu diakhiri dengan terkurasnya isi perut saya akibat muntah tak terkendali...hoeeekkkss...
Seumur-umur saya menyesali kejadian itu, apalgi kala menyadari bahwa sebenarnya saat itu sudah ada teknologi sederhana berupa alat pompa cairan yang diengkol tangan ataupun dipijat...huwaaaaa...Ibu, kenapa tak kau sisihkan sedikit rejeki untuk membeli pompa itu sehingga aku tak perlu tertelan minyak tanah...
Tahukah, sejak tragedi minyak tanah itu saya menjadi sangat paranoid dengan yang namanya minyak tanah. Jangankan kena dan mencium baunya....baru membicarakan saja sudah mampu membuat perut saya bergejolak.....sejak itu, saya benar2 benci dan menghindari kontak dengan benda cair satu itu. Kalau terpaksa, maka saya akan menahan nafas maksimal agar tak tercium baunya, kalau terpaksa bersinggungan sehingga kulit tangan atau bagian tubuh lainnya terkena maka buru-buru saya akan membasuhnya dengan sabun seperti habis terkenan najis....

Begitulah, trauma yang nampaknya begitu sederhana ternyata tak mudah menyembuhkannya....bahkan ketika saya sudah berumahtangga dan harus memasak dengan kompor minyak tanah (ketika kompor gas belum terbeli), maka yang ada adalah hari-hari tersiksa....sampai akhirnya ada rejeki cukup untuk kami memiliki sebuah kompor gas berikut tabungnya...lega rasanya hati ini tak harus berteman dengan benda cair yang sangat sangat saya benci itu...
Lucunya lagi, tak banyak orang dan kerabat yang tahu mengenai masalah psikologis yang saya hadapi ini...karena saya memang sengaja tidak mau bercerita kepada orang2 disekitar saya...saya malu sebenarnya, dan takut dibilang aneh, tepatnya... Seringkali dalam beberapa kesempatan saya terpaksa (dipaksa) berakrab-akrab dengan minyak tanah, misalnya kalau lagi membantu memasak di hajatan kerabat yang belum menggunakan kompor gas, atau kalau dimintai tolong seorang ipar yang gemar dikerok dengan menggunakan coin dan sepiring kecil minyak tanah....saya pasti sudah setengah mati menahan mual...tapi tak pernah sampai hati menolaknya...hehehe....
Saat ini , setelah hampir 35 tahun berlalu sejak tragedi minyak tanah itu saya sedang berpikir untuk menyembuhkan diri saya dari kungkungan keterbencian saya terhadap minyak tanah...saya sedang mencari cara-cara manis menundukkan trauma psikologis saya. Dari mulai mencoba mencium baunya sedikit-sedikit..., membiarkan lama-lama tangan saya terkena caoiran minyak tanah, mencoba berakrab-akrab dengan baunya...huwaaaa....ternyata tak mudah...saya masih saja merasa benda cair ini adalah benda paling menjijikkan....baru mencium baunya saja perut saya sudah terkocok-kocok disko, apalagi menyentuhnya...tidakkk...!!!
Saya belum bisa menghilangkan perasaan itu....hingga detik ini. Menyedihkan.





Kamis, 01 Juli 2010

aku, kamu : kita, sang hujan dan bulan bulat pucat


***
aku menyapamu dalam basah, 
dan tampias hujan dibalik kaca jendela berjelaga...
memandangmu dibalik tabir bias bulan bulat pucat,
berbagi rindu seperti dua tiga bulan lalu
saat-saat terindah ketika jemari kita saling menggenggam
tak peduli ada air hujan membasahinya
bulan perak, 
hujan dingin berkepanjangan
senyummu yang hangat
tak ada sapa rindu dari bibirmu,
karena kita sama - sama tahu dan rasa
bahwa rindu tak harus dikatakan
cukuplah dibagi dalam rasa didada
seperti malam ini, kendati tak lagi hujan
tapi kita rasakan sejuknya rindu
antara : aku, kamu ,sang hujan dan...
bulan bulat pucat
tak cukupkah sebentuk rindu ini untukmu,
kinasih...?

***

pict by : AJP

Senin, 21 Juni 2010

puas tak puas


beberapa hari terakhir saya selalu terbangun pagi dengan sisa mimpi yang absurd, kadang mimpi itu dilingkupi keganjilan. sepertinya memang ini adalah efek dari rasa gelisah saya akhir-akhir ini. rasa gelisah yang kadang membuat saya mati gaya karena tak pernah bisa menjabarkan maknanya.mungkin saya hanya terlalu bosan atau terlalu takut untuk terus menerus mengeluh...tepatnya, saya malu hati sendiri kalau harus mengeluh.
saya tahu, cuma Tuhan yang Maha Mengetahui ada apa dibalik keganjilan ini, yang jelas, saya menjalani hari-hari saya dengan sedikit memaksaNya mengerti apa yang saya mau....baru kali ini, Tuhan kok dipaksa mengerti sama saya....duuuuhhh...

