Senin, 15 Maret 2010

CeBeEr



saya pasti lagi bohong kalau saya bilang saya nggak pernah cemburu....atau CBR, versi Karin pembarep saya....

mengapa saya tiba-tiba nulis tentang cemburu ? hal yang kagak penah seumur-umur pengin saya ekspos...jujur, saya tidak pernah merasakan yang namanya cemburu intens seperti yang saat ini saya rasakan....cemburu, menurut definisi saya adalah suatu reaksi negatip terhadap rasa terancamnya suatu hubungan....hubungan bisa apa saja kan ? hubungan percintaan antara dua orang yang selalu minta disebut kekasih. hubungan pertemanan dekat, bahkan hubungan teman yang biasa-biasa saja...yang membedakan adalah type dan kadarnya.
yang sedang saya alami saat ini adalah perasaan cemburu karena ada perasaan terancam karea imajinasi yang saya ciptakan sendiri...dan yang bikin saya agak parno, perasaan seperti ini kok makin hari makin menjadi...hiks... saya cemburu dan bisa menjadi sangat kekanakan, membuat saya menjadi setengah hypokrit..suatu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Yang saya pengin bahas disini, apa benar cemburu itu indikator rasa cinta ?

Dulu saya pernah empet waktu seseorang sering kali menanyakan hal yang sama ' kenapa sih kok kamu gak pernah cemburu ? " pada saat yang sama saya menanyakan kepada dia (sang penanya ) dengan pertanyaan, " kenapa sih kamu cemburuan ? aku capek dicemburuin, tauuuukkk....?"

lantas dijawabnya, karena dia sangat cinta dan sayang kepada saya ....Oh ya ? jadi yang ada dibenak dia, kadar cinta dan sayang saya pada dia adalah lebih rendah levelnya hanya karena saya tidak pernah ( baca: jarang ) cemburu kepadanya...Jiyaaahhhhh....

Sekarang, pengin tahu nggak kenapa saya jarang cemburu ?

Buat saya, cemburu itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan cinta pasangan ( pasangan apapun itu ). cemburu itu lebih karena seseorang terlalu mencintai dirinya sendiri, saking cintanya dengan diri sendiri orang tersebut ingin semua hal yang ada dan yang terjadi harus sesuai dengan apa yang diharapkannya dan dia akan sangat ketakutan alias parno dengan adanya kemungkinan "sakit" karena apa yang dia harapkan tidak terpenuhi.

Buat saya, cemburu itu bukan (tanda) cinta. Karena cemburu itu menyakiti, menyakiti teman/pasangan yang kita cemburui, dan menyakiti hati saya sendiri. Nggak enak banget dicemburui....sakit karena merasa tak dipercayai. Cemburu adalah bentuk insecurity alias ketidakpercayaan diri seseorang.Kalau seseorang merasa secure, merasa nyaman dan cukup percaya diri saya kira bisa meminimalisir perasaan yang mengarah kepada yang namanya cemburu...

Tapi akibat menafikkan sebuah perasaan yang berpotensi memunculkan rasa cemburu ini orang seringkali kehilangan kewaspadaan untuk menjaga 'sesuatu' yang menjadi haknya, dan seringkali semua baru disadari setelah melalui tahapan'terlambat' ...douh....

(menggantung ending posting ini sembari mencari jawaban pertanyaan...." apakah sekarang saya masih ( juga tidak bisa ) cemburu...? )



pict by : AJP


Minggu, 14 Maret 2010

tumungkul ing wengi


surup iki swara angin kadya rebab
kadya geguritan angliwat grumbuling pring
aku nglenggana,
kaya ana kang aweh pepeling
surup wus ngancik

aku gela, dumadakan
ati goreh sajak kelangan rina
kelangan awan padhang
samubarang kang cetha ing sesawangan
lelimenganing peteng wayah wengi bakal teka

swara kewan dalu kadya jejeritan,
jangkrik, garengpung,kodhok ijo
alam wis ngancik peteng
swara cetha anggawa alam kang arupa ireng njanges

bengi kuwi aku suwala,
tumungkul sujud ing sajadah
tansah nunggu rawuh Paduka
nggeganepi sakpolah bawaku
Gusti,
kula nyuwun pangapura...
kados kawula nyuwun pepadhang rinten klawan dalu
kados dalu punika...
Gusti,
kawula nengga mukjizat saking paduka,
mukjizat awujud sih dasih Paduka,
dumateng kawula...
Gusti,
nyuwun sih kawelasan...



gambar kaanggit dening : AJP


Sabtu, 13 Maret 2010

kali ini saya menjawabnya tanpa perlu berpikir panjang


berbagi kebahagiaan akan melipatgandakan kesukacitaan yang kita punya...
saya tidak yakin mulai kapan saya meyakini hal ini...yang jelas saya merasa tak pernah bisa hidup sendiri didunia ini....saya sadar akan pemikiran saya dulu kala, bahwa hidup sendiri itu baik buat saya ternyata salah total. salah banget
dan saya tak ingat lagi sejak kapan saya bisa mempercayai seseorang, utuh penuh.
dulu kalo teman dekat saya ( yang kemudian menjadi Bapaknya anak-anak) bertanya kepada saya, "..mmmm..kamu bahagia gak sih..? " sebagai anak sorodadu saya seringkali menganggap pertanyaan itu sebagai pertanyaan yang absurd, tak berwujud...lalu saya membutuhkan sedikit jeda waktu untuk menjawabnya. berkesan jaim ...saya malah menahan-nahan untuk segera menjawabnya tuntas. membuat dia penasaran, bukan tujuan saya..memang itulah gaya yang saya punya.untuk menjawabnya malah saya kadang-kadang merepotkan diri sendiri dengan pakai mikir-mikir lama,, menimbang-nimbang apakah jawaban saya bisa memuaskan diri saya sendiri...lhah, aneh kan, wong dia yang nanya dan dia yang butuh jawaban, kok saya malah memikirkan kepuasan hati sendiri...inilah saya, paket hemat kumplit dengan keunikan saya ( baca keanehan). kalau saya jawab 'iya'..kadangkala saya harus berjuang dengan menelan ludah karena suka gak yakin pada jawaban saya sendiri...halaaah...ribetnya hidup yang saya ciptakan...
padahal, kalau disederhanakan rumusnya kan kita hanya perlu berbagi, membaginya .tidak untuk disimpan sendiri....dimulai dengan belajar mempercayai...

