Rabu, 14 April 2010

jangan pandangi aku seperti itu


jangan pandangi aku seperti itu,
pandangi saja tangan kita yang saling menggengam.
tak kah kau lihat disana ,
betapa aku sungguh mencintaimu.
dengarkan aku, aku takut memejamkan mata,
aku takut genggaman tanganmu lepas dan engkau menghilang.
aku akan membacamu kali ini, hingga tuntas
dan memastikan kamu baik-baik saja disana.
pastikan kita masih tetap bersama
hingga akhir nanti
sebagaimana sunyi yang kita genggam,
meski bukan itu yang kita pinta
biarkan aku berjalan menjauh
agar aku bisa melihatmu lebih jelas dan utuh
biarkan aku mencari cara
bagaimana aku menumbuhkan kembali cinta itu, untukmu
meski jauh, tak tersentuh
aku yakin, suatu saat kita akan kembali bersama
meski ada sisa takut, sedikit....
sebagaimana aku percaya, kita ditakdirkan bersama

jangan memandangiku seperti itu,
aku takut kau jatuh cinta lagi padaku
tapi bukankah itu yang kita mau
saling jatuh cinta kembali
saling mengambil kesempatan indah itu lagi
mencoba kembali saling membaca
karena kita adalah buku terbuka
dhe,
pastikan masih ada satu tempat dihatiku untukmu,
sebagaimana aku pastikan,
senantiasa ada tempat untukmu dihatiku
pastikan,
masih ada tempat untuk kita kembali,
mencinta


just for my dearest, Dheka


pict by : AJP


note:
dear dheka,
ketika kau baca ini, mungkin aku sudah berangkat pergi dari hatimu
menjauh, agar aku bisa melihatmu utuh
diam berdiri ditempatku sambil memandangimu
adalah keinginan yang sudah lama ingin aku lakukan
seperti halnya ketika aku merasakan hal yang sama,
seperti yang pernah kau lakukan yang membuat hatiku terluka
biarkan aku merasakannya, sejenak
agar aku bisa segera kembali kepadamu
bersama cintaku yang utuh
segalanya akan menjadi indah tepat pada waktunya


Thx to SMI, atas inspirasinya

4 komentar:

Anonim mengatakan...

bukan aku kejam ataupun tak sayang
bila ku menghilang jauh dari pandangan
bukan aku benci sebab aku lari
usah disesali semua telah terjadi

~Srex~ mengatakan...

wuih....romantis banget mbak....
ikhlas...tapi tetap berharap...yg terbaik tentunya.

Sekar Lawu mengatakan...

@abi sabila:
wahhh....terima kasih, quotenya sungguh menguatkan...
salam kenal...

Sekar Lawu mengatakan...

@mas Srex:
satu lagi cerita hidup yang numpang lewat kekuping dan hati saya, hasil daur ulang si keranjang sampah...
ini juga true story, saya mencoba 'berempati' kepada teman saya yang menuturkan cerita ini.

kalau dibilang romantis, mungkin memang seperti itu gaya penulisan saya...semoga teman2 pembaca suka ya...

mas srex, terima kasih sudah selalu mampir dan memberi masukan.