Senin, 18 Agustus 2008

Akrobat ala akyU



Masih menyambung posting ajar bakulan, inilah penampilan packing barang dagangan yang akan aku kirimkan kepada Ernut di Jakarta. Karena terbiasa berpikir dan bertindak praktis (tapi tidak nylekuthis) maka aku melakukan packing sendiri di arena kulakanku..., secara jarak dari rumah aku ke sumber produk lumayan jauh maka serasa tak praktis kalau harus bawa2 barang2 itu pulang dulu kerumah, jadilah aku heboh sendiri mempacking barang2 ini ditempat...
Bayanganku, ya nggak sebanyak ini barang daganganku, ternyata...O'O...lumayan besar juga packing nya. Dengan nekat aku talikan badan packingan ini ke motorku tercinta, meski cuma kebagian tempat duduk nan mingklik2 aku lajukan sepeda motor kesayangan ini ke agen ekspedisi langganan yang letaknya nun jauh dipinggir kota Solo.
Alhamdulillah, selamat sampai ditempat, baik barang maupun pembawanya...wekekek. Amazing banget gitu..lhoh, pengalaman pertama jadi bakul yang nekat bawa barang sendiri pakai motor inih....Inilah akibatnya kalau nekat sok superwoman, segala resiko nekat ditempuh demi memenuhi tenggat waktu pengiriman barang, soale kalau harus nunggu sempatnya si Bapak mengantar dengan mobilnya bisa2 orderan ini nggak nyampai tepat waktu, karena menurut Ibu Ernut, barang2 harus sudah nyampai sebelum sabtu, karena minggunya dia mau buka dasar di bazaar 17 an di kampungnya....Oh, Ernut....
Aku mulai menikmati sensasi dagang ini, ya kebat-kebit nya menunggu kabar dari produsen yang kadang nggak konsisten karena mereka juga tergantung pada beberapa infrasturktur yang terlibat, ya penjahitnya, ya pemasok bahannya.... Ya cara angkut barang kirimannya yang harus menunggu waktu luang si Bapak buat nganternya ( cuma bisa hari minggu) ...
Selebihnya, aku sangat menikmati aktivitas baru satu ini... nyeselnya, kok nggak dari dulu ya....

1 komentar:

Ernut mengatakan...

begitu aku ambil paket daganganmu ini...wah..aku langsung bisa membayangkan bagaimana hebohnya acaramu kulak dan kirim...karna aku juga sendirian waktu ambil..dan aku juka sempoyongan...tapi again..ndak papa..orang lain silahken tinggal denger cerita seru kita...hanya bagaimana rasane yang sesungguhnya hanya kita dan yang Di Atas Yang tahu...apik ta?