akhirnya saja bujuk diri ini untuk menerima apa adanya jalan hidup yang Dia tetapkan untuk saya. saya hanya percaya bahwa apa yang terjadi pada saya adalah yang terbaik untuk saya.
kadang hal-hal kecil mampu membuat saya mengeluh berkepanjangan, udara panas, mata mengantuk disaat yang tidak tepat, mendengar anak2 membantah apa kata saya tanpa melalui proses diskusi (sok demokratis), didera flu berat yang tak kunjung hilang setelah satu minggu berlalu, atau melihat teman2 yang nasibnya lebih beruntung daripada saya...siiighhh***

seorang sahabat pernah mengatakan begini, 'pangkal ketidak bahagiaan adalah ketidakpuasan...dan rasa tidak puas adalah efek dari sukanya kamu membandingkan..'...OKelah kalau begitu, jadi kesimpulan sementaranya adalah kembali kepada petuah swargi Bapak saya, ' nrima ing pandum, ananging aja ucul saka ikhtiyar...' yang terjemahan bebasnya kira2 , 'terimalah suratan nasibmu, tapi jangan pernah lepas dari usaha...'

jadi, saya pikir saya masih perlu belajar banyak bagaimana cara mensyukuri hidup saya.
ajari saya...


***


Minggu, 20 Juni 2010

embun dipucuk melati itu



seperti embun menggantung diujung kelopakmu,
seperti itulah rinduku kepadamu,
hanya bisa merabai bayangmu,
tanpa bisa merasai hadirmu
biarkan aku bayangkan pagi basah dan melati berembun dalam genggaman
seperti itulah yang kurasakan pagi ini
tak lebih,
atis dan dingin, membayangkan kebersamaan itu,
bersama senyum kecilmu dalam bayang hati,
aku menguntai melati...seperti ini
seketika rinduku merebak kembali, kinasih
seperti saat pertama kita bersama dulu

kinasih,
biarkan embun tetap menggantung,
agar aku bisa merasakan,
sejuk hati kalau jemarimu menyentuhku
suatu hari, dulu...


***

pict by : AJP

Kamis, 17 Juni 2010

maju tapi tetap mundur




Baru kemaren saya posting tentang sawah depan rumah yang dibajak,eh pagi uthuk-uthuk tadi sang sawah sudah mulai ditanami padi...
Riuh ramai suara para penggarap sawah ditimpali oleh kicau burung - burung liar, membuat suasana pagi di dalemBadran jadi tak seperti biasanya. Mereka memang bukan petani pemilik tanah sawah, mereka adalah buruh tani penggarap sawah. Mereka memang dibayar untuk menanam padi itu, bayarannya 15rb/hari...Para buruh penggarap ini bukan penduduk asli kampung sini, mereka bahkan datang dari desa Karangpandan yang jaraknya lebih dari 15km dari dalemBadran.

 
Padi ditanam begitu rancak oleh ahlinya, tanah sawah yang beberapa bulan ini nampak kerontang, tak sampai 2 jam kemudian sudah menjadi hamparan sawah dengan bibit padi yang menghijau...

Foto yang ini diambil pada jam 6 pagi, ketika baru beberapa jengkal tanah tergarap. Sempat berhenti sebentar dan ketawa cekikikan karena tahu sedang diabadiken oleh kamera saya...katanya " kula dipoto nggih, Bu....Lhah rupo pating kecumut kok dipotret too...hihihi...",
"Mboten nopo-nopo, budhe. Ajeng kula lebetaken majalah flora dan fauna...",
jawab saya asal.

Nah, kalau gambar yang ini diambil kira-kira jam 8.30. Pekerjaan sudah hampir kelar...hamparan tanah sawah tinggal menunggu subur menghijau...Pemandangan dalemBadran kembali hejo royo-royo..., view yang sangat aku rindukan...

BTW, teknologi menanam padi kok tidak menjadi teknologi maju ya...ya iyalah...kaluk terminologi teknologi maju merujuk pada arti kata kemajuan-kecanggihan, maka teknologi menanam padi sampai kapanpun akan menjadi kemunduran...sodara-sodara, horokk...kok bisa...?
Kata mbok tani tadi, kaluk kita nanamnya tidak sambil berjalan mundur,ya percumah...sudah ditanem diinjak lagi, rusak duong tanaman padinya...Makanya, kata mereka ini namanya teknologi kemunduran...bukan kemajuan teknologi atau teknologi kemajuan.(semoga yang bacanya gak bingung, saya cumak mengutip apa kata mereka)

Kaluk teknologi maju sudah sampai pada substitusi alias menggantiken tenaga kerbau dengan sebuah traktor bajak, kenapa tidak diciptaken sebuah alat canggih buat menanam padi yang praktis saja ya ? atau sebenarnya sudah ada, cumak saya yang belum tahu...? Wahai para ahli pertanian, bisakah Anda menjawab tanya saya...

