Kamis, 14 Mei 2009

terjePit



nempel, nyempil dan terjepit...



duhhh.....merana banget deh...


Pemandangan ini saya dapati di pojok perempatan Pasar Pon, persimpangan antara Jalan Slamet Riyadi dengan Jalan Gatot Subroto, masih di jantung kota Solo. Tepatnya lokasi ini dulunya gedung bioskop Ura Patria (UP) .
Apa coba yang menarik dari gambar bangunan ini ?, ini adalah kompleks ruko yang bangunannya boleh dikata baru, langgam arsitekturnya merujuk pada gaya klasik atau kolonial atau apa ya, saya gak begitu paham dengan gaya arsitektur sebuah bangunan. Tapi coba perhatikan, ada sebuah bangunan tua yang nyempil diantara bangunan model baru itu...Langgam arsitektur bangunan lawas ini adalah gaya oriental atau pecinan, ya itu...Toko Emji itu...Lucu ya ?

Seingat saya, toko Emji sudah ada sejak saya masih dibangku SD sekitar tahun 70an, toko ini dulu terkenal sebagai tempatnya agen berlangganan koran dan majalah juga aneka kalender...Kalau saya nggak salah ingat, bangunan ini sudah ada sejak almarhum Bapak masih kanak-kanak ( tahun 1940 an)...Jadi bangunan ini mungkin kira-kira usianya sudah hampir 70 tahunan. Melihat penampakannya yang kokoh dan agak dipaksakan , agaknya bangunan ini adalah korban negosiasi yang gagal dari pemilik bangunan dengan calon pembelinya (investor ruko disebelahnya).

Sungguh nggak tahu mau bilang apa, antara prihatin melihat satu persatu bangunan kuno di kota budaya ini yang kalah terkikis oleh lajunya pembangunan...dan gemes karena menyaksikan Toko Emji yang nampak terpaksa terjepit diantara bangunan baru itu...

Seandainya toko Emji ini bisa bicara, mungkin dia akan mengumpamakan dirinya sebagai anak itik buruk rupa ditengah sekawanan angsa putih yang cantik.

Melihat ini, serasa gimanaaa.....gituh....

Punya pengalaman tentang terjepit ?




9 komentar:

Indra Mahardika mengatakan...

Dimanapun bangunan lama pasti akan tergeser oleh bangunan baru. Hanya bagaimana peran dari pemerintah kota merawat bangunan-bangunan itu. Di Solo dekat kampung batik laweyan kan ada juga restoran yang bergaya Belanda karena restoran itu menggunakan bekas bangunan Belanda.

Posting ini bagus, mengangkat sesuatu unik, tersembunyi, di kota Solo, yang kasat mata karena kita tidak memperhatikannya.

ellysuryani mengatakan...

Hehe, terjepit itu gak enak kali ya. Begitu pl dgn bangunan tua yg terjepit diantara bangunan modern di kota Solo tadi. Katanya ada kejepit yg enak, tunggu aja ada ygt cerita mbak, siapa tau....

Ernut mengatakan...

justru mungkin si emji merasa menjadi "something antique", yg terlihat lebih "sesuatu" di banding lingkungannya yg gitu-gitu aja...

Linda Rooroh mengatakan...

wuihhh.. ngejomplang banget ya toko Emji nya... di jakarta daerah senen gitu ada juga tuh bangunan tua yg terjepit disela modernisasi ; hotel dan mall.. tapi karna bangunan tuanya udah disulap dan didandani (skrg restoran pizzahut) jadinya malah unik gituu...

Ely mengatakan...

betul kata mbak Ernut, justru yg kuno malah yg menarik perhatian krn antik ?

pengalaman kejepit ? wah .. blom ingat mbak ^_^

dyahsuminar mengatakan...

hiya mbak...saya dulu punya rumah di Jogja..tepatnya jln Tamsis,,nah sebelah rumah itu warung makan keciil...njepit..nah sebelahnya lagi...kok ditawarkan ke saya...walaah..opo yo tumon ,saya bikin jembatan layang.??..Trus saya matur dan rayu baik2,bagaimana kalau saya Lungsur saja..dari pada TERJEPIT...eh..alhamdulillah boleh...dan akhirnya rumah saya jadi leboh lebar...rumah untuk usaha maksudnya...

joe mengatakan...

ingat UP teater jadi ingat waktu dulu sering diputar film-film Indonesia yang panas, jamannya Ineke, Kiki Fatmala dll...
wah sudah lama tidak main ke solo, dulu saya kuliah di sana ...

grubik mengatakan...

Riwayatmu kini...

cahaya mengatakan...

pertama-tama mikir *sepertinya saya pernah liat gambar ini*

diliat lagi *owalah...ya..ya*

Setiap hari saya lewat karena adik sekolah diderah mangkunegaran ini. Waahh...saya juga dulu mikir kenapa kok bangunan EMJI itu tetap ada...apa karena memang belum laku atau memang di sengaja supaya tetap ada.