Jumat, 28 Agustus 2009

rindu mengambang



jangan salahkan angin
ketika dia membawa rindumu pergi

tak disampaikannya rindu itu kepadaku

karena angin berhembus suka-suka


salahmu, kau titipkan rindu kepada angin

mengapa tak kau bawa sendiri

tak kau hantarkan sendiri rindu itu
pada hatiku


salahmu, ketika kau percaya
bahwa
angin akan datang padaku suatu hari
membawa rindu kecilmu

salahmu, karena kau tahu

rindu yang kau titipkan untukku
adalah rindu yang mengambang...

sekarang, katakan padaku jujur,
masihkah kau rindu padaku ?

kendati aku masih menunggu

tapi aku tak mau menunggu
untuk bilang
bahwa
jujur,
aku rindu padamu...


Selasa, 25 Agustus 2009

Taman Sri Wedari...

Gerbang Taman Sri Wedari, kini...


Suatu sore sembari menunggu jam tayang lesnya anak-anak saya jalan-jalan ke Taman sri Wedari, sebuah space hiburan ditengah kota Solo. Taman Sri Wedari ini sewaktu saya masih kecil dulu rasanya adalah taman yang paling indah yang pernah saya lihat. Ada bonbin nya ada gedung pertunjukan wayang orangnya, ada sebuah danau buatan yang ada pulau ditengah-tengahnya...Seingat saya hampir setiap hari minggu, Bapak,Ibu dan saya berboncengan vespa menyambangi Taman Sri Wedari ini.

Waktu duduk dibangku SD, Bapak selalu mengajak saya nonton pertunjukan Wayang Orang di gedung WO Sri Wedari. Sebagai visualisasi cerita wayang yang setia Bapak dongengkan sebagai pengantar tidur saya... Pemandangan yang sangaat jauh berbeda yang saya temui sore ini. Penampakan taman Sri Wedari yang saya lihat sungguh sangat memprihatinkan. Taman Segaran yang dimata kecil saya dulu begitu eloknya sekarang berubah kumuh dan kotor. Fungsinya juga berubah, sekarang menjadi kolam pemancingan umum. Kebun binatang sudah dipindahkan ke Taman Satwa Taru Jurug yang letaknya bjauh dipinggir kota.

Sebagai salah satu aset kebanggaan warga Solo, Jawa Tengah, Taman Sriwedari perlu dipertahankan sesuai konsep aslinya. Karena itu, pengembangan Taman Sriwedari semestinya dipikirkan untuk jangka panjang. Apalagi arsitektur bangunan di sekitar Sriwedari yang didirikan belakangan ini tidak lagi selaras dengan arsitektur taman tersebut.
Dengan berjalannya waktu, kini yang tersisa dari Taman Sriwedari hanyalah Segaran dan Museum Radyapustaka. Kedua tempat itu pun,menurut saya, agak berubah dengan tidak ada lagi taman dan kebun binatang. Apalagi dengan banyaknya bangunan baru yang dibangun tanpa memperhatikan konsep taman. Solo sudah kehilangan paru-paru kota...


bekas gedung bioskop Solo Theater, sekarang menjadi penampungan darurat bagi pedagang Pasar Windujenar (d/h Triwindu)


Segaran, danau buatan yang dulu sangat indah...
kini menjadi tempat pemancingan umum...


Taman Kapujangan dulu, sekarang menjelma menjadi Restoran Boga


Masterpiece, patung Gatotkaca Pergiwa...


Gedung Wayang Orang Sri Wedari mempunyai nilai historis buat saya. Selain setiap malam minggu dan malam senin saya sambangi bersama kedua ortu, saya juga beberapa kali pentas nari di gedung ini. Sungguh kenangan indah masa kecil yang tak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya. sayangnya, saya tak punya satupun dokumentasi saat menari di gedung ini...Sayang sekaliii... Namun, semoga ini bukan obsesi yang gak kesampaian sehingga butuh pelampiasan...qiqiqi...secara saya sempat mendokumentasikan ketika Aizs kecil sempat pentas nari di gedung wayang orang Sri Wedari itu....





Penampakan wajah gedung W O Sriwedari...

Aizs kecil menari Yapong di gedung WO Sri Wedari

Aizs, putri kecilku dalam kostum Yapong

Pertunjukan wayang orang di gedung Wayang Orang Sri Wedari


Kamis, 13 Agustus 2009

menjadi angin



kubayangkan ketika
menjadi angin
agar kusentuh jemari kokohmu
kutiup lembut rambut dua warnamu
merasai saling rindu

yang kurasa,
tak mungkin lagi
menyentuh jemarimu,
meniup lembut rambutmu
bahkan
sekedar mengingat senyummu

hanya sapamu
didunia tak bertepi
menemani hari-hari

jika aku angin,
aku hanya ingin
bersamamu,
menggali kenangan
didunia tanpa tepi
ini



ilustrasi: Picasa Web Album

Selasa, 11 Agustus 2009

Bunda Dyah Suminar



Bunda Dyah bersama lakoneee..... Lho, lakone sapa ?
Bukannya kebalik Yik ? qiqiqi



Senin, 10 Agustus 2009 kemaren saya mendapatkan kesempatan berharga berjumpa dengan seseorang yang istimewa, menurut istilah blogger moment ini disebutnya kopdar alias kopi darat alias bertemunya blogger di dunia nyata...biasanya kan cuma ketemuan di dunia maya sajah...
Mengapa istimewa ? karena saya bertemu dengan Bunda Dyah Suminar, sosok perempuan yang saya kagumi sejak lama...sejak mengenal beliau melalui blognya Bunda Dyah Suminar...

