Sabtu, 30 Oktober 2010

sekarang aku tahu mengapa...



sekarang aku tahu mengapa aku tak bisa melupakanmu barang sejenak. itu karena semua yang terpendam kini telah terkuak. seperti hari-hari kita ketika kita berdua begitu ingin bertukar banyak cerita. cerita tentang kehilangan, cerita tentang rindu yang membatu sekian lama, cerita tentang angan-angan dulu yang kemudian mencair dan mewujud menjadi cinta kecil kita. cerita tentang ketakberanian kita untuk saling menyapa. ketika itu.

sekarang aku tahu mengapa aku tak bisa melupakanmu barang sejenak. itu karena aku tahu disana engkaupun sedang memikirkan aku. tentang rindumu kepadaku, tentang cinta kecil yang kau simpan sekian lama, tentang penantian yang berujung pada pertemuan yang indah ini

sekarang aku tahu mengapa kita tak bisa saling melupakan barang sejenak. itu karena kita saling merindukan, berharap bisa saling melengkapi, saling membutuhkan. engkau membutuhkan aku, seperti halnya aku membutuhkanmu.

sekarang aku tahu mengapa kita tak bisa saling merumuskan nama relationship kita ini. itu karena kita setia pada janji awal, bahwa cinta kecil yang kita miliki telah cukup menghiasi hati kita, dan tak akan kita biarkan ia mengganggu yang telah ada. justru, kita akan membuatnya menghangati hati kita dengan pengertian, ketulusan dan rasa sayang. sebenarnya.
relationship yang indah dan membuat hati kita selalu nyaman...

sekarang aku tahu mengapa kita tak bisa saling melupakan. karena engkau menyayangiku, seperti aku menyayangimu.

***

terima kasih untuk percakapan pendek hari ini
kejutan manis untuk aku dihari sabtu


engkau tak bisa merubah...



Engkau tak bisa menghentikan hujan atau menutup terik matahari dengan awan, tapi engkau bisa menggunakan payung.
Engkau tak bisa mengubah arah angin namun engkau dapat menyetir layar perahu.
Engkau tak mungkin mencabut semua duri-duri di semua jalan namun Engkau bisa mengenakan alas kaki yang tebal.
Engkau tak mungkin bisa menutup mulut semua orang namun kita bisa belajar tuli.
Engkau tidak perlu susah-susah mengubah keadaan, dan tak perlu buang waktu mengubah orang lain.
Yang perlu kau ubah adalah hatimu. Kalau hati berubah, keadaan akan berubah!
Ketika hati menjadi baik, ucapan dan perilaku akan menjadi baik.
Tak perlu mendesak orang menjadi baik, orang-orang akan menjadi baik dengan sendirinya..
meski bukan karena engkau.

***

pict by AJP

Jumat, 29 Oktober 2010

bangkit lagi, maju terus


pagi ini seorang teman datang kepada saya. sambil menemaninya ngupi pagi ( sementara saya cukup nge teh hijau pahit ) ia menceritakan tentang 'lelakon' hidupnya yang bagi saya sungguh ajaib. seperti di sinetron-sinetron itu...jatuh bangun kayak lagunya KD - Kristina Dangdut -...saya bandingkan dengan perjalanan hidup saya dan ternyata yang saya alami ini bukan apa-apa dibandingkan dia...

teman saya yang satu ini tak seperti teman-teman yang lain, yang datang untuk curhat ( baca : mengeluh ) , dia datang untuk berbagi kisah, agar saya bisa mengambil hikmah dari pengalaman hidupnya, jatuh bangunnya, pahit manisnya. Saya salut padanya yang selalu sanggup bangkit dan berjalan kembali setelah kejatuhan yang dialami berkali-kali.

saya setuju kepada wacananya, bahwa setiap kejatuhan tidak berarti kita harus menyerah kalah dan berpuncak pada putus asa...saya setuju untuk kita belajar dari kejatuhan itu sendiri. mengevaluasi diri, memperbaikinya untuk kemudian menjalani cara baru dan bercermin kepada kegagalan. kegagalan bukan untuk disesalkan, akan lebih baik bila kita sanggup mengambil nilai-nilai positip dari perilaku yang membuat kita gagal kemaren. berbesar hati menerima takdir tapi tak begitu saja menyerah kepada nasib....eeeehhhmmmm, sepertinya sungguh tak mudah... ( dalam hati saya bergumam, gedhang woh pakel...muni gampang nglakoni angel, bicara mudah - mewujudkannya yang sulit...hhhhhhh...)