demi segelas es krim strawberry



Seperti sore ini aku hadapi sendiri segelas besar es krim strawberry....milk strawberry. rasanya yang legit manis membuat aku berkhayal seumpama ini adalah bibirmu, pasti nikmat aku kulum...mmmmh....tapi tentu saja aku segera terbangun dari lamunan nakalku, setamerta aku sadar tak ada kau dihadapanku...tak ada sesiapa yang bisa aku kulum...mmmmhhh...
lalu, untuk apa aku duduk disini, disudut sepi sebuah cafe disuatu senja yang sunyi....apakah sekedar mengenangmu, mengenang keberadaanmu dihatiku, tempo hari ? Membayangkan hari-hari senja menghabiskan segelas besar es krim strawberry sambil kita berpandangan dan jemari kita yang saling mengenggam....
Kalau sebutir strawberry rasa masam ini bisa membuatku terbangun dari mimpi akhir-akhir ini, mengapa pula aku harus berjaga untuk tidak memuntahkannya dari mulutku yang rewel...yang tak pernah puas pada apa yang aku dapat, aku punya ...sejauh ini...
mmmmh....masih pantaskah aku mengeluh untuk hal-hal yang menurutku tidak penting lagi ? mengingatmu disana yang bahkan tak lagi memikirkanku, sedikitpun...? aaah...siigghhh...!
Segelas besar es krim sudah kutelan habis...kalau masih pantas, mungkin sendok kecil ramping pun akan kutelan bulat-bulat kedalam perutku pula....
Betapa, ketika suara hati tak lagi berasa....seperti hari-hari yang telah kita lewati kemaren...menyadarkan kita akan sebuah tanya...untuk apa ? lalu untuk apa ?
Ada saatnya sepi ketika ditinggalkan diri sendiri, ketika mataku masih nanar memandang segelas besar es krim strawberry ini...yang menyadarkanku cepat akan akibatnya...dietku yang buyar....gagal seperti komitmen kita...aaahhh...aku masih bisa tersenyum...untuk itu. Bersyukur.
Pertanyaan terbesarku sore ini dihadapan segelas besar es krim strawberry kesukaanmu adalah, " masihkah ada kesempatan itu untuk kita...? "
Dan demi segelas besar es krim strawberry dihadapanku, aku menunggu jawaban itu....


Pict by : AJP & Meutia


posting ini didedikasikan kepada:
Indah & Heidy
seperti yang pernah kalian bilang,
' kau adalah kesalahan terbaik yang pernah ada'

Rabu, 10 Maret 2010

cinta kepada gadisku






kepada gadisku,
senyampang aku bersamamu
ingin merengkuhmu erat,
menidurkanmu dipangkuanku
memelukmu dengan segenap jiwaku
melindungimu dari segala marabahaya
memberikan segala apa yang kau butuhkan
sebagaimana ketika,
Tuhan menitipkan nyawamu dirahimku
.......kutunggu engkau tumbuh dalam buaian cintaku
mewujud menjadi sosok mahluk manis lemah
bertumbuh bersama hari-hariku
kini,
ketika senjaku menjelang
kau datang dalam tangisan
wujud penyesalan
aku yang kecewa
terpuruk tanpa kata
sendu, sedan, hati yang menghitam
penyesalan itu, gadis
adalah wujud nestapa kita
menjadi sejarah tak terpungkiri
maafkan aku, gadisku
maafkan aku tak cukup benar menjagamu
berikan aku waktu
sendiri disudut sepi
mencoba melihat mu, duniamu
masa depanmu
gadisku,
jangan pernah merasa sendiri
aku disini bersamamu
memeluk jiwamu
mencintaimu, sungguh
karena aku, ibumu



gadisku : Kartika Hapsari


pict by : AJP

Sabtu, 06 Maret 2010

seperti malam itu


seperti malam itu
kita berpelukan dalam maya
saling menyentuh, kita
memagut dalam kata
kucium hangat jemarimu
ketika kubiarkan kau belai jiwaku
lalu
kita saling menatap

hingga kulihat bayang diriku disana
pejamkan mata, kinasih
agar aku bisa menciumnya pelan
agar kau bisa meraih keningku,

mengecupnya dalam diam

berkejaran kita dalam bayang malam

saling meraih
saling merengkuh
denyut jantung kita saling berpacu
merangkai sensasi
hilangkan batas

ah,

terbangun aku dalam hening

hingga tak kutemukan jawab itu
yang aku tahu

cinta kecil itu
kini mewujud
meski cuma bayang
menggenapi langkah hati
menjaga cinta (kita) yang telah ada


terima kasih
untuk malam indah ini

untuk kebersamaan meski tak nyata
untuk pengertian yang menyertainya
untuk hati yang merindu
senantiasa






pict by: AJP

Rabu, 03 Maret 2010

hari itu aku berjanji



Hari itu aku berjanji untuk kembali membuka hati. Ketika kau tahu betapa hati ini mulai rapuh tak berdaya mencoba memegangi sisa simpul hati kita....kau, aku, dia...adalah simpul tak bertepi...tali hidup kita sudah dikacaukan, tanpa pangkal dan tak ada ujungnya...
Hari itu aku berjanji untuk membuka hati. Namun aku harus jujur, seumpama lautan, ini lautan tak bertepi, tak berpantai, dimana hempasan ombak mengikis karang terjal ditepian hingga jaman berakhir, entah kapan...
Hari itu aku berjanji membuka hati. Tapi aku menyerah....tak ada lagi yang bisa ku lakukan, karena kau tahu sejak dulu, aku tak bisa memohon, tak hendak meminta.... Maka datanglah dengan hatimu, utuh...seperti saat kita belum saling menyentuh...

Selasa, 02 Maret 2010

Pak Rus pendekar parkiran Fisipol UNS



Pak Rus, kini sudah sepuh...tapi masih sehat...Pak Rus kita yang dulu


Kami mengenalnya dengan nama Pak Rus....hal paling bodoh yang saya lakukan adalah tak pernah mencari tahu nama lengkapnya...Rusman, Rusdan, Rusmanto, Rusno.... Pak Rus, begitu kami mengenalnya sejak tercatat sebagai mahasiswa Fisipol UNS. Laki-laki berperawakan kecil pendek ini adalah pendekar di area parkir Fisipol. Meskipun perawakannya minimalis, namun suaranya keras menggelegar ( lebaiii) untuk ukuran bodynya...hehehe...dia selalu tegas mengatur barisan parkiran motor diarea parkir Fisipol. Pak Rus dan teriakan-teriakan kala menegur mahasiswa yang suka parkir seenaknya tanpa peduli menertibkan motornya sangat akrab ditelinga saya....Kadang dia ngomel-ngomel sendiri kala ada mahasiswa yang tidak tertib naruh kendaraannya, apalagi kalau kendaraan itu ditinggal dalam keadaan terkunci setang, kalau sudah begitu Pak Rus bisa matigaya bener...

Jumat, 26 Februari 2010

terima kasih Mas AJP

Bila dicermati, akhir-akhir ini saya banyak menggunakan ilustrasi berupa foto dan gambar indah untuk postingan di blog Sekar Lawu....dan nara sumber saya untuk foto-foto cantik ini adalah sahabat saya Mas AJP, singkatan dari nama panjangnya Agus Joko Purwanto. Sehari-hari saya memanggil beliau dengan sebutan Mas Hunter, kebetulan Beliau ini adalah teman lama saya di kampus dulu, sesama alumni Fisipol UNS, beliau angkatan satu tahun diatas saya, Beliau ini senior saya.
Hobinya jeprat-jepret sudah ditekuninya sejak beberapa tahun yang lalu, makin kesini, makin serius Beliau menekuni dunia fotografi ini. Katanya sih cuma menyalurkan hobi saja, tapi kalau-kalau hasil fotonya bisa menebalkan kocek, tentu saja tidak akan ditolak rejeki yang datang...hehehe....