Beberapa hari sebelumnya Bunda Dyah sudah menghubungi saya melalui pesan singkat, mengajak kopdar sekalian lunch..., namun karena beliau ada acara yang mendadak harus dihadiri maka akhirnya acara itupun gagal. Lalu Bunda berjanji akan bertemu lagi dalam kesempatan pembukaan gerai baru Al Fath, salah satu unit bisnis beliau yang dibuka di Solo., menyusul 7 gerai Al Fath yang sudah eksis di berbagai kota di Indonesia.
Dua hari sebelum tanggalnya, staf beliau langsung menghubungi saya menanyakan kemana alamat undangan akan dikirimkan. Lalu hari berikutnya, undangan sudah sampai ditangan saya. Sejurus kemudian, Bunda Dyah mengkonfirm apakah undangan sudah saya terima dan memastikan untuk saya bisa menghadiri acar Soft opening Al Fath sekalian berjumpa dengan beliau. Sejujurnya saya merasa tersanjung mendapat kesempatan berharga untuk bisa bertemu dengan beliau yang super sibuk ini...

Pagi itu, saya bersama beberapa teman sudah siap di TKP...halaah... Menunggu seseorang yang sudah lama saya kepengin bertemu ini..., tak lama kemudian Bunda datang, berhubung saya merasa harus menata hati yang kebat-kebit ini. ( dag dig dug pyurrrr...)..maka Bunda lah yang lebih dulu menyapa saya, katanya " mana Mbak Ayik nya ...? ", lalu saya jawab " Bunda, saya Ayik ...", Lhoh, Bunda kayak agak bingung gimana gituuu... " Lha kok kalem...? "... Walaah... Bunda ini belum tahu saja...., tak lama kemudian kami sudah terlibat dalam perbincangan yang asyik, cekikikan ( saya sih yang cekikikan, Bunda nya mah tetap kalem dan elegant...)...seperti teman lama saja... Kemudian saya aturi Bunda Dyah untuk beredar menyapa para tetamunya, saya perhatikan dari jauh, betapa energiknya Bunda yang satu ini, senyumnya tak pernah lepas menghiasi bibirnya. Perawakannya ternyata lebih mungil dari yang saya bayangkan,.haaalaaahh..saya serasa raksasa berada disampingnya...qiqiqi...
Saya kagum akan energinya yang seakan tak pernah habis, begitu banyak kesibukannya dari mengurus warga masyarakat Yogya mendampingi Pak Walikota Herry Zudianto, momong begitu banyak warganya..., juga mengurus bisnisnya yang makin sukses... Sebagai Ibunda dari ketiga putra-putri, dan nenek dari cucunya Zee...
Saya juga merasakan betapa Bunda ini menempatkan para stafnya sebagai anak-anaknya...semua begitu takzim dan nyaman bersama Bunda Dyah ,seperti kepada ibunya sendiri... Sayang Nut, kamu nggak ada disini bersama kami, kalau saja ada Ernut, walaah...pasti makin nggladrah gojegan kita, Bunda pasti bingung, kok ada dua ibu manis tapi cengingisan kayak begini...qiqiqi... Yang diingat Bunda Dyah dari saya yaa...qiqiqiqiqiqi...nya saya ini... Benar kan, Bunda ?

Begitulah, dua jam saya bersama Bunda... menikmati ramahnya pelayanan para staf Al Fath, menikmati di makeover wajah dan jilbab saya di salon Jilbab yang tersedia... Berasa menjadi ratu sehari dah.... Hihihi...

Bunda Dyah Suminar, terima kasih untuk kehormatan kali ini...untuk kesempatan merasakan hangatnya bersahabat bersama Bunda dan para staf Al Fath... Saya tunggu kesempatan lain untuk bisa kopdar lagi, bercanda lagi, bersama Bunda...

Terima kasih, Bunda Dyah...




Weekend bersama duo gemblunK


Weekend kemaren, sohib gemblungku Ernut bertandang kekota kelahirannya alias mudik ke Solo, karena ada beberapa keperluan keluarga, nengok Ibunda, ngurus ini-itu dan tentu saja agenda pentingnya adalah bertemu denganku...kembarannya...kembar gemblungnya...qiqiqi....

Jadilah saya datang ke Chendrawasih, kediaman YangTi tempat Ernut menginap, sayasudah sepakat untuk menghabiskan malam minggu berdua Ernut...
Malam itu kami niati dengan mengawalinya bersama di hik wedangan....berhubung sudah lama tak beredar wedangan di kota solo, maka saya dan Ernut memilih njujug saja di wedangan Pak Kumis di Manahan... Yah seperti biasanya bila dua mahkluk manis berjumpa, tak ada kata selain bercanda bertukar cerita bersama disambi...nuthul...dunk... Teuteup...

Setelah puas mengisi perut dengan aneka thuthulan khas wedangan ( akan di posting khusus di DuoEmak), maka kamipun meluncurlah ke arena SIPA ( Solo International Performing Arts) 2009, di Pamedan Mangkunegaran... Kebetulan tepat didepan Istana Mangkunegaran juga digelar night market Ngarsopura tempat dimana kita dapat berbelanja aneka souvenir khas kota Solo... Namanya juga dua ibu manis, paniklah kita melihat aneka dagangan yang lumayan terjangkau harganya ini... Ernut sebagai juragan tentu tak melewatkan kesempatan baik untuk belanja ini itu...qiqiqi...akhirnya dua baju batik kembar (modelnya) pun dibelinya buat kami berdua... Tradisi Ernut bila bertemu dengan ku, entah saking cintanya atau bagaimana...pasti dia membeli baju kembaran untuk kita berdua. Saya hitung, ini sudah kembaran yang ketiga yang kita punya...qiqiqi...sering2 ketemuan aja yah Nut...