kepada setiap teman yang sedang jatuh saya selalu menjadi supporter untuk selalu keep moving on ...padahal saya tahu, jelas gak bisa disamain dunk antara jatuh kesandung ato kesrimpet rok dengan jatuh ke dalam sumur..hehehehe... (persamaan yang aneh). ya jelas...malunya aja jelas beda dunk..wkwkwk...kalo jatuh ke dalam sumur yang pasti langsung ilang ajah...minimal semaput, maksimal ditemukan tak bernyawa dalam posisi kembung...hedeeehhh...yah, paling nggak saat nemuin kita, kita udah selesai malunya ( lha wong sudah nggak ada nyawanya...)

Nah kalo jatuhnya karena kesandung, kejlungup atau kesrimpet yang notabene didepan khalayak umum. jatuh yang tiba-tiba , spontan tanpa basa basi...hihihi...yang jelas jarang bisa end up pose cantik dunk ya...sakitnya gak seberapa, malunya itu lho kalo diliatin banyak orang dengan senyum simpul diwajah mereka...masak sih kita harus selalu moving on, ahaa...can't we just stop even for a while sampai kita bisa memutuskan kapan kita akan bangkit kembali... 'n see what the next ?

paling nggak kita bisa diam sejenak mengevaluasi diri mengenai penyebab jatuh barusan, kemudian menata hati untuk yakin bisa kembali berdiri tegak dan berjalan kedepan meminimalisir penyebab kegagalan yang mungkin akan kita temui lagi...begitulah yang saya pikirkan....ehhhmm...ehmmm..dan yang tak kalah penting adalah membangun kepercayaan diri bahwa kita bisa mengatasi masalah yang akan timbul lagi, sambil tak lepas mengamati apakah lingkungan kita cukup supportif dan peduli membantu kita barang sedikit...meskipun akhirnya semua kembali ke kita, apakah kita akan moving on...dengan atau tanpa bantuan orang lain disekitar kita...tentu saja.. kalau teman saya itu , dia tak peduli apakah akan ada bala bantuan datang atau tidak, yang jelas dia tetap berjalan kembali, meski dia butuh waktu juga untuk menata diri dan hati..karena katanya, dia bukan super(wo)man.

selebihnya, selain setuju pada wacana yang ditawarkan teman untuk selalu keep moving on, saya juga mengaguminya sebagai teman yang tak pernah menyerah...spiritnya saya simpan didalam dada saya.

untuk Menik, terimalah salutku.


***

nulis kali ini kok ngelantur agak nggak jelas juntrungnya, entah nyambung entah enggak...hedeeeh....



Selasa, 26 Oktober 2010

maka bicaralah, berdua saja






seperti malam ini ketika kau datang menghampiri. sekeping tangis dan isakmu kau tumpahkan dibahuku...aku biarkan kau menghabiskannya, aku tenggelam dalam diam sementara. lalu kau ceritakan gundahmu akan keraguan itu.

jika ragu masih saja menghantui, lalu kemana semangatmu menghadapi hari-hari barumu, sob ?
mengapa bimbang itu tak segera kau enyahkan demi waktu yang mendekat.
engkau-dia-kalian
harusnya bicara lebih dekat...karena hidup kedepannya ada dalam bingkai lukisan impian kalian bersama. kuas dan catnya adalah cinta kalian yang selalu bertumbuh dan penuh warna. kanvasnya adalah hati kalian berdua yang kembali putih seperti ketika mengawali hidup yang baru.
aku hanya mengingatkanmu kepada cerita dulu, ketika kalian berjanji untuk saling melengkapi, menggenapi...buatlah ketetapan dan keputusan itu dari hati kalian yang sudah saling bicara, saling memeluk, saling berpagut dalam cinta baru yang akan kalian bentuk.

baiklah, akan aku tinggalkan kalian berdua untuk kembali bicara tentang konsep kedepannya dari hidup yang kalian rencanakan. jangan biarkan kebimbangan menjadi penghalang. selesaikan sebelum semuanya terlambat, aku yakin kalian masih punya cukup punya waktu....masih banyak kesempatan. mulailah dengan saling melepaskan ego...mulailah dengan saling mempelajari hati kalian masing-masing.
apapun, ketika kalian dipersatukan nanti, kalian tetaplah pribadi yang berbeda...dan justru perbedaan itu yang akan saling menggenapi...