Rabu, 24 Februari 2010

kau selalu membuatku ingin kembali


memandangmu dalam sisa malam,
seperti memandangmu dalam bening pagi berembun
masih tetap disana
tegak jumawa tak tersentuh
sekian tahun sudah, sayang
bertahan dalam diam
bercinta dengan sunyi
hanya membuat kita
saling terluka (i)
membiarkanmu pergi
seperti tinggalkan separuh hidupku
kau selalu membuatku
ingin kembali
tanpa alasan
kecuali cinta itu





pict by : AJP

untuk dua hati yang sedang enggan bercengkerama
untuk dua hati yang kini tengah membatu
untuk dua hati...


Sabtu, 20 Februari 2010

...ketika malam...


ketika malam adalah hutan
gelap tak tembus sinar bulan
menyesatkan, menggelinjangkan takutku
ketika malam adalah bulan
menari diatas langit perak malam
ketika malam adalah langit
biru kelamnya menggelapkan asa
mematahkan hati
ketika malam adalah awan
berarak beriringan hilang entah kemana
ketika malam adalah hujan
derai airnya membuatku basah
aku tunggu saat kemarau datang
ketika malam adalah matahari
simpan hangat sinarnya
hangati dinginmu, malam ini
ketika malam adalah cinta,
aku rangkai setiap butir bintang malammu
sebentuk hati, seujud rasa
malam, bulan, hujan, awan, mentari...
adalah cinta kecil itu


pict by: AJP


Jumat, 12 Februari 2010

saya dan negeri merdeka bernama puisi


Lagi-lagi ini tentang reaksi teman-teman blogger pada puisi-puisi yang saya unggah di Sekar Lawu. Kalau saya bilang luar biasa entar saya dibilang lebai, jadi saya bilang saja ini reaksi yang sangat wajar dari teman-teman karena kecintaannya kepada saya dan Sekar Lawu. Beberapa teman pembaca blog yang bukan blogger sontak bereaksi melalui japri kepada saya bila mendapati saya mengunggah sebuah puisi. Beragam bener pertanyaannya, dari yang bernada simpati, seperti " Yik, kamu baik-baik saja kan ? ", " Ono opo maneh iki ? ", " Woii, tangi...tangi...ngimpi apa kok gawe puisi...? " atau yang ini, " lagi jatuh cinta loe ? ", " kangen-kangen-kangen", atau " sok melow...". Bahkan ada yang begini bunyi smsnya, "...hoeekkksss..." dan, untuk yang ini Anda semua pasti bisa langsung menebak siapakan pengirim sms muntah itu...wkwkwk....



Begitulah, kalau boleh saya bilang seperti dulu saya pernah tulis disini . Sebenarnya bukan hal yang mudah buat saya membuat puisi...lha jangankan puisi yang musti ada pakemnya, nulis yang beginian yang boleh ngawur saja terasa susah buat saya... Pernah ada yang nanya ( serius ), puisimu itu aliran apa ta ? What ? Jadi puisi itu ada juga alirannya toh ? Holoh...malah baru ngeh saya...., ternyata aliran puisi dalam sastra itu ada beberapa ya...katanya ada balada, ada satire, ada elegi, ada roman...walaaah.....lha kok malah bingung toh saya menghadapi kenyataan bahwa ternyata aliran sastra dalam puisi ( atau aliran puisi dalam sastra ) itu kok buanyak banget....Ya Tuhan ampunilah saya yang akhirnya memilih puisi saya masuk dalem kategori aliran tak beraliran...huwahahaha....ngenesnya.
Lha wong saya ini bikin puisi ya cuma spontanitas saja kok, kalau tiba mak criiiitt...ada teman yang cerita atau curhat tentang lelakon hidupnya, maka bisa jadi mak thuing...terciptalah sebuah puisi ala saya. Puisi sederhana dan bercerita apa adanya. Tidak perlu kalimat mbulet mbulet, yang penting saya tahu apa makna dan arti, juga cerita dibalik puisi itu... It's so simple...
Tak bisa dipungkiri, pengalaman batin, pengalaman pribadi saya , kadangkala juga menjelma menjadi bait-bait kata puisi...kala hati ini sedang dilanda gundah, kuciwa, atau patah hati...paling asyik memang dituangkan dalam sebentuk puisi. Apalagi kalau bisa jatuh cinta lagi, pasti akan indah puisi-puisi yang tercipta....tapitapitapi....kapan dunk bisa jatuh cinta lagi..? Pertanyaan besarnya, apa masih boieh saya jatuh cinta lagi ? Wkwkwkwk....nggladrahnya imajinasi saya.

Puisi buat saya bisa menjadi sarana meliarkan imajinasi, mengembangkan apa yang ada diotak dan benak saya...dengan berpuisi saya merasa lepas,bebas, merdeka. Merasa dunia ini cuma saya yang merasai ini...Saya bebas untuk sakit hati, bebas untuk menyakiti hati seseorang, bebas untuk jatuh cinta lagi, bebas...sebebas-bebasnya...apapun yang saya mau lakukan dalam puisi saya akan saya lakukan...kadang saya tak mau peduli apa kata orang, suka-suka saya dong, wong ini puisi saya, dunia saya, rasa-rasa saya...hahahaha....merdekanya saya sangat saya rasakan saat saya membuat puisi...
Kalau ada orang yang kemudian merasa, dia ada dalam alur dan plot puisi saya, bisa jadi memang iya...tapi mungkin juga tidak. Maybe yes, maybe no... Sah-sah saja dia berrasa seperti itu. Mungkin saja dia adalah orang yang telah membuat saya membikin puisi itu... Jadi, secara langsung ataupun tidak langsung saya akan mengucapkan terima kasih karena dia puisi saya tercipta...Beberapa teman yang GR malah buru-buru menanyakan kalau dia merasa ada didalam plot puisi saya, misalnya " lhoh, itu yang barusan aku cerita...sudah jadi puisi saja..."...terima kasih kepada teman, sahabat, kerabat yang telah menginspirasi puisi-puisi sederhana saya...
Beberapa teman dekat mengapresisasi puisi abal-abal saya dengan sedikit lebai, memintanya untuk dicetak pada cover undangan pernikahan anaknya seperti puisi saya ' cinta kecil yang tersisa '
dan beberapa lagi...membuat hati saya membuncah bangga ( boleh dunk...sekali-sekali ) dan hidung saya kembangkempis...bukan apa-apa, saya cuma merasa karya saya dihargai saja...siapa coba yang nggak seneng...hiks...bikin semangat lagi membuat puisi wur awuran...hahaha...
So, apapun kata orang tentang puisi saya...saya sudah berjanji pada diri saya untuk tetap belajar dan mencoba membuat puisi sebisa saya...buat saya ini bisa jadi terapi jiwa...seperti yang sudah saya bilang, saya adalah tuhan untuk puisi-puisi saya, saya merdeka untuk dunia puisi saya...semerdeka puisi-puisi saya...
Jadi, mau tidak mau, bersedia tidak bersedia...terimalah puisi saya...apa adanya.