Salah satu performnya peserta SIPA 2009 di Pamedan Mangkunegaran


Suasana Night Market Ngarsopura

Holoooh...beginilah cara Ernut menyindir size kakiku yang ruarrr biasa...

Berhubung sohib gemblung yang satu ini punya hobi memotret yang sudah akut, maka kesempatan di arena SIPA tak dilewatkannya untuk berburu gambar-gambar bagus sebagai bukti kepada Mas Oen bahwa dia sudah benar-benar berkunjung ke kota Solo, sekaligus diniatkan sebagai ilustrasi posting di blognya... Dan saya yang manis ini, mau nggak mau, terpaksa nggak terpaksa, tanpa harus dipaksa dengan sukarela dan pasrah menjadi model bidikan kamera Ernut... Berasa kayak fotomodel saja saya ini, segala bentuk gerakan saya dijepretnya...walaah...Nuuut...tahu begini aku kan ya dandan dulu pakai baju yang seksih..gimana giiituuu....


ditengah keramaian SIPA 2009


Penginnya sih bergaya seksih kayak Reza...


Begitulah, malam mainggu yang indah itu akhirnya kami habiskan dengan ngobrol berdua sambil menggelar tikar di teras rumah Chendrawasih... Berbagi ceritah bak dua orang insan yang sudah lama nggak ketemuan dan lagi asyik kangen2an...walaah...lebaii banget dah... Cekikikan sepanjang sisa malam, sampai akhirnya kamipun tepar kehabisan bahan dan akibat kekenyangan.

Paginya, agenda kami adalah menikmati suasana minggu pagi di kawasan stadion manahan. Apalgi yang kami jujug pertama kali kalau bukan wisata kuliner...ya iyalahhh...mencoba aneka thotholan kan sudah menjadi hobi utama kami...qiqiqi...jangan heran ya, dalam satu kesempatan kami menikmai empat menu sekaligus : pecel ndesa, cabuk rambak, nasi liwet dan wedang asle...mantabbbs...!


di Manahan, minggu pagi menikmati aneka kuliner khas Solo...pecel ndeso, cabuk rambak, sega liwet

Dari Manahan, Ernut dan saya menuju ke taman Balekambang yang letaknya tak sampai sepelemparan batu dari sudut Manahan. Taman ini sekarang sudah ditata dengan cukup apik dan menawan, menjadi sebuah space terbuka hijau indah di tengah kota... Asri dan sejuk hawanya.... Dan Ernut pun 'ngedan' dengan aksi jepretan kameranya ditaman ini...dan lagi-lagi saya dipaksanya menjadi modelnya...yah, saya cuma bisa pasrah (setengah ngareeep...) . Silahkan menikmati hasil jepretan Ernut dengan fotomodelnya yang manis ini...

Manis ya saya...... ?(kedhip 4 x )


Holoooh....gaya bak tekooo....


Sumpriiit...gaya meloow ini Ernut yang mauuu...



Badhalah...bagus ya ? (background nya)


Sesudah puas jalan di taman Balekambang, maka tujuan berikutnya adalah Kampung Batik Laweyan. Ernut itu, biarpun asli Solo tapi kan merantau ke ibukota sudah lama, sehingga ketika pulang maka dia bak wisatawan yang tak lupa belanja-belanja. Hobi belanja tersalurkan di kampung batik Laweyan inih... Qiqiqi...ayo Nut, shop till U drop daah...



Lhah , kok aku lagi ? Maap, berhubung Luna Maya lagi banyak job, maka saya yang menggantikan...


Di kampung batik laweyan..., lihat dunk baju kembaran kita..menegaskan identitas bahwa kita memang kembar gemblungnya...waaakhs!

Begitulah, weekend indah bersama kami berdua... Senang bisa berbagi cerita bahagia ini dengan teman-teman blogger...

Jadi, kapan teman-teman berkunjung ke kota Solo seperti Ernut ? Asyik lhoo...




Kamis, 06 Agustus 2009

Tatuuut......

Rasa takut akan sesuatu adalah wajar dialami setiap manusia, konon rasa takut itu adalah reaksi manusiawi yang secara biologis merupakan mekanisme perlindungan bagi seseorang pada saat menghadapi bahaya. Rasa takut yang berlebihan akan sesuatu lazim disebut sebagai phobia..
Obyek phobia bisa apa saja, berbeda antara satu orang dan yang lainnya. Phobia terhadap sesuatu yang dirasakan seseorang tak selalu sama dengan phobia yang dirasakan orang lainnya...halaah...malah bingung aku kalau ngomong yang ilmiah-ilmiah.

