Rabu, 07 April 2010

kepada kaka


dear kaka, apa kabar hari ini ? aku tahu kamu belum tentu membaca tulisanku ini, aku tahu, mana kamu ada waktu untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu seperti tulisanku ini. anehnya, meski aku tahu kamu tak membaca ini, tetap saja aku ingin menuliskannya untukmu. jadi, biarkan aku menuliskannya untukmu kali ini...
aku hanya ingin mengingatkanmu pada suatu hari hampir setahun yang lalu, ketika kamu mengirimkan inbox di facebook, "...hai, ini aku kaka, teman difakultas, semoga masih ingat...memang 19 tahun bukan sebentar, tapi aku masih mengingatmu...semoga kamu belum lupa...", spontan pesanmu aku balas, "...hi kaka, tentu saja aku masih ingat. sekarang kamu dimana....? bla-bla-bla"



kamu, kaka, adalah someone from the past yang tiba-tiba muncul dari belantara maia bernama facebook, mengklaim dirimu yang telah berhasil menemukanku setelah misi pencarian yang tak boleh dibilang singkat...19 tahun... masih tergambar dibenak kita, ketika akhir 90 kita berpisah, tepatnya dipisahkan oleh nasib...kamu yang kemudian pergi entah kemana, dan aku yang menurutmu kemudian menghilang dirimba kehidupan entah dimana...kamu yang masih berusaha mencari sosokku hingga beberapa tahun setelah perpisahan kita, namun menurutmu, kamu sudah kehilangan jejakku, sejak itu.

begitulah, kemudian kita saling menyapa, menyambung kembali silaturahmi yang pernah terputuskan...dan persahabatan kita berjalan indah dan wajar...
Pada minggu pertama kembali dipertemukan kita seperti ABG yang baru berkenalan....hahaha...terkaget-kaget mendapati pengakuanmu yang ajaib, hingga kekagumanku yang tak pernah sirna sejak aku mengenalmu dulu menjadi pewarna hari-hariku bersamamu..dan kaka, kesadaran akan posisi kita masing-masing melahirkan sebuah komitmen bahwa kita akan saling mendukung, saling mengingatkan....aku bahkan (sedikit) memaksamu untuk selalu ada pada saat aku membutuhkanmu...

kaka yang baik,
masih aku ingat dalam salah satu surat elektronikmu kau menulis seperti ini :
Kebersamaan, tidak saja akan menyatukan banyak perbedaan, tetapi juga akan bisa mempertajam perbedaan. Bayangan kita akan kebaikan seseorang bisa jadi akan semakin nyata ketika kita bersamanya, sebaliknya bisa juga semakin memudar seiring dengan kebersamaan. Saya tetap memiliki bayangan kekaguman kepadamu, karena dilindungi oleh Allah dengan tidak menyatukan saya dengan kamu. Allah memelihara perasaanku dengan TIDAK MENYATUKAN saya dengan kamu, itulah makna yang saya tangkap dari ayat itu. Bayangan keindahan tetap saja ada, dan (mungkin sirna) ketika kebersamaan (yang saya harapkan) itu terkabulkan. Wallohi, Allah maha mengetahui segala sesuatu. dan kita tidak sama sekali.