Pict by : AJP

Note:
Gambar ilustrasi diatas tidak nyambung sama sekali dengan postingan saya....ini juga termasuk kebebasan saya berekspresi..., kebetulan saja saya lagi kepengin banget upload gambar ini di postingan saya kali.ini...lha wong saya suka banget sama gambarnya...cuma itu alasan saya...hehehe....ora pareng ngeyel yaaa.....

Kamis, 11 Februari 2010

ketawa saja kok repot...

Sudah lama hati saya tidak ketawa....jangan sinis dulu... Tertawa menurut saya harus sinkron antara mulut a.k.a bibir dengan hati, karena dari sanalah terbit hasrat tertawa sebagai respon dari perintah otak untuk menggelar suatu aktivitas yang disebut tertawa...halaah...seriusnya saya ini.

Bukan apa-apa kalau saya bilang sudah lama saya tidak ketawa dari hati. Saya tidak tahu mengapa bisa ini terjadi...sejak saya menyadari bahwa ternyata tawa saya yang seringkali terbit hanya karena perintah saraf otak, bukan hati yang tertawa...

Selasa, 09 Februari 2010

teja bengkok pralambang



dudu perkarane langit tanpa lintang abyor
dudu perkarane wengi tanpa purnama
dudu perkarane wayah rina tanpa srengenge
nanging iki perkara rasa
rasa nalika sliramu adoh saka panjangka
kadya kelire kluwung wayah sore,
ora sranta kagayuh asta
pinangka pratanda kapange ati
kluwung, teja...
nalika rinasa ana tanda kang ilang,
apa iki kang aran kapang ?
apa kelir iku ngemu rasa ?
coba pirsanana,
abang, ijo, kuning, biru....
apa kuwi isining atimu ?
mung siji kang tak rasa
kapang,
kapang aku marang tejamu


gambar dening : AJP


perempuan perkasa itu, IBUKU


serupa seribu kunang
menjelang senja ketika
jemari renta itu tak lagi perkasa
aku berdiri disini
memandangmu sendiri
tubuh tua,
tulang renta.
bayang matamu kelam,
senyummu tak lekang
meski aku tahu,
hidupmu tak pernah sempurna
perempuan perkasa,
adalah buku yang terbuka
adalah suluh ketika aku hilang arah
adalah swara ketika aku tenggelam dalam bisu
adalah pelukan ketika aku menggigil dalam dinginku
adalah cinta ketika aku kehilangan milikku
adalah panggilan ketika aku hendak berlari dari hidupmu
adalah sunyi ketika aku ciptakan riuh hidup semu ini
adalah gaduh ketika aku terperingkuk dalam sudut gelap
adalah pelangi hatiku diujung senja
ketika aku hampir...habis
ketika bahkan kata maafpun tak lagi berarti
ketika aku dibutakan oleh cinta semu itu
ketika menyesal menjadi nisbi
ketika kutemui senyum pelangimu
ketika malam kau habisi dengan bermunajat
ketika malam sisakan kehangatan
seperti hati ringkihmu yang selalu terjaga
perempuan perkasa itu,
IBUKU


untuk bidadari kirimanNya,
Ibunda, Eyang Putri

Selamat Ulang Tahun ke 65

Cinta indah kami untukmu



ctt:
foto aku dan Ibu, dibuat Januari 1967


Selasa, 02 Februari 2010

rindu untukmu, sang kinasih



keluar,
lalu pandanglah bulan itu
bulan yang sama yang tengah aku pandang
agar bisa kita rasakan
rindu yang sama


kurasakan rindu itu
memantul dikemilau air danau
merambat pelan menuju satu titik hatiku
menambah rinduku seketika

keluar,
rasakan semilir angin
sentuh ujung jemarimu
dan rasakan,
indahnya rindu berhias cinta kecil kita

kendati gerimis tak henti,
dan bulan tak nampak dari sini
tapi tetap bisa kurasakan
getar rindumu malam ini

kekasih, kinasih
andaikan ini hanya cerita
biarkan hati kita menikmatinya
sebelum waktu datang menghabisi
setiap jengkal rindu yang kita miliki
bukankah,
rindu kita tak lebih hanya
kata dan cerita


Senin, 01 Februari 2010

antara maia dan nyata


meleleh hatiku ketika
mendapati senyummu dalam gurat malam
ketika separuh bumi terlelap,
kita terjaga berbagi cerita
bercumbu jemari kita dalam kata
menerbit senyum mengiringinya
hati bagai berlomba berkedut penuh pinta
bagikan aku rindumu
kubagi engkau rinduku

ketika maia dan nyata itu ada
ketika rindumu datang mengiringi pagi
ketika tak ada lagi batas
ketika kau tanyakan kembali
bila kita sua ?
aku bergeming,
bisakah kita bersama dibatas malam saja ?
tidakkah itu cukup untuk kita ?
karena maia dan nyata sejatinya ada
dan itu adalah kita...


pro: S & T, dua benua, dua batas...


pict by : AJP

ernut dan fesbuk


Alkisah, saya punya sohib yang namanya Ernut yang dulu begitu keukeuh marikeuh tidak tergiur oleh godaan dunia yang bernama fesbuk. Timbang fesbukan dia lebih asyik dengan dunia susuh dan balakurawa aka ngeblog, dunia jepret menjepret dan jalan-jalan... Saya ingat banget setiap kali saya ajak untuk aktip di fesbuk - Ernut ini sudah punya akun fesbuk sejak setahun yang lalu, Januari 2009 saat itu kami bertemu dalam kesempatan saya cuti FTM ke jakarta di rumahnya - namun karena berbagai alasan, ya sibuk pekerjaan di kantornya, ya sibuk ngeblog, ya jalan-jalan dan belanja, ya motret-motret dia selalu berkelit setiap saya ajak aktif dikit di fesbuk.

Rabu, 27 Januari 2010

menunggu itu menyenangkan...


Pelataran parkir LIA, adanya di halaman belakang


Ini ruang adminnya....

ctt: dua foto diatas diambil dari sini

Syahdan, 4 hari dalam seminggu saya mempunyai aktivitas penting ( halah) berupa ngojek, mengantar dan menunggui d'angels les bahasa Inggris di LBPP LIA, Jl.Bayangkara No.. 10 , Solo.