Intinya saya cuma mau cerita tentang uniknya phobia yang dialami bebrapa teman saya. Alkisah, ada teman saya, sebut saja namanya Atik, dia ini takuut sekali sama yang namanya eh...kalau mendengarkan anjing mengonggong. Kalau cuma sama anjingnya sih dia nggak takut, asal anjing itu kalem dan cool dan, kalau perlu bisu a.k.a tuna wicara a.k.a tuna menggonggong.. Anehnya lagi, si Anik ini cinta banget sama yang namanya anjing, dimanapun ketemu anjing pasti nalurinya untuk menguleng2 binatang itu akan segera dilampiaskan... Terkadang si anjing diam mendengkur keenakan dielus-elus, nah kalau anjingnya kagak bersahabat dan dia menggonggong, maka si Anik akan terbengong-bengong, dagdigdug,pucat dan berkeringat dingin... Aneh ta ? Begitulah si Anik, sipencinta hewan anjing tapi tak suka gonggongannya.

Ada lagi, anak teman saya, masih ABg ketika pertama kali saya bertamu kerumahnya. Hari itu saya pakai baju yang ada ndhol-ndhol ( corak polkadot ), saya tidak ngeh waktu melihat anak ini membukakan pintu dan saya angsurkan tangan untuk salim kok tiba-tiba mak klepat anak ini lari kedalam... Usut punya usut, ibunya bercerita kalau anaknya takut setiap kali melihat baju atau kain, atau apapun itu yang bercorak polkadot.... Dan itu sudah dialami sianak sejak masih balita, konon awalnya dari sebuah mimpi, dalam mimpi itu si anak seperti melihat ribuan motif polkadot yang tiba2 membesar menjadi sebuah lingkaran besar dan berat dan menindih badannya sampai gepeng... Wah, ini kasus serius, kata saya... Anak ini harus dibawa konsultasi ke ahlinya (psikolog), usul saya. Si ibu mengiyakan...tapi saya malah lupa tak memantau perkembangan psikologis si anak sejak peritiwa itu...

Nah kalau saya sendiri seperti yang teman-teman tahu, paling takut setengah mati sama yang namanya ular... Ngak yang kecil sepanjang jari, apalagi yang gedhe macam phyton atau anaconda... . Takut, jijik, benci....sudah tumplek bleg saya rasakan terhadap hewan melata yang satu ini. Saya nggak ingat lagi sejak kapan saya benci mati pada ular ini... Tapi saya masih ingat, suatu peristiwa di tahun 1986, di ruang kuliah, saya yang ketika itu sedang mengikuti ujian semsteran mau pinjam tipex kepada seorang kawan ( cowok), kata teman saya itu, " ambil saja di tasku, Yik". Saya rogoh dong tasnya, dan saya temukan tip ex yang saya maksud. Sesaat setelah itu saya kembalikan tip ex nya sambil basa-basi saya nanya " di tasmu kok ada anyep-enyep empuk, apa an sih itu ? ", kata teman saya dengan tenangnya , " oh. itu, ular peliharaanku...tak bawa...karena...", tak sempat saya dengarkan lanjutan kalimatnya, saya langsung lemas tak berdaya... Jadi yang saya pegang2 tadi didalam tasnya itu adalah seekor ular.... HUaaaa....... Makin benci saya kepada binatang itu...
Sampai detik saya menulis ini, saya masih tetap tidak bisa menerima kehadiran ular dalam bayangan hidup saya (membayangkan pun tak sanggup), bahkan rasanya waktu mau nikah dulu saya juga gak sempat mimpi digigit ular...wakakak.... Saya bisa parno kalau menonton tivi dan ada tayangan tentang ular atau gambar ular yang numpang lewat. Kalau terpaksa nonton, karena beritanya agak penting, maka secara otomatis saya akan menaikkan kaki saya ke sofa seakan dibawah sofa itu ada ular kayak yang di tivi.... Saya juga pernah parno gara-gara tiba-tiba membayangkan ada seekor ular diatas ranjang tempat saya tidur. Langsung saja saya bongkar sperai, dan saya intip barangkali dibawah kasurnya ada seekor ular....nggilanik ya kalau itu benar-benar terjadi... Begitulah, sampai saat ini saya belum bisa mengatasi rasa takut berlebihan kepada ular...

Ada lagi, anak sepupu saya, takut sekali sama yang namanya wujud perempuan jepang berkimono tradisi jepang dengan pupur - bedak- diwajah yang tebal dan medhok merok, dan bentuk bibir yang nyumlik karena dibentuk oleh lipstik yang kesannya agak aneh... Kalau ini memang latar belakangya ada, keponakan saya ini dulu waktu masih kecil suka ditaku2i oleh baik ibu maupun pengasuhnya dengan gambar perempuan jepang itu...walhasil, sampai sekarang dia phobia dengan penampakan wanita jepang dengan dandanan yang menurut dia aneh ini...

Satu lagi yang aneh, ada kenalan saya yang takut sama payung hanya gara-gara waktu masih di Tk pernah kejepret payung yang dibuka ibunya. Jadi sepanjang hidupnya kalau terpaksa kehujanan dia nggak mau pakai payung, maunya pakai jas hujan saja... Pernah dia harus kondangan dengan mengenakan kain dan kebaya, karena hujan dan dia ngak mau pakai payung, dari mobil sampai ketempat hajatan dia maksa untuk memakai jas hujan bentuk ponco...ribet amat hidupnya ya...qiqiqi

Haduuuh...hidup jadi rumit dan tak sederhana lagi ya kalau kita mengalami perasaan takut berlebihan dan aneh begini...

Punya pengalaman takut kepada sesuatu (yang berlebihan) nggak ?