darimu, kaka, aku banyak belajar tentang hakekat hidup, tentang persahabatan yang sebenarnya. Dari kamu juga aku meyakini bahwa ada seseorang yang jauh nun disana, yang bahkan suaranya tak pernah aku dengar sejak 19 tahun yang lalu..dan ternyata masih mengingat aku, mengenang aku dengan baik, dengan caramu yang sangat indah.... Aku tahu, tanpa kamu berjanji secara lisan, kamu, Kaka. akan selalu ada untuk aku....
Aku merasakan suatu hal yang sangat aneh dan tidak biasa...., ketika kita berinteraksi intens melalui ponsel, hanya dengan pesan singkat saja...tak sekalipun aku pernah mendengar suaramu, Ka....katamu, kamu belum sanggup mendengar suara aku...entah mengapa...sahabat yang aneh... Bahkan yang lebih ajaib lagi, setelah kamu yakin menemukan aku dalam keadaan aku yang baik-baik saja, segera engkau memutuskan untuk mengundurkan diri dari jejaring facebook tanpa memberitahukan alasan sebenarnya...
Kaka yang baik,
Tulisanmu dalam sebuah email yang kamu kirimkan, sebuah pencerahan kepada aku.Ketika kita kerap berdiskusi melalui media maia tentang segala hal, selalu membuat aku lebih tenang memandangi lelakon hidupku....apapun yang ingin aku tanyakan dan cari tahu padamu selalu aku dapatkan jawabannya.... Masih ingatkah kamu, Kaka, ketika suatu hari keu lemparkan pertanyyan retoris tentang 'Cinta' dan 'Kasih sayang', masih ingatkah kamu, Kaka, inilah jawaban dari pertanyaanmu sendiri, karena kamu tahu aku tidak mampu menjawabnya sebaik kamu. :
Jadi apakah cinta itu ? lalu apa bedanya dengan kasih sayang ? Itu sebenarnya yang saya maksud dengan Cinta dan Kasih Sayang. Cinta itu sumir.... hampir susah di bedakan dengan nafsu, ia berisi luapan emosi "ingin memiliki" dan "takut kehilangan" cinta bersumber pada hasrat untuk memiliki dan menguasai.... Sedangkan kasih sayang bersumber pada kesadaran dan pengetahuan akan diri sendiri, kelebihan dan sekaligus keterbatasan, Tuhan akan mengasihi semua manusia (meski manusia tidak mencintai Nya), karena Tuhan tahu, tanpa diri Nya manusia tidak akan bisa apa-apa. Diberinya manusia peringatan, ancaman, ujian dan lain-lain, karena itu wujud kasih Tuhan. Manusia dipinjami (sifat) kasih sayang agar perasaan cinta tidak berubah menjadi nafsu belaka... nafsu memiliki, menguasai, cinta yang dibalut dengan kasih sayang akan santun, dan tidak berlebihan, justru cinta yang dibalut dengan kasih sayang akan penuh dengan kekhawatiran.... akankah cinta ini bisa menjadikan dia (yang kita cintai) ini lebih baik ??? Akankah cinta yang kumiliki itu bisa memenuhi harapan orang yang kita cintai...???? Oleh karena itu cinta yang penuh dengan kasih sayang selalu merelakan.... (hingga ada pepatah cinta tak harus memiliki), karena sadar betapa kita (yang mencintai) lebih senang melihat dia (yang dicintai) berbahagia... mesti tidak bersamanya...... Diantara sederetan bukti cinta dan kasih sayang Allah, telah disampaikan dalam Al qur'an: dan hendaklah engkau khawatir jika meninggalkan (keturunanmu) dalam keadaan yang lemah..... alloh pun mengkhawatirkan kita dan menyuruh kita khawatir terhadap orang-orang yang kita cintai (itulah hakekat kasih sayang)...... Wallohu a'lambisowab.

Sesekali aku membaca tulisan-tulisanmu kembali termasuk yang di sini .
Kaka, aku tahu, kamu bukan psikolog, kamu juga bukan ahli agama. Profesimu yang menuntut kamu harus terus belajar dan belajar membuatmu seperti sebuah buku yang terbuka buat aku...kapanpun aku mau, kapanpun aku ingin bertanya, kepadamulah aku akan datang...
Lalu mengapa tiba-tiba aku ingin menulis posting ini....karena sudah sejak hampir 4 bulan ini kamu gantian bagai raib hilang bak ditelan bumi...biasanya pesan singkatmu datang menyapa aku, kini tidak pernah lagi...aku hanya berharap kamu, Kaka, baik-baik saja disana, berbahagia dengan keluarga kecilmu disana .. Kendati begitu aku yakin, kamu selalu memantau keadaan aku melalui tulisan-tulisanku di blog ini ini...seyakin aku bahwa kamu akan selalu ada untuk aku, kapanpun aku butuhkan. Bukan begitu, sob ?

Sahabat, terima kasih sudah selalu ada untuk aku...meskipun jauh jarak membentang diantara kita. jarak fisik dan jarak hati, tapi aku percaya, engkau selalu ada...

Thx to Kaka.

4 komentar:

isti mengatakan...

itulah dahsyatnya facebook...bisa menjalin kembali silaturahmi..

Sekar Lawu mengatakan...

@Isti:
banyak keajaiban Fb bener...
thx ya...

~Srex~ mengatakan...

yah...aku juga mengalami situasi yg mirip mbak....cuma belum ada ending nya....aku justru takut untuk kehilangan dia utk kedua kalinya....nggak tahu sampai dimana kelanjutannya.....yg pasti memang benar...makin lama makin terlhat jurang perbedaan yg makin melebar....perlukah di buat jembatan...?

Sekar Lawu mengatakan...

@Mas Srex:
coba baca tulisan Kaka diatas tentang...Bayangan kita akan kebaikan seseorang bisa jadi akan semakin nyata ketika kita bersamanya, sebaliknya bisa juga semakin memudar seiring dengan kebersamaan....Saya tetap memiliki bayangan kekaguman kepadamu, karena dilindungi oleh Allah dengan tidak menyatukan saya dengan kamu. Allah memelihara perasaanku dengan TIDAK MENYATUKAN saya dengan kamu,.....kalimat ini yang menjadi pegangan dia untuk tidak terlarut dalam euphoria pertemuan kembali ini...ini pula yang menerbitkan rasa kagum saya kepada kaka..kesadaran akan kekinian, dan kemauan untuk menyimpan kenangan telah menemukan sesuatu yang lebih realistis...saat ini yang masih tinggal adalah perasaan saling kagum saja, tidak lebih...
padahal kalau nuruti kata hati, seandainya saja waktu bisa berputar...oh alangkah indahnya...tapi pasti akan ada yang...gubrakkkks....ya nggak Mas Srex ? Anda setuju saya toh ?
Lucunya, kisah ini kok ya hampir mirip ya dengan kisah Panjenengan...?
Hehehe....dunia...oh...dunia...