maaf, aku tidak sedang bicara tentang cinta seperti apa yang kalian miliki bersama.
baiklah, ijinkan aku menyingkir sejenak, agar kalian bisa bicara lebih leluasa.
aku tinggalkan sehelai catatan untuk sebuah ketegasan akan menghampiri...
bacalah catatanku, - karena aku tahu kalian telah suka rela terjebak untuk saling mencinta -. jadikan itu kata kuncinya.

maka bicaralah, berdua saja


***

untuk sepasang sahabat yang tengah merancang kebersamaan baru


Senin, 25 Oktober 2010

engkaulah cinta kecilku. dan akulah cinta kecilmu



pagi tadi seperti biasanya engkau menyapaku. berbagi cerita tentang harimu kemaren. aku duduk tenang dihadapanmu, mendengarmu, mengagumimu.

lalu ganti aku bercerita tentang rumput basah oleh embun yang selalu aku sentuh. yang aku suka butir bening airnya , indah bak permata...aku bercerita tentang hari-hariku, dengan atau tanpamu. tentang rinduku dimasa kecil yang tak pernah aku ceritakan kepadamu.

kemudian kita berbagi tentang rahasia kecil kita, tentang lelaki kecil dan gadis berkuncir dua. tentang cinta kecilnya yang indah dan rahasia. tentang hati kita yang kembali menghangat oleh cinta...cinta kecil, cinta sejati, katamu.

antara percaya dan tidak, namun aku yakin, cerita cinta kecil itu memang pernah ada.
engkaulah cinta kecilku. dan akulah cinta kecilmu.

***

untuk teman kecilku
kepada siapa aku menitipkan kenangan




Sabtu, 23 Oktober 2010

F 'n F



Forgetting and Forgiven someone else is the easy part,
it's Forgiving yourself and forgetting it ever happened that's the hard part


Aaaargghhh.....



***


pict by :
AJP

Jumat, 22 Oktober 2010

ketika badai

ketika hempasan pertama badai itu datang, aku melihatmu menangis semalaman...berkepanjangan. aku bisa mengerti dan merasakan betapa selama ini engkau hanya terbiasa tertawa bersama, menikmati bias kebahagiaan yang engkau bangun bersamanya selama hampir 16 tahun terlewat...
Kalian terkadang lupa, bahwa kalian juga bisa terluka...


dengarlah kataku, segera setelah hati kalian berbicara ,kemudian kau peluk dia , bukan berarti semua lewat, tanpa luka dan sakit hati. karena engkaupun tahu, melupakan semua itu tak semudah memaafkannya.


kawan, ketika badai pertama telah kalian lalui, jangan berharap ini adalah satu-satunya badai yang ada...kita tak pernah tahu akan ada badai berikutnya menghadang di depan sana. dan itu nyata.
jangan takut ketika badai berikutnya datang dan menerjang, setidaknya kalian sudah lebih siap menghadapi akan seberapa riuhnya dan akan seperti apa akibatnya. setidaknya kalian sudah lebih siap menyikapinya...
badai, bisa datang kapan saja, dan aku percaya, kalian akan selalu siap...kapanpun itu. setiap badai yang datang akan membawa pengharapan akan hikmah terbaik yang bisa kita ambil pelajarannya...

berpegangan tanganlah saling mendukung dan menopang, setidaknya dua pasang tangan lebih kuat daripada satu...seperti ketika dua hati akan lebih kuat menghadapi daripada hanya satu dan berjalan sendiri-sendiri...
genggamlah tangannya, erat...seerat ia menggengam jemarimu. jangan lepaskan, jangan biarkan hati kalian diam-diam menjauh dan menghilang bersama badai yang lewat..


be survive, kawan.


***


teruntuk : D & T
untuk cerita panjang minggu ini,
awal dari cerita panjang kalian...tentu


Kamis, 21 Oktober 2010

tentang mimpi kita...


bermimpi ternyata butuh keberanian...keberanian untuk menerima kenyataan bahwa ternyata yang baru saja dialami it's just a dream...keberanian untuk menghilangkan perasaan tak nyaman kalau ternyata yang baru saja kita alami adalah mimpi buruk...keberanian dan kesiapan untuk kecewa karena ternyata mimpi indah berbunga-bunga itu cuma bayangan...hahahay

seperti saya, tiga malam yang lalu saya mengalami sebuah mimpi yang menurut saya sangat absurd tapi juga mendekati nyata...halah...bagaimana tidak, pelaku dalam mimpi saya itu adalah saya sendiri dengan seseorang - sahabat - , yang saya sudah kehilangan jejaknya sekian puluh tahun.
setelah menjalin kembali komunikasi dan bertukar cerita tentang banyak hal, rupanya ini membawa saya dalam sebuah imajinasi...imajinasi yang terbawa kedalam alam bawah sadar saya dan kemudian muncul menjadi sebuah mimpi manis malam itu...hehehe...