Senin, 03 Agustus 2009

aku rindu kepada kerinduan itu


aku rindu,
pada siang hari terik
ketika bayangmu melekat
pada badan bumi

aku rindu,
pada senja ketika
pelahan mentari tenggelam
dan bayangmu menghilang
ditelan gelap

aku rindu,
saat selimut malam
menghangati batin dan jiwa
mendekapku hangat,
mendengar tawamu,
meraba tahi lalat
dicuping kiri hidungmu

aku rindu,
kepada
kerinduan
itu sendiri

hah,
bahkan akupun
sudah kehilangan
kerinduan itu

tapi sungguh,
aku sangat rindu
bisa merindumu kembali...


Senin, 27 Juli 2009

aku hanya takut



aku tak lagi tahu
makna senyum dan tawa

yang dulu
ketika itu...
ada ketika kita tak lagi satu kata
kemana perginya ketika
hati ini tak lagi
merasa kehilangan
akanmu

aku takut kehilangan rasa ( takut kehilangan )
aku takut ketika
rasa memiliki itu tak lagi ada

aku takut diammu adalah
keabadian itu sendiri

aku takut
beku hati kita
membungkus semu
cinta lama


aku takut
aku hanya takut


ilustrasi : album picassa

Sabtu, 25 Juli 2009

Namaku, tanda cintamu...


Ayik Sri Lestari, adalah nama yang diberikan oleh Bapak-Ibuku. Nama itu tertera dalam akte kelahiran dan dokumen pribadi. Khusus untuk KTP, SIM dan dokumen perbankan, mereka menambahkan gelar akademis didepan nama saya.

Saya pernah iseng-iseng bertanya kepada Bapak, kok nama saya aneh, maksudnya, Sri Lestari nya saya tahu banget artinya, jawa banget kan ? Sri artinya Ratu, Lestari artinya keabadian,awet,langgeng . Bapak dan Ibu berharap saya menjadi ratu yang abadi atau abadi sebagai ratu...qiqiqi...begitulah saya menafsirkan. sedang nama Ayik, artinya apa ? Ternyata kata Bapak ada sejarahnya.
Syahdan ketika saya dilahirkan, Bapak langsung mempatenkan nama saya Sri Lestari, panggilan manisnya Tari. Nah, bulik saya atau adik wuragil Ibu saya yang ketika itu usianya baru 3 tahun melafalkan kata Tari menjadi Ayi atau Ayik.... Akhirnya, ketika seminggu kemudian akte kelahiran dibuat, Bapak menambahkan nama Ayik melekat dengan Sri Lestari. Unik dan manis kan nama saya ? seunik dan semanis si empunya....gubraks!


Nah, sebenarnya apa sih nama itu....( mulai serius nih...) . Saya setuju dengan ungkapan ' nama adalah doa', ketika memberi nama pada sesorang, kepada anak kita misalnya, artinya kita sedang menyematkan sejuta doa kebaikan dan harapan kepada anak kita tercinta. Tentu saja, nama sebaik apa pun tidak akan membuat sang empunya nama menjadi baik pula seketika.Setidaknya, tidak secara langsung.

Kamsud saya, sebuah nama hanyalah salah satu tanda untuk mengenali seseorang. Tanda yang digunakan agar seseorang tahu sedang dipanggil oleh orang lain. Tanda untuk absensi saat di sekolah. Tanda dalam kartu pengenal. Tanda yang perlu dicantumkan pada surat undangan pernikahan. Dan masih banyak lagi. Bayangkan betapa sulitnya menunjuk seseorang bila tanpa menggunakan nama. Untuk mengatakan Ayik, barangkali orang harus mengatakannya dengan;
perempuan berwajah manis 11-18 dengan Dian Sastro - berpipi chubby-periang- rendah hati- hatinya lembut bak sutera India - kadang cekikikan sendiri - tempo-tempo suka jahil- kadang nampak berwibawa - tinggal di dalemBadran - punya blog yang namanya Sekarlawu.... Halaaah....... ribet yaa...?

Makanya, saya merasa perlu berterima kasih kepada kedua orang tua saya yang sudah menyematkan nama itu pada diri saya ini sebagai identifikasi paten yang akan saya sandang sampai ajal menjemput kelak...Eeeeeeee.......lha kok malah horor....ya iyalah, kan kelak kalau saya sudah tinggal nama, dinisan saya tertulis " Ayik Sri Lestari Karyadi, lahir....wafat...." dan saya tetap dikenang sebagai Almarhumah Ayik...iya kan ? Qiqiqiqi...ini mellow apa ndhagel yak ?


Omong-omong tentang nama, rupanya nama panggilan saya yang sudah cukup unik ini masih menggelitik sebagian sahabat-sohib-kerabat saya untuk tak pantang menyerah memodifikasi nama sedemikan rupa seperti yang mereka mau... Nama panggilan saya jadi banyak sekali, tergantung kepada siapa yang ingin memanggil saya apa, mari saya inventarisasi dulu nama panggilan sayang yang diberikan oleh para teman-sohib dan kerabat saya :

Ayik
: kalau ini memang nama resminya, ada yang menambahkan kata sandang mbak-bu-bunda-kakak-dik-nok-ndhuk...

Aik
: beberapa diantara teman kecil saya memanggil saya dengan sebutan ini

Ik
: seseorang yang saya tidak bisa menyebutkan siapa dia, dan dia satu2nya yang menyebut saya begitu...

Yiyik
: seorang teman kecil sekaligus musuh bebuyutan saya, kami jothakan - saling diam selama beberapa tahun. Aarghhh.....BTW, dimana dia sekarang ya ?