Sudah hampir tiga tahun ini kedua putri saya mengambil kursus Bahasa Inggris di LIA ini. Nah aktivitas saya selagi menunggui anak-anak les di LIA ini yang saya mau ceritakan kali ini...soalnya hampir setiap hari kan saya selalu cerita tentang 'profesi ' yang satu ini ...yaitu ibu ngojek... Jadi untk durasi 2,5 jam setiap harinya dalam prosesi menunggu, inilah kegiatan yang saya lakukan sekalian tempat-tempat dimana saya bisa menunggu anak-anak dengen PeWe....



Ini dia maskotnya LIA...kamsudnya venue paling favorit buat para penunggu siswa LIA... kami menyebutnya 'Sor Ringin' ....qiqiqi..Dibawah pohon beringin yang rindang ini, ada bangku keramik terakota yang nyamaan banget dipakai duduk menunggu...sambil melihat pemandangan parkiran dan ruang kelas disekitarnya, ibu-ibu bisa ngerumpi abis, bapak-bapak suka diskusi kecil-kecilan, yang anak-anak suka gelayutan diakarnya.... Sangking PeWenya kami sampai tak pernah kepikiran kalau-kalau jangan-jangan pohon beringin nan besar gagah dan singup ini ada penunggunya...huwaaaaa....tidaaakkkk.....



Kalau pas disitu penuh kemruyuk para penunggu, saya biasanya klaim kavling agak minggir di dua bangku ini...saya kup dua-duanya, satu bangku saya pakai buat naruh property saya ( buku/majalah/helm/jaket/bekal buat buka puasa), satu bangku saya duduki dengan nyaman untuk membaca atau fesbukan ( hihihi) atau terkantuk2 menunggu bel pulang berbunyi.



Kalau pas lagi beruntung, saya juga suka duduk disini, bangku cozy dibawah pohon pinus...angin semribit menambah hasrat mengantuk makin menggebu, dan hanya bisa dilawan dengan aktivitas fesbukan atau sms an dan teleponan dengan sohib saya...hahaha . Tapi venue yang ini selalu sudah diduduki terlebih dahulu oleh sekelompok Ibu-ibu yang sepertinya merasa sudah punya hak milik dengan kavling yang satu ini...hiks.... Sayapun ngalah daah...dan mencari tempat duduk yang lain...



Kalau hari hujan, maka tempat paling nyaman buat duduk adalah di teras belakang Teacher's Room ini...sekali lagi, sambil baca, fesbukan, sms atau telponan ( lagi-lagi )...halaaah... Teras belakang ruang admin & guru ini menghadap ke taman tengah... dimana kita bisa menemukan ayunan besi yang kayaknya enak juga diduduki sambil ajrut-ajrTutan ngantuk . Tempat ini adalah alternatif terakhir...saya hanya datang kesini bila hari itu turun hujan deras,karena disini tempatnya tidak kena tampias air hujan...




Bila datang waktunya shalat, di Musholla inilah saya melaksanakan ibadah Shalat Ashar dan Maghrib...kadang kalau keenakan selonjoran bisa ketiduran barengan Ibu2 komunitas penunggu di mushola...Hehehe....

Memang, menghabiskan waktu 2,5 jam kadang bingung juga mau ngapain biar nggak manyun-manyun amat. Karena saya tidak seperti para penunggu yang lain yang suka jalan bareng2 ke mall atau ke kafe mana gitu....( haiyyah), tidak greteh untuk sekedar basa-basi ngobrol dan akhirnya kebingungan ketika harus menolak aneka dagangan teman yang ditawarkan, dari peralatan rumah tangga, sprei, aneka baju, MLM, asuransi, sampai kartu kredit...ohhhh...tidak... Susah sekali mengatakan tidak. Maka saya dengan penuh kesadaran menghindari bentuk komunikasi model begini...

Kalau lagi kumat isengnya, saya suka gabung sama Bapak-bapak yang nunggu putra-putrinya...hehehe...topik obrolan para Bapak ternyata beda banget sama komunitas Ibu-ibunya...Bapak-bapak suka ngobrolin otomotif dan politik, sesekali ngrasani artis juga dhing, apalagi kalau saya bergabung dan menjadi satu-satunya perempuan pada komunitas Bapak-bapak... Jujur, saya lebih menikmati obrolan dengan para Bapak ini, yang nampaknya lebih realistis , rileks dan nyenengke...sesekali ketika guyonan Bapak-bapak ini ngguyoni saya, " Lha Mbak Ayik ini ya jadi perawan disarang penyamun no kalau gabung disini...padune ben ketok ayu dewe...", lalu saya jawab, " salah Pak, saya tidaki ayu...saya ini manis..." tetap dengan gaya usil nan narsis...qiqiqiq...

Begitulah, cara saya menikmati hari-hari menunggu d'angels di tempat mereka les...saya nikmati ini dengan ikhlas sepenuh hati saya, saya membentuk cara berpikir baru tentang kegiatan saya yang satu ini...bahwa ternyata...menunggu itu menyenangkan.... Sungguh...


Sabtu, 23 Januari 2010

puisi dua dekade untuk dheka

( 18 Juli 1988 )

untuk satu saat
yang menyimpan sarat kenangan
yang telah menabung rinduku
pada telaga dimatamu
...... Rata Tengahaku sudah coba
menjawab sapamu

dheka, cinta ini untukmu

Sumber : Puisi Untuk Sahabat Hati, Ayik, 1989



( 23 Januari 2010 )

dua dasawarsa lewat sudah,
betapa waktu telah membuktikan
cair beku cinta kita

tak yakin aku
ia pernah pergi
sebagaimana
tak yakin aku
ia pernah datang menghampiri
dua dasawarsa yang terlewat
cuma janji hati
yang membuhul padat
meyakiniku kala
aku harus menerima ini
sebagaimana
aku harus menerimamu

dua dasawarsa yang terlewat


beri aku waktu
sebagaimana aku melepasmu
bersama waktu

dua dasawarsa nampak berarti banyak
untuk aku
untuk kamu, dheka
untuk cinta itu
untuk hari-hari panjang
ketika aku mengamini

suratan takdir kita
yakinkan aku
akan kesungguhan itu
kita bukan lagi anak muda
sebagaimana

dua dasawarsa yang terlewat
kita kini dua hati
yang saling memandang

dalam diam


catatan :
Puisi dua dekade ini dibuat dalam dua kurun waktu yang berbeda...
Buat saya, inilah puisi cinta sebenarnya...

Terimakasih untuk kepercayaan yang diberikan, sejauh ini...