saya tidak bisa bercerita banyak tentang mimpi saya malam itu, saya hanya ingin bilang bahwa saya sudah cukup bahagia bisa bertemu sahabat lama ini meski cuma di dalam mimpi saya. tidak lebih.

mimpi tak pernah bisa diatur, apalagi di skenario, juga tak mungkin dituliskan script nya sebelum kita berangkat tidur...sebuah mimpi bergulir dengan sendirinya bersama lepasnya alam bawah sadar kita, mengaduk-aduk isi hati dan bayangan dikepala, dan membentuknya menjadi sebuah cerita...

ketika saya ceritakan perihal mimpi saya ini kepada sahabat saya itu , pertanyaan dari dia adalah, " itu mimpi tentang kita sekian puluh tahun lalu atau kita yang sekarang ? ", " kita yang sekarang, " jawab saya...

ah, mimpi tentang kita dulu dan sekarang, apa bedanya...? toh cerita kita sudah terangkai begitu panjang dan indah , meski sempat terputus sekian puluh tahun tanpa kabar berita, tanpa keterangan dimana kita masing-masing menghilang...


sob, terima kasih sudah menjadi bagian dari mimpi saya malam itu, terima kasih sudah hadir dan menemani saya saat ini. dan bukan hanya dalam mimpi.


Rabu, 20 Oktober 2010

(belum) menyerah



malam ini bulan tak genap
dan aku menunggumu dalam sekapan rindu
hanya kedikan dibahumu,
tak lebih dan tak kurang
begitu kau putuskan untuk henti
begitu pula hatiku mengering
hidup tak harus menunggu
aku lelah,
untuk itu jangan lagi menungguku
menyerah


just for U, dheka


pict by : AJP

Senin, 18 Oktober 2010

belajar



kadang aku melihat kembali masa laluku dan berpikir , " Tuhan yang Maha Baik, alangkah indahnya skenario yang Engkau buat untuk aku, apapun itu . Baik-buruk, manis-pahit, putih-hitam...aku tak hendak menyesalinya.."...seperti pagi ini ketika aku melihat-merasakan hari ini , maka aku kemudian berpikir bahwa...tanpa sejarah dan masa lalu aku tak akan pernah sampai pada hari ini.

aku banyak belajar dari masa lalu. dan aku mensyukurinya



pict by : AJP

Sabtu, 16 Oktober 2010

my weekend is my ordinary day

ini hari sabtu, kata teman-teman saya ,hari sabtu dan minggu adalah hari yang ditunggu2 karena akhir minggu biasanya adalah hari merdeka untuk bersantai dan memanjakan diri dan terlepas dari rutinitas, setelah seminggu penuh bekerja membanting tulang dan memeras keringat..halaaah..lebaiii...

buat saya, apapun harinya kok tetap sama saja rasanya...apalagi sabtu dan minggu saya...saya rasakan biasa saja tuh...karena apa yang biasa saya lakukan pada hari-hari lain juga saya lakukan pada weekend saya...hahaha...dan saya menikmatinya.. anggap saja hari saya setiap hari adalah weekend....uhuiii...

yang penting buat saya, kapanpun itu, asal saya masih bisa menikmati hari dengan aktivitas yang rutin maupun insindental selalu saya nikmati...saya selalu rindu pagi saya yang penuh kehebohan, saya suka rindu pada kesibukan pagi yang seperti dikejar watu dan waktu itu harus berhenti tepat jam 6 pagi dimana semua pekerjaan memulai hari harus sudah kelar..., saya juga rindu siang hari tanpa kerjaan dan saya bebas membaca, atau menulis seperti saat ini. saya juga rindu menunggu jam nya anak-anak pulang sekolah dan memanggil " ibuuuuu..." dari luar pintu pagar. saya selalu rindu menyiapkan keperluan untuk mengojek anak2 ke tempat lesnya, saya juga rindu untuk buru-buru pulang dan menyiapkan menu makan malam untuk orang-orang tercinta, seperti halnya saya juga rindu shalat maghrib berjamaah dengan keluarga kecil saya, saya selalu rindu membuka netbook saya untuk menyapa teman-teman didunia maia, seperti halnya saya rindu untuk mengerjakan ini-itu yang sudah menjadi komitment saya....aaahhhh...betapa indahnya hari-hari dengan berbagai agenda yang tak pernah membuat saya bosan...