Kiya
: nah ini, beberapa sohib dari ranah wilayah Jawa Timur yang suka membalik kata dibaca dari belakang, asyik menyebut saya dengan panggilan itu...

Yaik : yang ini panggilan khusus dari Daffa sikecil yang suka usil
Ay
: saya bertanya-tanya, apa enak menyebut Ay kok sajak menggantung dilidah...tapi Ay adalah penggalan nama depan saya... bukan dari kata ayam...qiqiqi

Ayem : lha , yang ini, sahabat2 SMP saya suka memanggil saya dengan nama Ayem...disingkatnya YEM....huaduuuh.....
Kikiy
: nggak tahu darimana susunan nama ini berasal, nggak ada formulanya, memang...

Tari
: kalau ini jelas panggilan dari orang-orang yang tahu riwayat terjadinya nama saya, biasanya sesepuh dan kerabat dari kampung kelahiran saya, Magelang. kemaren waktu kami ada acara di Magelang, masih ada lho sisa laskar sesepuh yang memanggil sayang saya dengan nama " nDhuk Tari...renea ndhuuukkk...".

Selain modifikasi dari nama Ayik diatas, saya juga mempunya nama alias...

nDhut
: sudah tahu kan kenapa saya disebut begitu, tidak usah saya jelaskan kenapanya yaa...
Mbol : dari kata tolol , bodoh dan konyol... disingkat (dengan semena-mena menjadi TOMBOL), ini panggilan cintah dari sohibs saya : Ernut-Ika-Tatit dan Milut....
Man
: ini panggilan khusus seorang Ernut kepada ku, dari kata MANIS...., kalau dipenggal Nis, entar dikira manggil kucing...

Abdul Buthun : ini juga panggilan sayang dari Ernut, artinya Hamba Perut, karena dulu (sekarang juga masih) saya penggemar kegiatan thuthul menuthul...alias doyan makan apa saja apalgi kalau gratisan
Tante Slokhop
: kata ernut artinya Tante Gembul, penjelasannya seperti pada point Abdul Buthun...


Begitulah, begitu banyak nama panggilan sayang yang saya sandang dalam hidup saya, semua membawa saya pada pemikiran betapa cinta dan sayangnya teman-teman kepada saya, sehingga mereka mau-maunya membuat nama khusus untuk mengekspresikan rasa sayang mereka kepada saya... Saya jamin, apapun nama panggilan saya, saya tetaplah Ayik seperti yang sohib kenal, saya tetap Ayik yang manis, baik hati dan tidak sombong, pantang berbohong, saya tetap Ayik yang kadang usil kadang jahil...qiqiqi...

Saya cuma pengin bilang kepada para sohib tercinta siapaun dimanapun, terima kasih sohib, nama-nama itu mewarnai hidup saya, sungguh...
Kalau ada diantara sohib yang masih ingin menambahkan panggilan sayang untuk saya, saya tidak keberatan lho...qiqiqi...nantangdutkum...


Kalau sohib, punya nama panggilan sayang / khusus apa ? Share dunk !


Rabu, 22 Juli 2009

semenjak kepergianmu...



akhirnya aku toh kalah juga
setelah sekian ribu langkah aku berjalan
sementara matahari merah garang
dan bulan hitam bagai gerhana,

semenjak kepergianmu,
tak ada lagi canda
apalagi tawa
senyummu yang merah, putih,biru
hilang
h...i...l...a...n...g

dan akhirnya toh aku harus mengalah,
setelah separuh malam terlewatkan, bersamamu
dan pintu pagar tertutup rapat,
rapat sungguh...

tak ada lagi kau,
tak ada lagi senyummu
cuma ucapmu masih bergema di ruang tamu

selamat tinggal kesetiaan yang sia-sia



ilustrasi : lees galery

Selasa, 21 Juli 2009

Sehatkah persahabatan Anda ?


Berapa tahun sudah Anda bersahabat , 5, 10 atau 15 tahun ? Sesekali Anda perlu mengevaluasi kembali hubungan dengan sahabat, karena bisa jadi ada hal-hal yang tanpa disadari menyabotase persahabatan tersebut.
Berikut konon adalah 10 faktor yang penting yang diduga menunjang suksesnya sebuah hubungan persahabatan:
  1. Memiliki banyak kesamaan serta cukup perbedaan dengan Anda, sehingga hubungan tetap nyambung dan menarik. Seperti saya dan ernut, persamaannya, saya dan dia sama-sama gemblung stadium 27. Perbedaannya...., saya aneh, Ernut itu aneh sekali, apalagi kalau habis salah makan...
  2. Menjaga komunikasi, baik lewat telepon, email , SMS. Sayangnya Ernut sengaja menutup hatinya dari godaan dunia fesbuk...Baiklah Nut, akyu menghormati keputusanmu demi masa depan kita berdua..Ihik!
  3. Mau mendengar dengan tulus dan penuh empati disaat senang maupun susyah.... Untuk ini saya harus bilang terima kasih banyak kepada Ernutwati yang sudah senantiasa mendengarkan : omelan, crigis, tangis, tawa, cekikikan, keluhan...sedangkan Ernut biasa mengekspresikan dirinya dengan aliran kebatinan...
  4. Menerima Anda apa adanya ...Sudah, saya menerima Ernut dengan segala jiwa gemblungnya, begitu juga sebaliknya, sudah kami jalani lebih dari 24 tahun....
  5. Saling percaya , jujur dan loyal.... Pasti...
  6. Bisa memegang janji atau rahasia. Tidak perlu sumpah pocong segala...
  7. Ikut bahagia bila sahabat mendapat kesuksesan... Tentu saja...ya nggak Mbol ?
  8. Bersikap asertif jika sahabat melakukan sesuatui yang tidak sesuai dengan hati nuraninya... Terimakasih sudah selalu mengingatkan dikala aku hampir salah melangkah...
  9. Memiliki hubungan yang setara dan tidak tergantung. Sudah dunk ! Ernut nggak enak dijadikan gantungan, badannya tipisss.....
  10. Bersifat fleksibel pada segala situasi. Kamsudnya kalau lagi sedih kita bikin sahabat kita gak terlalu terhanyuuuut dalam kesediahannya, biasanya Ernut ndhagel lewat berbagai media, bisa telepon, bisa sms, bisa email...fleksibel banget dah...
Dan Ini ada penggalan lagu You'll Gotta Friend nya Carol King yang saya suka banget, cucok banget untuk ilustrasi postingan kali ini :

