Senin, 21 Juni 2010

puas tak puas


beberapa hari terakhir saya selalu terbangun pagi dengan sisa mimpi yang absurd, kadang mimpi itu dilingkupi keganjilan. sepertinya memang ini adalah efek dari rasa gelisah saya akhir-akhir ini. rasa gelisah yang kadang membuat saya mati gaya karena tak pernah bisa menjabarkan maknanya.mungkin saya hanya terlalu bosan atau terlalu takut untuk terus menerus mengeluh...tepatnya, saya malu hati sendiri kalau harus mengeluh.
saya tahu, cuma Tuhan yang Maha Mengetahui ada apa dibalik keganjilan ini, yang jelas, saya menjalani hari-hari saya dengan sedikit memaksaNya mengerti apa yang saya mau....baru kali ini, Tuhan kok dipaksa mengerti sama saya....duuuuhhh...

akhirnya saja bujuk diri ini untuk menerima apa adanya jalan hidup yang Dia tetapkan untuk saya. saya hanya percaya bahwa apa yang terjadi pada saya adalah yang terbaik untuk saya.
kadang hal-hal kecil mampu membuat saya mengeluh berkepanjangan, udara panas, mata mengantuk disaat yang tidak tepat, mendengar anak2 membantah apa kata saya tanpa melalui proses diskusi (sok demokratis), didera flu berat yang tak kunjung hilang setelah satu minggu berlalu, atau melihat teman2 yang nasibnya lebih beruntung daripada saya...siiighhh***

seorang sahabat pernah mengatakan begini, 'pangkal ketidak bahagiaan adalah ketidakpuasan...dan rasa tidak puas adalah efek dari sukanya kamu membandingkan..'...OKelah kalau begitu, jadi kesimpulan sementaranya adalah kembali kepada petuah swargi Bapak saya, ' nrima ing pandum, ananging aja ucul saka ikhtiyar...' yang terjemahan bebasnya kira2 , 'terimalah suratan nasibmu, tapi jangan pernah lepas dari usaha...'

jadi, saya pikir saya masih perlu belajar banyak bagaimana cara mensyukuri hidup saya.
ajari saya...


***


6 komentar:

~Srex~ mengatakan...

Petuah Bapak memang bener banget...mengajari kita menjadi orang yang sabar tapi tetap ulet.
Situasi tak nyaman seperti itu dimiliki semua orang, kalau hanya muncul secara insidental itu masih wajar, justru seperti membangunkan kita supaya jangan terlena dg apa yang ada. Tapi kalau kita alami sepanjang hari2 kita tanpa jeda,,,waaahhh... itu sih namanya orang yg lagi depresi mbak....hehe

Anonim mengatakan...

Saat terik aku teriak panas. Saat rintik aku teriak dingin. Ya Allah, ampuni hamba jika selama ini kurang mensyukuri nikmat Mu.

TRIMATRA mengatakan...

quote paling akhir tuh pas banget , berlaku sepanjang zaman.

ps: saya ngajakin kolaborasi posting, jika sempat berpartisipasi yaa..? (reduksi sosialitas)

Sekar Lawu mengatakan...

@Mas srex;
insya Allah, saya belum depresi kok Mas....hehehe...thx ya pencerahannya

Sekar Lawu mengatakan...

@Pak Nurudin:
ajari aku agar lebih bisa bersyukur...

Sekar Lawu mengatakan...

@TriMatra:
iya, itulah yang membuat saya selalu kuat menghadapi apapun ujian yg diberikan kepada saya...

kolaborasi posting ? hhhmmm...boleh juga....tapi nggak PD nih...hikz