jadi, mengapa saya harus gembira berlebihan hanya karena akhir minggu telah datang...hahaha...saya tidak punya alasan untuk itu...karena acara akhir minggu sayapun datangnya mengalir, spontan, tanpa harus direncanakan...( tidak berlaku bila ada acara dengan undangan jauh2 hari...ggggrrrrrr....). kadang dari bangun pagi kita sudah pengin kemana bersama siapa, atau dari pagi sudah males2an ngariung diranjang dan tahu-tahu tengah hari menjelang dhuhur ada yang melentingkan ide untuk pergi kemana...ya hayooo saja..... asal itu sudah kesepakatan, pokoknya hal-hal yang membuat kami nyaman, itulah yang kami lakukan...

seperti hari ini, sabtu yang cerah...sambil menunggu yang lain ngandang saya habiskan waktu untuk membaca buku hadiah ulang tahun dari seorang sahabat saya, sambil membalas pesan dan telepon dari teman-teman saya... oh..I love it...

jadi, mari bersama saya menikmati hari ini dengan menyenangkan.....sambil blogwalking, browsing, sms an, fesbukan, YMan, nonton DVD ( sudah ada 3 judul menanti )....nikmati hidup saja....


kalau bosen ngoprek netbook, marilah kembali ke alam imajinasi dengan membaca, membaca dan membaca...

ini buku yang lagi saya lumat hari-hari terakhir ini... Buat yang mau ngirimin saya buku dan bacaan lagi, pintu rumah masih sangat terbuka lho...hehehe...




untuk sahabat hati yang mengirimi bacaan ini, thanks a lot ya...

buat yang lagi weekend an...met weekend ya.....


Jumat, 15 Oktober 2010

aku menyebutnya cinta kecilku







***

aku menyebutnya cinta kecilku, bukan karena ia datang ketika usiaku belum cukup umur untuk mengenal arti cinta. bukan juga karena kuantitasnya yang kecil sehingga ia tak dirasa, bukan juga karena dianggap tak berarti...

aku menyebutnya cinta kecilku, karena aku menempatkannya di sebuah sudut kecil disuatu wadah hati besar yang aku miliki...cinta kecil itu aku tempatkan disana, agar aku bisa merawatnya, menjaganya dan memeliharanya tetap utuh...meski tetap kecil.
aku menyebutnya cinta kecilku, karena aku tak akan pernah membiarkannya tumbuh membesar dan menganggu keberadaan cinta besarku...ahaaa...mengapa sekarang kita bicara tentang ukuran ? pentingkah ?

aku menyebutnya cinta kecilku, karena aku memandangnya dengan segala cara yang indah dan penuh penghargaan atas sebuah perjuangan yang telah kita lakukan untuk mendapatkannya...sekian tahun yang terlewat, perjalanan hidup dan cinta kita masing-masing, takdir Tuhan yang tak mempertemukan kita dalam ikatan ..., dan kepasrahan ketika kita akhirnya menyerah pada suratan.

aku menyebutnya cinta kecilku, karena aku ingin selalu bersamamu, meski kita (mungkin) tak akan pernah bertemu... mari kita biarkan cinta kecil itu tetap ditempatnya, tetap bersahaja seperti namamu yang aku ukir disana, tetap membumi dihati kita, tetap kecil seperti semula, tetap indah agar bisa menghiasi cinta besar yang kini ada, tetap hangat sehingga membuat hati kita nyaman...

aku menyebutnya cinta kecilku, cinta yang selalu membuat hariku penuh senyum kala mengingatmu..bahwa engkau ternyata ada dan bukan hanya fatamorgana.

aku menyebutnya cinta kecilku, karena aku tahu cuma itulah yang kita miliki, bersama...

***

Rabu, 13 Oktober 2010

beginilah bila kita bertemu


beginilah setelah kita dipertemukan kembali, setelah sekian tahun kita berjalan dalam cerita hidup masing-masing. kita bicara apa saja, tentang gunung, tentang hutan ,tentang langit biru, tentang bulan, tentang bintang malam, tentang hujan, tentang jalan panjang yang kita lalui...tentang kerinduan untuk bertemu.

beginilah bila kita bertemu, begitu banyak yang ingin kita bagikan, tentang cerita hidup, tentang rindu yang menumpuk, tentang cinta kecil kita, tentang kekinian...