Tapi kalau, sudah ada cara praktis (mesin penanam padi) lha mbok tani tadi nganggur dhuong...., mereka ngerjain apa ?

Rabu, 16 Juni 2010

Kebo (sekarang) minumnya solar...




Pagi ini didepan dalemBadran terhampar pemandangan baru..., tanah sawah kering sehabis panen terakhir 2 bulan yang lalu sudah mulai di "luku" atau dibajak. Pak tani mulai bekerja sejak habis subuh, pekerjaan membajak sawah pagi tadi menimbulkan efek suara yang gemuruh sehingga membangunkan para penghuni sekitar sawah termasuk penghuni dalemBadran...Tentu saja, pak tani menggunakan traktor bajak buat membajak tanah sawahnya...
Memang lebih praktis,efektif dan efisien daripada membajak sawah dengan mengandalkan tenaga kerbau atau sapi seperti jaman dulu kala.Namanya juga jaman kemajuan...kata YangTi (kamsudnya ?)...qiqiqi...bahasa yang sederhana.
Well, kerbau mekanik berwarna merah diatas tentu tidak mengkonsumsi aneka rerumputan dan tak perlu dikombor dengan campuran katul-air dan suketan...karena dia sudah cukup puas dengan beberapa liter solar...tidak perlu repot memandikannya disungai diutara kampung, cukup digrujug air sumur saja. Memang segalanya menjadi lebih praktis ya...hari gini..., sapa sih yang mau repot2 kayak jaman dulu...?
Aku jadi terkenang masa kecil dulu, kalau MbahKung Magelang membajak sawah dengan si item (nama kerbau peliharaan Mbahkung) aku suka numpang mbonceng dihaluan belakang luku nya, kerbau dikendalikan oleh Kang Sangsang sambil berteriak hrrrr...hrrr...ciakkk...ciaakkk....Oh, kenangan manis ya...dan ini tak akan lagi dialami oleh Karin dan Aizs, saat ini...

Minggu, 13 Juni 2010

begini rasanya...


mungkin seperti inilah rasanya jatuh cinta (lagi) kepadamu. aku melihat bunga bermekaran dalam warna elektrik yang cerah terang, warna-warna gelap seketika tertelan komposisi warna akibat kehadiranmu...mungkin benar aku lebai, tapi inilah yang aku rasakan saat ini. bila jantungku berdetak tiga kali lebih cepat, dan berdebar berdenyar-denyar tiap kali aku mendengar suaramu yang mengatakan rindu...uhuiiii

jatuh cinta (lagi) kepadamu seperti senja kala merapal mantra yang sudah lama aku ingin hafal diluar kepala, kini barang tentu aku tak takut lagi salah eja. mungkin kau tak akan percaya, tapi memang seperti inilah rasanya... tak pernah habis rindu ini aku bagi denganmu, selalu saja rindu makin pekat melingkupi hatiku.

jatuh cinta (lagi) kepadamu bukan hanya serasa mendapati kupu-kupu menari dikulit tubuhku, tapi juga merasakan gelinjang indah ketika serangga manis itu menari didalam lubuk dadaku....menyenangkan, menenangkan,memabukkan....seperti tak mau lagi melepasmu pergi ....

jatuh cinta (lagi) kepadamu adalah keindahan batin, fatamorgana dalam mimpi panjangku setiap hari....meyakini ketika kau ada, hadir dan tersentuh...meski kita tak mungkin (saling) memiliki...

beginilah rasanya jatuh cinta (lagi) kepadamu... aku suka sensasinya...


***

thx to Wiwid & Aria,
untuk sejuta inspirasi yang telah dibagi
congratz...




Selasa, 01 Juni 2010

kumiliki sendiri



bolehkah aku memilikimu untuk diriku saja ?
aku merasa hari-hari bersamamu menjadi begitu indah
ingin aku menyimpan ini jauh-jauh dalam bilik hatiku,
kumiliki sendiri,
kunikmati sendiri,
sehingga aku dapat
menyapamu setiap degup jantungku bertalu,
menengarakan kata cinta...cinta...cinta
seperti hari ini,
dihari istimewamu
menyadarkan aku
bahwa dirimu adalah satu-satunya
yang mampu membuat irama jantungku,
berdetak lebih cepat,
menempatkan aku disisi terbaik dalam hidupmu,
pun,
meyakinkan kita berada pada tempat dan saat yang tepat,
meyakinkan bahwa engkau adalah yang terbaik, buat aku

dan engkau tahu,
aku tak pernah bisa berjanji lebih dari yang aku bisa,
mungkin cuma ini yang bisa aku sampaikan
bahwa aku meyakini,
ada banyak cinta untukmu,
hari ini sampai akhir hidup kita
selamat ulang tahun,cinta


***

satu lagi puisi cinta Mumpuni Esti untuk Buyung Rahmansyah

pict taken from here