When you down and trouble and you need a helping hand. Close your eyes and think of me, and soon I will be there...

BTW , Nut, persahabatan kita sehat-sehat saja bukan ? kalau sempat anget-anget dikit ya wajarlah...kan ini musim pancaroba, musim flu babu pula...kumplikasi flu babi dan flu burung...qiqiqi...


sketsa duo emak a.ka. duo kribo dalam perspektif Karin

I love U full , Nut.... Ha..Ha...Ha...( KKMS - ketawa Kayak Mbah Surip)




Disarikan dari artikel di Majalah Pesona, Oktober'08. Komentar gemblung dan garink oleh Ayik






Sabtu, 18 Juli 2009

Gusti dengarlah...


sendiri aku mendaki
dipuncak kelengangan aku memekik :

Gusti...
masih adakah tempat untukku,
untuk hati putihku,
aku ingin,
kau hisap darah dendamku
aku ingin,
kau kelabui hati pucatku
agar sirna semua dendam,
agar muksa semua benciku

Gusti...

jangan paksa aku membenci
jangan tanamkan rasa berdosa
beri tahu aku
bila sampai waktuku

untuk:

bertobat...
mengaku...
menyesali...


G U S T I...


Mading Aizs

siap dipampang...

Aizska, bidadari # 2 lagi ada proyek majalah dinding disekolahnya. Hampir semalaman dia mengerjakan proyeknya ini. Meskipun ini kerja kelompok, namun entah mengapa tak seorangpun teman datang membantu. Tapi Aizs tak patah arang, dengan riang gembira dia selesaikan tugasnya, dasarnya memang dia berminat dan suka dengan pekerjaan jurnalistik macam begini. Hobinya membaca ternyata banyak membantu dia untuk menyelesaikan tugasnya....




bekerja sendiri dan puas lihat hasilnya...


sempat kehabisan ide.....


hasilnya...

Caio Aizs!

Rabu, 15 Juli 2009

kepada...



kepada sahabat hati,
peneman setia hari-hariku
ijinkan aku berkata
tentang masa lalu yang aku punya :
tentang sejarah yang melekat dialur nadiku
panjang dan melelahkan
aku ingin sejarah menjadi tanah
agar aku bisa berpijak diatasnya
atas segala yang aku punya
atas kekurangan, kelebihan
aku ingin berlari diatasnya
menembus hari-hari bersama jemarimu dalam genggaman...
agar ketika aku jatuh,
ada tanganmu membantuku
agar ketika aku lelah,
ada tanganmu mengusap peluhku,
dan berkata :
" ....hari masih panjang,
mari ngaso sejenak,
sebelum
kita kejar lagi hari-hari
bersama, berdua "


Senin, 13 Juli 2009

ParangijO bener-bener ijooo....

Hari Sabtu kemaren, Mbak Ida , tetangga, sohib dan sudah seperti kakak sendiri mengajak saya jalan ke obyek wisata ParangIjo. Beliau yang notabene petinggi di Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kab. Karanganyar ada tugas peninjauan obyek wisata, sesuai dengan program yang dicanangkan Bupati, yaitu Sabtu Wisata. Artinya, pada setiap hari sabtu semua orang dihimbau untuk datang ke obyek wisata lokal di kabupaten kaya anthurium ini.
Tanpa babibu, saya yang cuma pengacara ini dengan senang hati menyediakan diri menemani beliau menjalani tugasnya hari itu...hihihi...Mbak Ida bekerja, akunya jalan-jalan...Sama-sama saling diuntungkan, kan ?

Berada tidak jauh dari kompleks candi Cetho di Ngargoyoso, Air Terjun Parang Ijo ini menawarkan pemandangan alam yang menarik dengan air terjun dan tebing-tebing yang indah. Diatur dalam sebuah taman yang menarik untuk pengunjung, air terjun dapat dijadikan alternatif obyek wisata setelah turun dari Candi Cetho.

Sebuah air terjun yang memiliki keunikan berupa alamnya yang asri dan liar. Dengan ketinggian air terjun 20 m dan pada ketinggian 1000 dpa. Dari kejauhan tampak mempesona dengan air yang bersih dan suasana yang alami seringkali memantulkan biasan sinar matahari yang begitu indah. Lingkungan yang alami, dikelilingi oleh pepohonan yang besar serta satwa burung-burung liar yang khas hutan Gunung Lawu menambah merdu suara alam lokasi tersebut. Suasana yang romantis dengan udara yang sejuk sangat cocok untuk melepas suntuk kita. Disekitar area parkir dan desa sepanjang jalan menuju air terjun parangijo dapat kita jumpai berbagai perkebunan flora bunga Krisan dan tanaman hias, seperti Anthurium, Jenmani, andalan bisnis agro kota Karangayar tercinta ini..