beginilah bila kita bertemu, cerita tentang harapan akan pertemuan, cerita tentang saat aku meninggalkanmu dulu, sekian tahun yang lalu, cerita akan rasa kehilanganmu akanku...
dan aku suka bercerita kepadamu tentang langit biru agar aku bisa menitipkan rinduku buatmu, aku juga suka cerita tentang matahari agar aku bisa membiaskan cinta kecilku kepadamu yang jauh...

beginilah bila kita bertemu, aku suka ceritamu tentang irama hujan yang membuat perjalanan hidupmu semakin panjang dan sarat akan cerita yang selalu membuat aku terkagum-kagum padamu...
hujan , katamu selalu membuat perjalanan terasa sangat panjang dan melelahkan.
seperti hujan juga membawa rima yang sama tentang masa depan dan itu selalu membuat aku bangga kepadamu.

beginilah bila kita bertemu, meski tak bisa saling menyentuh, meski hanya swara yang saling memeluk, tapi aku begitu yakin ada begitu banyak percik rindu yang bisa saling kita bagikan, kapan saja...dimana saja


beginilah bila kita bertemu. ketika setiap pertemuan yang terbatas waktu selalu membuat kita terlepas sejenak dari kepenatan, dan sisa keseharian...berbagi rindu dan cinta kecil yang indah ini , seperti ritual yang mengakhiri, seperti three magical words kita... I Love U..., I Miss U

***
untuk seseorang yang jauh disana tapi begitu dekat disini, dihatiku...


Minggu, 10 Oktober 2010

kebahagiaan hari ini, sepantasnya untukmu, Ibu



semalam ketika mengobrol dengan seorang sahabat, saya diingatkan untuk tidak lupa kepada asal-usul saya, kepada seseorang yang menjadi media ketika Allah menciptakan dan menghadirkan saya ke dunia fana ini...

Ya, sahabat saya ini menyampaikan wacananya, bahwa orang yang mestinya paling berhak mendapatkan ucapan selamat pada saat putra-putrinya merayakan hari jadi adalah seorang Ibu, Bunda, Biyung, Simbok, Mama, Mami...apapun panggilan untuknya..
Karena tanpa dia, tanpa keikhlasannya untuk mengandung kita di dalam rahimnya sembilan bulan lebih dan kurangnya, maka tak akan pernah dihadirkannya kita di dunia ini...
Untuk itu, tadi pagi saya sengaja menghaturkan sembah sungkem saya kepada YangTi, Ibunda saya, orang yang telah melahirkan saya, menggulawentah saya , mendidik dan membesarkan saya...yang pada hari ini masih diberikan kesehatan yang alhamdulillah masih prima untuk eyang-eyang seusianya dan masih selalu bersama mendampingi saya menjalani kehidupan ini.

terima kasih Ibu, untuk semua yang telah Ibu lakukan buat aku.
terima kasih untuk sudah menjalankan semua kewajiban Ibu kepada aku.
terima kasih untuk sudah selalu ada buat aku dan keluarga kecilku
semoga Allah selalu memberikan kebaikan, kesehatan, dan kebahagiaan disisa usiamu...
semoga Allah masih memberikan aku kesempatan untuk bisa membuatmu tersenyum dan bahagia disisa usiamu...




Ibu, di 65 tahun usianya
I love U, Ibu





10-10-66 --- 10-10-10 = 44...angka ajaib saya hari ini






Matur sembah nuwun...thank you...arigato gozaimasu...grazie...xie-xie...mercy...hamza hamida...terima kasih...untuk semua teman, sahabat, kerabat yang telah mengirimkan ucapan dan doa selamat di hari jadi saya, baik melalui wall FB saya, sms, menelepon langsung, bahkan yang bela-belain mendatangi saya untuk memeluk dan mencium saya mengucapkan happy birthday buat saya...

Sungguh Anda semua adalah teman-sahabat-kerabat istimewa buat saya yang sudah begitu mewarnai hari-hari saya selama ini...saya merasakan banyak cinta dibagikan kepada saya, saya merasakan hangat hati ini bersama kalian.... You are all the best...
Terima kasih untuk sudah selalu mengingat saya dihari yang indah ini...

