Jumat, 11 Februari 2011

Bap, aku cinta padamu






24 sept 1991. 22.15

malam pekat ketika aku mencium tanganmu, takzim. kucium pipimu, keningmu, pipimu lagi, lalu jemarimu. masih hangat
insomnia itu membuatmu masih segar menatapku, segala gerak gerikku... lalu aku dekati dirimu lagi, aku bisikkan " I love U, Bap ". tanganmu masih berusaha merengkuhku dalam pelukmu, kencang... " jangan sedih, Bapak cinta kamu..dan sekarang Bapak tahu, ada seseorang yang mencintaimu juga.. Bapak ikhlas, Bapak lepaskan ... Bapak pengin ngaso sekarang "
kucium kelopak matamu, lama....menahan air mata yang berdesakan ingin jatuh.
Bap...aku cinta padamu


24 sept 1991. 23.55

aku terbangun, dan selalu ingin menciummu lama...aku lantas menciummu...pipimu, hidungmu, kelopak matamu, jemarimu...masih hangat...dadamu masih berdegup, leganya melihatmu akhirnya bisa terlelap.
Bap...aku cinta padamu


25 sept 1991 . 24.30

aku kembali terbangun...kurapihkan selimut yang tersingkap. aku peluk tubuhmu erat. aku cium lagi pipimu, hidungmu, kelopak matamu, jemarimu...masih hangat terasa... engkau hanya bergerak sedikit tapi tanganmu kemudian menggenggam erat jemariku. kuurungkan niatku membaringkan tubuh dibawah ranjangmu. kita kembali tertidur dengan tangan saling menggengam.
Bap, aku cinta padamu...

25 sept 1991. 01.45

lagi-lagi aku kembali terbangun. dan mendapatimu yang sedang menatapku...kami saling menatap. katamu, " kamu shalat tahajud sana..", aku jawab, " iya...Bap sare lagi ya...", kembali aku cium pipimu... engkau mengangguk dan memejamkan matamu, seulas senyum bahagia samar-samar aku tangkap.
Bap, aku cinta padamu


25 sept 1991, 03.30

aku kembali terbangun...dan bergegas menuju kamar mandi. aku harus berangkat pagi-pagi seperti biasanya...usai mandi dan menunggu adzan subuh, aku dekati engkau...kembali aku ciumi pipi, kelopak mata, puncak hidungmu dan jemarimu...tapi engkau hanya diam tak bereaksi, tubuhmupun begitu dingin...aku panggil namamu...Bap...Bap...engkau tak bergeming.
sesuatu seperti dilepaskan dari dadaku, sontak dan menyakitkan...aku panggil panggil namamu...dan ketika dokter datang memeriksamu...kemudian dia menoleh memandangku dengan tatapan pasrah...maka tahulah aku, engkau sudah pergi jauh...entah kapan...meninggalkan aku, meninggalkan ibu...meninggalkan kami.
Bap, aku cinta padamu. aku tahu Tuhan lebih mencintaimu. Dia membebaskanmu dari segala rasa sakit itu...
Bap, aku cinta padamu...

25 sept 1991, 11.00

para tetamu mulai datang, rasa dukaku seperti mengajakku menari dalam iringan hymne yang melangutkan hatiku. aku terhempas sendiri dalam sepi...kata-kata penghiburan, pelukan dari sahabat dan kerabat...tak serta merta mengembalikan rasa kehilanganku. belum-belum aku sudah sangat rindu padamu...
ketika seseorang kemudian membisikan sesuatu ditelingaku, dan sepasang tangan kokoh yang aku kenal kemudian memelukku erat, aku tak kuasa menahan untuk tidak menangisi kepergianmu...sepasang tangan itulah yang menuntunku kesamping peraduan terakhirmu, dan mengucapkan sebuah janji untuk melindungi aku lebih dari yang bisa engkau berikan..
apapun, Bap...aku cinta padamu

25 sept 1991, 13.35

tanah basah yang merah menimbun tubuhmu, memisahkan kita selamanya. taburan bunga mengharumkan peristirahatan terakhirmu. kita terpisah sudah, hatiku seperti tak lagi berada ditempatnya...engkau sudah membawanya pergi. Bap...betapa cintamu selalu membuatku percaya, bahwa suatu hari engkau akan datang menjemputku dan kita bercanda lagi seperti dulu.
aku yakin, engkau masih selalu bersamaku...meski aku tak lagi bisa mencium pipimu, hidungmu, kelopak matamu, jemarimu...tapi aku masih bisa menciumi hatimu dengan penuh cinta...
dimanapun engkau, Bap...aku cinta padamu

11 februari 2011, 23.20

malam ini aku seperti mendapatimu berbaring disampingku. merasakan tatapan tajam matamu yang menatapku lama...aku merasakan kehadiranmu, dekat...bahkan lebih dekat dari urat nadiku...aku biarkan airmata tertumpah ketika aku memandang samping kanan ranjangku, aku dapati senyummu , masih senyummu yang dulu. menenteramkan.menguatkan.penuh cinta...
aku biarkan airmataku jatuh tanpa perlu aku susut dengan berlembar2 tissue.
aku kangen Bap...aku tahu, engkaupun rindu sangat kepadaku, untuk itulah engkau hadir malam ini diranjangku...aku ingin memelukmu, mencium pipi, hidungmu, kelopak matamu, jemarimu, dan memelukmu erat sepanjang sisa hidupku...
Bap, engkau tak tergantikan...cintamu tak tergantikan
Bap...aku cinta padamu. jangan pergi lagi Bap..jangan pergi lagi...


***

Bap, aku cinta padamu

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Terkadang kita baru dapat merasakan apa arti sebuah cinta, bila kita telah kehilangan orang yang sangat berarti dalam hidup ini.

Semoga kita dapat belajar dari suri tauladan beliau.

Salam

"Ejawantah's Blog"

mechta mengatakan...

Duuh...selalu ikut nggergel bila membaca posting ttg ayah...
Insyaallah, beliau tenang dan damai disisiNYA mbak...dan beliau akan selalu bangga atas pencapaian putri kesayangannya..