Untuk Dheka dan Astanya...semoga Allah mengikat kalian dalam cinta sejati
Sebagaimana dua dasawarsa telah mengembalikan utuh cinta indah itu
Puisi ini adalah keajaiban, ketika saya membuatnya 20 tahun yang lalu, tak pernah terpikirkan untuk melanjutkannya sebagai kesinambungan sehingga menjadi puisi baru saat ini...
Dimensi waktu adalah rahasia Illahi..
Subhanallah


pict by: AJP


Three in One


Hubungan antara ibu dan anak gadisnya selalu mempunyai keunikan. Seperti halnya aku dengan Karin & Aizs, hubungan kami memang unik, kadang seperti sahabat-teman, kadang seperti musuh saja. Terlepas dari formalitas aku sebagai ibu-mommy-emak-simbok, dan mereka sebagai anak..dinamikanya sanggup mewarnai hari-hari ku...
Ketika aku adalah Ibu, maka apa yang aku mau, aku perintahkan haruslah dikerjakan, kadang tanpa alasan....puritan banget ya? Sebagai anak yang notabene adalah manusia, kadang mereka juga menolak, seringkali tanpa alasan, dan itu membuat aku ibunya menjadi marah-marah dan naluri keperempuananku pun muncul, dengan mengomel2 dan kadang2 mengancam. Dengan otoritas sebagai seorang ibu, kemudian aku melihat kedua gadisku menurut tak berdaya...ha...ha..ha. Tapi, puaskah aku ? tidak juga, jauh dilubuk hatiku aku menyisakan tempat buat argumentasi mereka, menjadi masukan buat aku untuk lebih mendekatkan hati kami selanjutnya.
Ketika aku adalah sahabat, maka kami menjadi tak lagi berjarak. Segala sesuatu begitu indah mengalir, kami tertawa bersama, menangis bersama. Mereka akan berlari memelukku, menangis dipundakku kala ada masalah. Begitupun aku,ketika aku butuh penghiburan, maka dua putriku adalah hiburan itu.
Ada kalanya aku bertindak sebagai ibu sebenarnya, namun lebih sering aku menempatkan diri sebagai sahabat dan teman mereka. Aku berbaur dengan teman-temanya, bermain bersama mereka, cekikikan yang kadang gak jelas....Indah sekali relationship kami.

Jadi Nak, apa lagi yang kau ragukan dari betapa besar dan dalamnya cinta Ibu kepadamu... Maka mengertilah kala Ibu harus memarahi untuk perilakumu yang menurut Ibu tak pada tempatnya...semua Ibu lakukan karena Ibu cinta...

Pun, sore ini, Aku tak habis haru ketika mendapati kalian dalam pelukan dan berucap..." Ibu, terima kasih sudah mengantarku kemanapun aku mau, tak peduli panas dan hujan, tak peduli hari sudah gelap... Terima kasih, sudah selalu ada untuk kami..."

Aku, Karin dan Aizs adalah keindahan sahabat hati...

Rabu, 20 Januari 2010

dengan kata

kupejamkan mata,menatap bayang hati
menunggu pesanmu menghangati tubir hatiku
sesekali kau selipkan rindu itu
acap kali menggodai, membawa rindu tak bertepi
ketika kau lantunkan lagu itu,
hangat mengalirkan sensasi irama degup jantungku

wahai, sang pemilik rindu...
kau ajari aku berhenti pada saat yang tepat
tepat diujung batas apa yang Dia gariskan untuk kita
menetap hati pada sebuah janji
tak perlu kita berjumpa rupa
aku tak ingin menatap wujudmu
aku tak hendak sentuh ujung jemarimu
kita biarkan saja semua mengalir begitu rupa
kita kendalikan ia dengan cinta kita yang bersahaja
yang akan menghangati cinta besar yang ada

wahai ,sang pemilik hari
betapa cinta kecil kita memperindah apa yang telah ada
berjanjilah untuk senantiasa ada
walau hanya hati dan cinta kecil yang sederhana
walau bukan wujud yang merupa
karena
sudah terlalu banyak yang kita pinta
biarkan rindu kita menyatu dalam maya
biarkan cinta kecil kita menghidupinya
dengan kata,
hanya kata


pict : by AJP

Selasa, 19 Januari 2010

...tak bertepi...


berdiri sendiri disini,
gamang tak berteman
merasa diri ini kotor,
dosa tak berkesudahan

Gusti,
aku hilang arah,
tak tahu akan kemana kaki melangkah
pantaskah aku menghuni surgaMu ?
betapa aku takut
akan api neraka itu...

Gusti,
Kau lumat aku dengan cintaMu
malu
sesal
takut
tak bertepi

bukakan pintu itu untukku
bersimpuh aku dikakiMu
mohon ampun
mohon ampun


pict by : AJP

Senin, 18 Januari 2010

purna tugas sudah...


10 tahun yang lalu foto Karin berlatar belakang pohon mangga itu...

Ini kisah tentang sebatang pohon mangga harum manis di latar depan dalemBadran. Pohon ini ditanam oleh Bapak kira-kira sudah 19 tahun yang lalu, ditanam sekitar tahun 1991...anggap saja umur pohon mangga harum manis ini adalah 19 tahun .
Saya sendiri sudah lupa dari mana bibit pohon ini berasal. Yang saya ingat Bapak menanam pohon ini di lokasi sebelah timur taman depan tepat di depan teras dalem Badran. Bibit pohon dari hasil persilangan cangkok... Dasarnya tanah di dalemBadran memang lumayan subur dan gembur, maka tak butuh waktu untuk pohon mangga ini cepat tumbuh membesar. Sebenarnya bibit pohon mangga harum manis kami tidak sendirian, ada 2 batang bibit serupa yang juga ditanam secara bersamaan di halaman belakang DalemBadran.

Dari tahun ketahun, musim kemusim pohon ini memang tak pernah mengecewakan kami. Dia rajin mempersembahkan buahnya untuk kami sekeluarga... Buahnya cukup manis, bahkan manis legit dan gurih menurut kami... Daging buahnya kala mengkalpun lumayan manis untuk dibikin rujak atau lotis...mmmmm....nyam-nyam dah...
Sejak tahun ketiga ditanam, produksi buahnya makin bertambah dan bertambah kuantitas dan kualitasnya... Tinggi pohonnya pun makin bertambah ( ya iyaaaalaah....secara bertumbuh gitu lho...). Terakhir tingginya kira-kira 10 s/d 12 meter dari permukaan tanah... Lumayan tinggi, dan kokoh batangnya sehingga anak-anak minta dibuatkan rumah pohon diatasnya, sayang tak pernah terealisasikan obsesi yang satu ini, karena YangTi tak pernah mengijinkan, Beliau takut anak-anak gadis saya main panjat-panjat rumah pohon yang diperkirakan ( bila jadi dibuat) ada pada ketinggian 4/5 meter dari atas permukaan tanah. Akhirnya anak-anak harus cukup puas hanya dengan dipasangken sebentuk ayunan kayu didahan pohon mangga tersebut. Batang pohon yang kuat sanggup menahan sebuah ayunan kayu besar yang hampir tiap hari digunakan oleh d'angels dan teman-temannya bermain... Batangnya yang horizontal juga menjadi tempat gantungan pot-pot yangTi untuk mempercantik halaman rumah dalemBadran...