Tahun ini bisa jadi hari ulang tahun yang istimewa buat saya....saya yang lahir 10-10-66, hari ini 10-10-10, genap menjadi 44 tahun.....istimewa benar angka saya kali ini...dan tentu tak akan terulang lagi sepanjang hidup saya...
Padahal saya maunya hari ini masih 34 aja, hehehe....44 tahun...hedeeeh...6 tahun lagi menuju 1/2 abad...umur setengah mateng, kata sohib saya... Tapi tak apalah, wong kata orang2 dekat saya umur saya bisa menipu....chasing boleh 44 tahun, tapi jiwa masih 24 tahun...hehehe....whateverlah, yang penting Allah memberikan saya kesehatan lahir batin, dan kebahagaian menurut standart saya...saya pikir itu sudah lebih dari cukup.
Dan yang lebih penting lagi, Allah masih mengkaruniakan kesempatan disisa umur saya untuk memberikan segenap cinta saya kepada orang-orang yang sangat saya cinta...kepada YangTi-Ibunda saya, Mas Kar-suami & Bapak anak-anak saya, Karin dan Aizs-mutiara hati saya...

Ceritanya, dihari ultah saya, saya mencoba untuk menjadi lebih bijak...halah.....bahwa hidup terus berjalan dan bahwa hari-hari yang telah saya lalui dengan berbagai peristiwa yang mendewasakan bukan merupakan sebuah kebetulan .... semuanya sudah menjadi rencana TUHAN yang dari semula memang sudah ditetapkan………..

terima kasih Tuhan, untuk kesempatan menikmati sisa umur yang Engkau anugerahkan...semoga saya bisa memanfaatkan itu dengan sebaik-baiknya, semampu saya....







Jumat, 08 Oktober 2010

aku masih mencintaimu, sungguh

tadi pagi,
dengan degup didada aku terbangun
tercium aroma tubuhmu, masih
dan hingar swara serakmu
melantunkan rindu itu
kinasih,
tiba-tiba aku teringat
satu malam ketika sayap kupu-kupu membelai kulit tubuhku
aku rindu itu
saat kita berpegangan tangan,
disuatu pagi di hamparan pantai
ku biarkan kau belai rambutku,
kau genggam jemariku, erat
ah...jangan lepaskan,
meski ini cuma mimpi
kinasih,
peluk aku, peluk aku
cium aku lagi
seperti biasa saat kau bangunkan aku dari tidurku
jangan pergi lagi
dari mimpiku

aku masih mencintaimu
sungguh


***

kinasih,
bila cinta itu hanya tinggal impian,
setidaknya aku sudah menyampaikannya kepadamu, malam ini

***

special thanks to kangmas KH, yang selalu mengingatkanku untuk kembali membumi
berpikir logis, mengolah rasa dengan jiwa...
mohon maaf bila hasilnya belum seperti yang engkau harapkan,
aku sungguh butuh waktu untuk belajar, mempelajari diriku sendiri
terima kasih untuk sudah selalu menemaniku di sudut sunyi,
dimana aku selalu terduduk sendiri
terima kasih mas..

***


pict by : AJP

Kamis, 07 Oktober 2010

tentang tengkar


apakah menurutmu
ketika bertengkar
kita tengah menyelesaikan masalah ?
bukankah dengan itu kita kemudian menjadi batu

bersama ego dan ketidakmungkinan untuk mencari tahu
tentang apa sebenarnya yang sedang kita ributkan

bukankah ketika ego menjadi nomer satu,

lantas kita tak lagi mau mundur barang sejengkal

untuk melihat satu dan lain lebih utuh ?

apakah dengan bertengkar begini
lantas semuanya selesai ?
tidak bukan ?

entahlah...

***

sob,
selesaikan dengan hati,
betapa susah menyampaikan ini,
karena aku merasakan betapa lebih susah aku merasakan ini


cinta itu harus diperjuangkan


malam ini aku buka kembali catatanku tentang mu. tentang cerita hati yang sudah kau percayakan kepada sikeranjang sampah ini. tentang hati yang terluka, tentang kisah suatu hari ketika engkau mendapati orang yang kau pikir sangat kau cintai telah mengkhianati.
hai, dengarlah...engkau sedang berbagi dengan orang yang tepat...karena aku sikeranjang sampah bukan hanya menjadi pendengarmu. aku juga telah merasai apa yang tengah kau rasa. bukan tentang dikhianati atau disakiti, tapi tentang bagaimana kita harus kembali berdiri tegak setelah jatuh dan terpuruk.
mungkin kemudian aku menjadi sedikit jumawa karena merasa sudah selangkah lebih berpengalaman darimu. coba camkan, bagaimana sakitmu, aku sudah merasai...tapi coba dengar dulu, apakah engkau siap kehilangan dia hanya untuk murka tak berkesudahan...cemburu-sakit hati-terkhianati....coba dulu cari formatnya, apakah itu seperti yang kau pikirkan ?