Selanjutnya, bagaimana kalau tanpa berpanjang-panjang kata, kita nikmati saja rekaman gambar oleh-oleh saya dari ParangIjo kemaren...sumangga....



Hijau itu menyejukkan

Entrance gate...

View ke arah perkebunan sayur penduduk

Loket masuk, tiketnya cuma Rp. 2.500 per kepala. Muriiih....


View dari pinggiran jalan menuju lokasi, kota Karanganyar dari ketinggian lereng Lawu...



Kolam renang , minimalis tapi lumayan bersih...


Air terjun ParangIjo ( sepetinya ada penampakan dibawah air terjun itu..., benarkah ?)


MBak Ida, gayanya sudah persis banget sama Bu Rina...Toss Mbak...!


Jangan lihat modelnya ( yang sudah jelas manis)...lihat backgroundnya dunk...hejooo....


Ala koboi, tapi teuteup berbatik, menyesuaikan diri dengan Mbak Ida yang lagi dinas...


Jumat, 10 Juli 2009

beku itu adalah aku....


lagi lagi musim beku
yang kau tunggu
yang tak kunjung jatuh
tegak senantiasa,
bagai tonggak sarat cacian
betapa,
pagi-pagimu berlalu
tanpa matahari
dan musim musim beku,
tanpa es dan salju,

beku pagi ini,
adalah beku hatiku,
sudah...

( lagi-lagi musim beku,
yang kau tunggu
di negeri tropik,
di hatimu yang subur

bangun dari mimpimu
cairkan hati bekumu....
sekarang,
atau tidak sama sekali...)



catatan hati :
Dan aku bergeming,
aku takut memulai

Kamis, 09 Juli 2009

Suatu hari di kampung batik Laweyan...



Seperti biasanya as ibu ngojek, kalau pas giliran lesnya Aizs, maka si kecil yang sudah ABG ini pasti minta berangkat agak lebih awal. Biasanya dia suka ngajak jalan dulu kebeberapa tempat yang dia mau kunjungi. Langganannya kalau tidak ke Gramedia, ya ke bursa buku BUSRI alias mBuri Sriwedari. Atau ke Gajong (alias Gramedia jongkok ) , bursa buku dan majalah bekas di pinggir alun-alun Solo.

Tapi sore ini Aizs menagih janji saya yang sudah lama selalu tertunda dan tertunda. Aizs minta diajak ke Kampung Batik Laweyan..Begitulah, akhirnya 3 jam sebelum jadwal lesnya, kami sudah berendengrendeng berangkat dari dalemBadran. The 1st destination is Kampung Batik Laweyan...Kami susuri jalanan kampung yang dipadati bangunan bertembok tinggi, khas kampung ini yang sudah saya kenali sedari kecil. Kebetulan, Ayah saya - YangnDan, almarhum - adalah asli dari kampung ini, tepatnya Kampung Kidul Pasar. Kedua belah pihak MBah Kakung dan Mbah Putri DjojoMartono adalah penduduk asli kampung ini...Ke 14 putra-putri Mbah DM juga lahir dan dibesarkan di kampung laweyan ini. Kampung ini sudah menjadi tak asing lagi bagi saya...Beberapa kerabat dan keturunannya juga masih berdomisili disekitaran kampung ini..

Melintasi Kampung Batik Laweyan saat ini, bisa disaksikan beberapa usaha batik yang mulai tumbuh dan berkembang di sana. Hampir di setiap gang kecil sudah bisa dijumpai gerai batik. Patung perempuan pembatik yang tersisa di beberapa sudut gang memberi semacam landmark nuansa kampung batik. Hal ini ditambah adanya gerbang Kampung Batik Laweyan yang pembangunannya difasilitasi Pemkot Solo. Khas solo banget....

Begitulah, sore ini saya dan Aizs puas sekali menikmati suasana khas kampung batik Laweyan...meski belum sempat sampai ikutan kursus singkat membatik seperti yang pernah kami rencanakan bersama, namun sungguh kami senang bisa mengunjungi lagi kampung kelahiran yangnDan tercinta. Kami berdua keluar masuk gerai batik dirumah penduduk yang ada. Harga batik disini lumayan miring, tapi menurut saya ya masih tetep lebih murah yang di Pasar Klewer...

Dan sore ini, pemandangan tak biasa saya temui ketika melihat beberapa spanduk promo batik yang bertebaran diseantero gang di kampung ini. Menarik karena promo dikemas dengan sebuah spanduk bertemakan suasana pemilu...Coba deh lihat gambar-gambar berikut ini....




mengingatkan kita pada nama partai apa ?, tapi baca dulu dunk singkatannya...



Nah yang ini bukan hanya kepleset nama partainya...tapi keplengkang kata orang jawa...huahahahaha....


Ini agak santun.....



dan yang ini, promo kemeja sutera, elegan kan spanduknya ?

dan yang ini himbauan untuk serius memakai busana batik Solo...Yuuuk mariii...


Aizs, rehat sejenak dibangku taman depan toko batik...



Ibunya, mejeng sejenak didepan kaos batik dengan quote " Please jangan memaksa saya menjadi PRESIDEN"


Masih sempat-sempatnya senyum manis....