Begitulah, dari musim ke musim, bila pohon mangga ini berbuah maka bisa dipastikan hampir semua tetangga se gang dalemBadran akan kecipratan hasilnya... YangTi selalu ikhlas membagikan hasil panenan mangganya.
Oh ya, dalam waktu yang hampir bersamaan disamping barat pohon mangga ini ditanam pula sebatang bibit pohon rambutan binjai.. Mereka (kamsud saya pohon rambutan dan mangga ) itu seperti berlomba-lomba mempersembahkan hasil produksi terbaiknya disetiap musim...seperti halnya pohon mangga, pohon rambutan kami juga rajin berbuah...
3 tahun terakhir ini, grafik produktivitas pohon mangga kami memang mulai menurun....buahnya tak lagi sebanyak dulu, tentu ini dikarenakan faktor U ( umur) juga.... Sementara dahannya makin njenggureng gagah prakosa, makin menggemuk dan membesar...sehingga kerap mengkhawatirkan hati kami kalau-kalau roboh tertiup angin besar yang lewat disekitaran dalemBadran dan dikhawatirkan mengambruki ( horok...) fisik rumah kami...
Akhirnya, dengan pertimbangan yang amat matang, YangTi sang sohibul bait memutuskan untuk mempensiunkan saja pohon mangga harum manis kami dan memutuskan dengan seksama untuk menggantinya dengan bibit pohon mangga purbalingga atau mangga madu saja...
Maka, sejak 3 hari yang lalu YangTi memanggil Mbah Welas dan Pak Paiman tukang langganan kami untuk menebang dan menghabisi riwayat pengabdian pohon mangga kesayangan kami sekeluarga yang telah mendedikasikan segenap hasilnya untuk keluarga kami, menyusul 2 pohon sejenis dihalaman belakang yang sudah lebih dulu ( 2 tahun yang lalu) mendahului dipensiun dinikan....
Begitulah nasib sang pohon mangga harum manis di dalemBadran yang terpaksa dihabisi karena alasan tak lagi bisa diharapkan produktivitasnya dan membahayakan keselamatan bangunan rumah dalemBadran...
Maka, hari ini kami tak lagi bisa merasakan kesejukan karena naungan pokok batang dan daunnya yang rimbun, tak ada lagi tempat anak-anak saya bergelayut kalau lagi pada kumat isengnya...tak ada lagi gantungan aneka pot dibatangnya yang kokoh... DalemBadran jadi nampak lebih terang ( baca: panas) setelah pohon mangga ini dibabat habis oleh Mbah Welas...hiks... Dan kini pokok batang pohon kecintaan kami telah beralih berpindah kedapur rumah Mbah welas untuk menjalankan fungsinya yang terakhir sebagai kayu bakar...huwaaaaa...sedihnya...


Pak Paiman menemani Mbah Welas menebang pohon ini



Tinggal tonggak yang tertinggal, menunggu saat-saat eksekusi akarnya


Kini, tak ada lagi yang menaungi dan menyejukkan teras dalemBadran...


Saat-saat terakhir purna tugas, berganti wujud sebagai kayu bakar...hiks...

Bekas lobang akarnya sudah diurug kembali siap ditanami pohon yang baru...


Inilah bedanya manusia dengan sebatang pohon mangga...bila kita terutama para manusia yang notabene bekerja disuatu lembaga purna tugas, mereka akan mendapatkan haknya sebagai pensiunan dan menerima santunan sepanjang sisa umurnya...sedangkan pohon mangga kami, dalam akhir tugasnya didunia harus rela menjalani dharmanya yang terakhir menjadi kayu bakar...mmmmhhh tak apalah, apapun itu, dirimu tetap berguna bagi kami manusia...

Selamat jalan pohon kecintaan kami...terima kasih sudah membuat kami bangga selama ini akan buah hasil produksimu...Terima kasih sudah selalu menaungi teras dalemBadran dengan kerimbunan daunmu dan kesejukan yang kau hadirkan... Terima kasih sudah menyediakan batangmu yang kuat untuk tempat d'angels main tarzan2an...

Terima kasih...selamat jalan...



Rabu, 13 Januari 2010

ketika tak berwarna



sejak hutan perlahan habis dibabat
anak-anakku lantas bertanya
ketika hendak mewarna gambar
....bunda, apa warna dedaunan ?....

sejak kota menjadi impian
ketika gemerlapnya menjadi incaran kunang-kunang hutan
gunung dan lembah menjadi begitu asing
dan anak-anak masih bertanya,
ketika guru menyuruh mereka mewarna...
.....bunda, apa warna gunung ? ....

karena kota begitu jauh dari samudera
anak-anakku lupa warna lautan
anak-anakku lupa warna ombak yang berdebur
yang tangannya sanggup mencengkeram apapun yang ada dipantai putihnya...
ketika ombak sanggup menenggelamkan orang dan kota-kota
mereka hanya menggambar sebuah garis rata....
kadang tak berwarna
kembali terlontar tanya
...bunda, apa warna ombak ? apa warna lautan ?...

ah Nak,
betapa hidup ini menjadi tak lagi berwarna
ketika kita tak banyak belajar...mewarna, menggambar
maka,
warnai hidup kita dengan cinta ini saja
kecil, bersahaja, penuh warna...

pict by : AJP

Selasa, 12 Januari 2010

Mbah LaraS...


Mbah Laras adalah nama seorang perempuan tua yang sudah berpuluh tahun setia pada pekerjaannya yaitu menjadi peminta-minta.. Perempuan sepuh ini seingat saya sudah menjalani pekerjaannya sejak saya masih dibangku kelas II SD 17 Slompretan, sekitar tahun 1974. Pangkalan terakhir tempat dia biasa menggelar lapaknya...halaaah....maksud saya TKP tetapnya pada hari-hari biasa adalah dipojok Toko emas Ibu Kota yang letaknya di sudut Pasar Klewer dan setiap hari Jum'at Mbah Laras mangkalnya di Masjid Agung Surakarta, 50 meter jaraknya dari Pasar Klewer.

Buat saya keberadaan Mbah Laras ini sungguh telah membetot-betot memori saya kala saya masih duduk dibangku SD di pinggir alun2 Lor ini.Irama suara Mbah Laras selalu membuatk saya tertarik menyimak kata-katanya yang seperti mantra, begini rapalnya : " nDoro kakuuungggg/nDoro putriiiii......, nyuwun tumbasan gethuk lan kangge tamba saliit......bla...bla...bla....." dan diakhiri dengan kata ".....tiyang mboten semerep...margi"...Ya iyalah mboten semerep margi, karena simbah ini kan buta.... Nada nya konsisten sekali, apa yang kudengar dari jaman baheula itu tetaplah dilantunkan dengan kalimat yang persis plek sama dan nada yang tak berbeda. Hebat ya...? kenapa juga nggak direkam aja biar kayak yang jual obat panu-kadas-kurap cap MoonLight di pojok alun2 itu .... . O ya, setiap kali ada yang memberikan sedekah, maka akan meluncurlah rentetan kata doa dalam bahasa jawa halus yang menurut saya sangat 'kena' dihati.Dan selalu saya sahut dalam-dalam dengan amin..amin ya robbal alamin.