ayolah, berpikirlah jernih, dewasa dan bijak...jangan sampai engkau kehilangan keseluruhan yang engkau pernah miliki darinya...
coba cermati satu kalimat dari sebuah buku yang habis aku baca, " kau tidak menyadari apa yang menjadi milikmu hingga kau menyingkirkannya...", tanyakan kepada hati kecilmu, itukah yang engkau mau ? setujukah engkau bila aku katakan jangan tunggu sampai sakit itu membuat hatimu membatu, sebelum engkau sadari sisa cintanya yang kau harapkan masih tertinggal kemudian menguap dan pergi selamanya...

well, mungkin ini klise bila aku bilang, tak ada seorangpun yang sempurna....tapi cobalah mengerti, posisinya sebagai manusia biasa, ketika dia bisa saja jatuh cinta (lagi), meski dia sadar sudah pada kondisinya bahwa nyatanya kalian telah saling memiliki.. lalu kepada siapa kita bisa menyalahkan ketika sebuah perasaan cinta datang kembali, bukankah kita pernah sepakat bahwa cinta adalah anugerah...? hanya memang datangnya seringkali tak kenal tempat, tak kenal waktu, tak kenal posisi....

mari bicara dengan hati, jangan lagi berpegang pada curiga dan rasa tak percaya...kalau engkau masih ingin menggapai keping-keping cintamu yang telah hancur...berikan dia waktu untuk membuktikan betapa komitmen diantara kalian adalah satu hal penting dan utama. berikan kembali sisa kepercayaan dan cintamu untuknya...niatkan untuk kembali menjadi baik seperti saat kalian pertama membuhulkan janji berjalan bersama. memang tak mudah, memang butuh waktu yang tak terbatas...diperlukan perjuangan yang ekstra keras, hati yang tegar, dan saling pengertian dari kedua belah pihak...memang tak mudah...sungguh tak mudah.

tapi bila kita sudah niatkan untuk memperbaiki kembali apa yang sudah terlanjur rusak, tak ada hal yang mustahil, bukan...? ayolah, cobalah dulu...engkau tahu aku bukan hanya sikeranjang sampah, aku juga mengalami apa yang tengah engkau alami...setidaknya aku bisa berbagi denganmu tentang bagaimana caraku mengatasinya...

ayolah, cobalah...berikan dia kesempatan. sebelum dia hilang arah dan berubah pikiran karena putus asa merasa tak kau hargai semestinya...bukankah dia sudah berusaha untuk itu, kawan ?
waktu akan berjalan terus, perjuangan akan terus dilakukan, engkau-dia...kalian adalah satu hati yang berjuang bersama...ayolah...ayolah
pandanglah satu titik yang sama di depan sana, bahwa kalian akan berjalan bersama menuju kebaikan yang pernah kalian cita-citakan...

cinta itu harus diperjuangkan...


***

dari aku, untuk diriku

Rabu, 06 Oktober 2010

dan bila aku mengertimu



dan bila aku mengertimu.
itu karena aku sungguh memberimu
ruang dan waktu
tak bertepi
tanpa batas
agar engkau, aku
bisa sama-sama mengerti
bahwa
tak ada yang sempurna
begitupun cinta kita
yang datang dan pergi
tanpa pernah direncanakan
pegang janjiku,
cintaku utuh
untukmu


***

untuk cerita pagi ini, 6 Oktober 2010, 06.30 etc


pict by : AJP

Senin, 04 Oktober 2010

namamu pras



namamu pras,

jika kita bertemu
satu hari nanti
akan aku pastikan
bahwa aku mengenalmu
dulu
dan kini
namamu pras,
dan aku meyakini
hatimu masih yang dulu
yang pernah memiliki
meski aku tak pernah menyadari
namamu pras,
simpanlah kagumku
untuk perjalanan hidup yang keras
ketika perjalanan membuatmu jatuh bangun,
terduduk, terdiam, tergugu
untuk kemudian bangkit,
berdiri lagi, berlari
untuk menjadi yang terbaik
namamu pras,
inilah dirimu kini
dengan sayapmu,
yang cukup kuat untuk mengarungi langit
namamu pras,
peganglah janjiku kini
jika kita bertemu suatu hari nanti
bicaralah lagi
tentang cerita lalumu
tentang perjalanan itu
tentang aku yang (katamu) pernah mewarnai hidupmu
tentang mimpi-mimpi kemaren,
yang sudah terlihat wujudnya hari ini
namamu pras,
dan aku bangga akanmu