Senin, 22 September 2008

Sudah tradisi...

Sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun, setiap menjelang lebaran begini si Ibu manis ini selalu tak ketinggalan mengumyekkan diri dengan berbagai persiapan menyambut datangnya hari nan fitri ini. Hari dimana diprediksikan di dalemBadran akan menerima kedatangan para tetamu yang berkunjung bersilaturahmi, makanya...sajian aneka kue buatan sendiri selalu hadir di meja tamu kami.
Dan kesibukan untuk proyek cookies ini sudah dimulai sejak tiga hari yang lalu, dimulai dengan menimbang aneka bahan sesuai dengan resep yang sudah diugemi dari tahun ke tahun..., bahan ditimbang dan dimasukkan kedalam kemasan plastik kecil seraya jangan lupa dituliskan nama bahan dan takarannya...kamsudnya biar ndhak lupa, soale kalau salah takaran itu kueh bisa saja salah kedaden, bisa mbleber tak berbentuk atau bahkan bantat.Nggak lucu kan ?
Hari keduanya, dimulailah dengan mulai mengadoni aneka bahan sesuai resep. Cemplung ini, cemplung itu, kocok ini ditambah itu, diaduk-aduk sehingga menjadi adonan yang siap cetak. Setelah adonan siap dicetak, maka para pekerja siap mencetak sesuai bentuk yang diinginkan. Untuk supaya para pekerja tak jenuh menghadapi adonan yang terasa tak habis-habisnya, maka area pencetakan dipindahkan ke ruang keluarga tepat di depan TV, supaya mereka bisa enjoy bekerja sambil nonton film kesukaan...


Selanjutnya, kue yang telah selesai dicetak di bakar dalam tungku pemanggangnya sambil tak lupa diingat-ingat kapan harus diangkatnya supaya tidak keburu ...gosong.
Dan inilah hasil akhirnya, aneka kue yang kita buat kali ini: Kastengel,nastar dan putri salju serta kue semprit aneka bentuk. sekarang kue-kue ini siap disajikan dalam wadah toples cantik, siap menyambut kedatangan anda di dalemBadran lebaran nanti....


Sebagian kue ini dikhususkan sebagai hantaran untuk para handai taulan dan orang-orang tercinta...Sudah menjadi tradisi di keluarga kami, ketika kami selalu menerima aneka hantaran, maka menjadi kewajiban pula bagi kami untuk membalasnya. Kapan lagi ? setahun sekali inih....


terima kasih untuk dua perawan kencurku, Karin dan Aizs yang sudah dengan senang hati membantu Ibu melaksanakan proyek tahunan ini. Terima kasih, Nak....I LOVE U

5 komentar:

Ayik dan Ernut mengatakan...

Wah hebat! Salut buatmu yang rajin brat dalam membuat kue! Menerima pesenan ndak nih? (nut)

Boodeznee mengatakan...

Senangnya ya buat kue rame-rame kayaq gini. Dulu aku juga suka bantuin mamaku. Tapi lebih banyak ngaconya hehehe.....

Sekar Lawu mengatakan...

@Ernut:iya nih Nut, maunya sih begitcu...tapi suka kumat malesnya...jadi u/ sementara buat sendiri ajah dulu...besok kalo kamu mampir ke rumah, bisa incip-incipnya...
@Viasna: thank U for visiting my blog.
@Desny:Lhohh Jreng,gak beda-beda amat sama Karin & Aizs, suka angot2an kalo disuruh bantuin ibunya bikin kue...jadi si emak ini harus pintar cari2 kapan mood nya pada baik untuk diajak bikin kueh nya...namanya juga anak-anak...tapi sekarang sianak ini (desny) sudah bisa bikin anak (Rocky) udah nggak ngaco lagi kan kalo bikin kue...?

imelda mengatakan...

aduh mbakkkkkk
aku jadi kangen mama
kita suka begadang bareng menjelang natal
buat nastar dan kaastengels
duuuh hiks ....

Sekar Lawu mengatakan...

@jeng imel: waahh...rupanya kenangan masa kecil tentang bikin kue selalu membuat kita ingat pulang ya...? ingat orang2 tercinta...
OBat kangennya, bikin ajah kue kering nDiri, sambil bayangin lagi bikinnya sama mamah...