Saya jadi ingat keisengan saya dan teman-teman , duluu....kalau harus nunggu waktu jumatan di masjid agung, saya dan teman2 suka berjejer2 disamping simbah ini dan kami ber koor menirukan kata demi kata yang diucapkan simbah pengemis buta ini.Kompak lagi, rame banget, terutama pada kalimat ".....tiyang mboten semerep...margi" yang diucapkan dengan nada makin meninggi...kadang ada yang iseng, kata2 nya dimodifikasi sendiri menjadi ".....tiyang mboten semerep...SETAAAAN", walah...nakal benar ya kami ini. Pertama2 nya simbah ya bereaksi sebel dan mengomel-ngomel, bahkan beberapa kali kami sukses terkena lemparan sandalnya tapi kami bandel aja, tetep kalau jumat agenda kami adalah koor mengemis....
Kalau ingat itu, duuuhhhh....nakal banget ya kami ini dulu.

Namun sekarang, saya tak bisa lagi menemui Mbah Laras seperti yang selalu saya lakukan bila menjejakkan kaki di area Pasar Klewer...biasanya saya selalu bergegas menuju sumber suara khas Mbah Laras sekedar menikmati lengkingan suara serak-serak basah itu dan berbagi sedikit rejeki...
Mbah Laras sudah tiada, dia sudah berpulang keharibaanNya diusianya yang kira-kira mencapai 90 tahunan.... Tak ada lagi lengkingan suara itu, tak ada lagi bentakan untuk kami seperti dulu...
Selamat jalan Mbah Laras...


Sabtu, 09 Januari 2010

cinta pada satu ketika


.......
dan ketika senja bergulir
saat kau mampatkan cinta itu dalam satu waktu
enggan bergerak
bergeming mencari damai
memilih tetap setia bersama hadirmu dalam maya

adakah yang lebih indah
dari kesabaran itu
coba bisikkan padaku
adakah yang lebih indah
dari sabar hati menanti
cinta kecil ini mencair
menunggu ia mengalir begitu rupa
menghangati hatimu
mencairkan kristal-kristal beku penantianmu
mendentingkan nada-nada ritmis degup dalam jantungmu
yang enggan berbohong
untuk mengatakan
engkau tak cinta padaku
sedikitpun

kepada :
sekeping hati, dalam maya dan nyata

pict by :
AJP

Kamis, 07 Januari 2010

ceritanya saya lagi malas...


Tak perlu dicari-cari alasannya mengapa....tak perlu mencari-cari kambing hitamnya siapa, wong kambing hitam tetangga sebelah sudah sukses jadi kambing guling di malam tahun baru kemaren... Tak perlu menyalahken atau dipersalahkan kenapa blog ini jadi nglantrak tak nambah-nambah postingan....
Jangan pernah menyalahkan situs fesbuk.... ( karena beberapa teman blogger sudah terindikasi begitu...katanya Ayik miskin posting karena asyik terhanyut fesbukan ), tak perlu menyalahkan aktivitas ngojek...lha wong ngojek nggak ngojek sebenarnya masih banyak waktu buat nge blog...
Lalu, mengapa akhir-akhir ini saya jadi vacum lama nggak posting di sekar lawu...halaah...malah memancing2 jawaban menyalahkan ini...
Haiyaaah, yang penting kan biar rendhet, tapi masih ada lah satu dua posting mesti jedanya agak lamaan...maklum, makin tuwir ini otak ( dan hati ) kok makin minim ide... Eh, nggak dhing, sebenarnya ada sih ide...begitu banyak numpuk di kepala, tapi begitu sudah ngejogrog didepan perangkat netbook kok mendadak sontak jadi hilang semua kata tak terangkaikan...wakakak...

Kata teman saya begini, ' biasanya kalau orang jatuh cinta tuh Yik, semua akan jadi mengalir lancar, ya ide...ya kreatifitas...ya napsu untuk nulis... Itu yang terjadi padaku, Yik...jadi aku selalu memerlukan untuk jatuh cinta lagi...lagi dan lagi...'. Catatan : teman saya yang barusan omongannya saya kutip adalah seorang lajang ( yang agak lapuk, maap), penulis yang produktip, sekaligus teman ngocol saya di fesbuk...dia aktivis fesbuk...qdia juga aktif jatuh cintaaaa...meskipun nggak pernah jadian, nggak pernah kesampaian.....qiqiqi... ( deskripsi yang terakhir tentu saja nggak nyambung...)
Begitulah, kalau mengikuti saran teman saya tersebut berarti saya perlu jatuh cinta dulu untuk produktif menulis ( baca : posting) di Sekar Lawu ini.....halaah.....baiklah, karena persyaratan tidak memungkinkan untuk itu, maka usul ini saya anulir saja...

Lalu, motivasi apalagi yang saya perlukan supaya saya kembali mood nulis di Sekar Lawu ini ? Mmmmh...yaaa....mungkin saya cuma butuh mood yang baik, suasana hati yang nyaman dan kondisi psikologi yang prima buat menghasilkan postingan ala saya buat Sekar Lawu tercinta ini... Jadi kesimpulannya, apakah selama ini saya sedang dalam kondisi psikologis yang kurang baik...? Nggak juga tuh, sejauh ini saya menikmati hidup saya yang saya biarkan mengalir mengikuti arus nasib dan takdir..saya menikmati, saya menerimanya dengan ikhlas ... ( apaan sih..... ? )
Wis, pokoknya, Sekar Lawu masih saya jadikan prioritas untuk saya mengedepankan isi hati dan kepala saya di ajang blog ini...tidak ada yang berubah dari saya sejauh ini, tidak ada...atau lebih tepatnya ...belum ada...
Sesungguhnya, saya cuma butuh motivasi untuk (belajar) nulis lagi... Butuh sesuatu untuk mewujudkan ide itu disini...cuma itu...hanya itu...
Ssst...saya bahkan sempat berpikir untuk resign saja dari blogger atau cuti untuk waktu yang tak terbatas...tapi belum-belum sudah ada teman blogger yang mengancam Sekar lawu akan diboikot dari blogrolnya kalau saya bener2 berhenti posting...waaaak...tidak....sesungguhnya, dari lubuk hati yang terdalam saya masih pengin dan niat eksis kok di dunia blogger ini...jangan....jangan hapus Sekar Lawu dari link Anda...please...!
Ok, beri saya alasan kenapa saya perlu tidak malas lagi nge blog, beri saya alasan mengapa saya perlu rajin posting lagi...., beri saya alasan mengapa teman-teman merindukan postingan saya...( hoeeekkkk....! itu pasti jawaban Ernut untuk kalimat saya yang terakhir...)

Jadi menurut teman-teman, saya musti bagaimana nih ?